Permintaan kredit multiguna terus naik dan menjadi jenis pembiayaan paling banyak dicari oleh nasabah baru di industri multifinance. Pada Januari 2026, total penyaluran pembiayaan baru mencapai Rp78,16 triliun, dengan komposisi terbesar berasal dari kredit multiguna sebesar 47,47% atau setara Rp37,10 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memilih pinjaman dengan agunan BPKB kendaraan bermotor, terutama sepeda motor, sebagai solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan dana.
Faktor utama di balik popularitas kredit multiguna adalah kemudahan akses dan proses pengajuan yang relatif cepat. Dibandingkan dengan pinjaman lain, syarat yang dibutuhkan lebih ringkas dan waktu cair dana juga lebih singkat. Bagi banyak orang, ini menjadi solusi ketika butuh dana mendesak, baik untuk kebutuhan pribadi, usaha, maupun keperluan keluarga.
Alasan Kredit Multiguna Paling Banyak Dicari
Kebutuhan akan dana cepat memang menjadi pendorong utama masyarakat memilih kredit multiguna. Dengan agunan berupa BPKB kendaraan bermotor, proses pengajuan pun terasa lebih ringkas. Apalagi, jumlah pemilik kendaraan bermotor di Indonesia sangat besar, terutama sepeda motor. Ini menciptakan basis calon debitur yang potensial dan luas.
Selain itu, dari sisi perusahaan pembiayaan, kredit multiguna menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan jenis pembiayaan lainnya. Meski risiko gagal bayarnya juga lebih besar, banyak perusahaan tetap tertarik karena potensi keuntungan yang menjanjikan. Namun, ini juga membuat perusahaan harus lebih selektif dalam menilai calon debitur.
1. Kebutuhan Dana Cepat
Salah satu alasan utama masyarakat memilih kredit multiguna adalah karena prosesnya yang cepat. Dengan agunan BPKB, nasabah bisa langsung mengajukan pinjaman tanpa harus menunggu lama. Dana pun bisa cair dalam waktu singkat, cocok untuk kebutuhan mendadak.
2. Agunan Mudah Didapat
BPKB kendaraan bermotor, terutama sepeda motor, menjadi agunan yang mudah dijangkau. Banyak orang memiliki kendaraan pribadi, sehingga tidak perlu mencari jaminan lain yang mungkin lebih rumit atau sulit disiapkan.
3. Imbal Hasil Tinggi untuk Perusahaan
Dari sisi perusahaan pembiayaan, kredit multiguna menawarkan return yang lebih besar. Meski risikonya lebih tinggi, potensi keuntungan membuat banyak perusahaan bersaing menawarkan produk ini. Ini juga yang membuat industri multifinance terus berkembang.
Tantangan yang Dihadapi
Meski permintaan tinggi, kredit multiguna juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah risiko gagal bayar yang cenderung lebih besar dibandingkan jenis pembiayaan lain. Selain itu, kondisi ekonomi makro seperti inflasi dan kenaikan harga energi juga bisa memengaruhi kemampuan calon debitur untuk membayar.
Pasca Lebaran, tekanan ekonomi diperkirakan akan meningkat. Banyak orang mengalami lonjakan pengeluaran menjelang dan sesudah hari raya. Oleh karena itu, perusahaan pembiayaan perlu melakukan penilaian lebih ketat, termasuk mengecek lokasi calon debitur dan riwayat kredit macet di daerah tersebut.
Perbandingan Jenis Pembiayaan Multifinance Januari 2026
| Jenis Pembiayaan | Persentase | Nominal (Rp) |
|---|---|---|
| Multiguna | 47,47% | 37,10 triliun |
| Investasi | 23,95% | 18,72 triliun |
| Modal Kerja | 21,81% | 17,04 triliun |
| Lainnya | 6,77% | 5,29 triliun |
| Total | 100% | 78,16 triliun |
Catatan: Data bersifat estimasi berdasarkan laporan OJK Februari 2026. Nilai dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.
Proyeksi ke Depan
Tren kredit multiguna diperkirakan akan terus meningkat. Namun, persaingan juga semakin ketat, terutama dengan hadirnya berbagai platform paylater digital yang menawarkan kemudahan serupa. Ini membuat perusahaan pembiayaan harus terus berinovasi agar tetap kompetitif.
Di sisi lain, pembiayaan modal kerja masih terbatas. Namun, pembiayaan investasi memiliki outlook yang lebih panjang. Terutama dengan adanya proyek-proyek infrastruktur dan energi terbarukan seperti program 100 GW panel surya yang didukung pemerintah. Ini membuka peluang kolaborasi dengan anak usaha PLN dan pengembangan kerangka pembiayaan investasi yang lebih luas.
Tips untuk Calon Debitur
Bagi yang berencana mengajukan kredit multiguna, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses berjalan lancar dan risiko terhindarkan.
1. Pilih Perusahaan Terpercaya
Pastikan memilih perusahaan pembiayaan yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Ini akan memberikan perlindungan lebih dan mengurangi risiko penipuan.
2. Pahami Syarat dan Ketentuan
Setiap perusahaan punya kebijakan berbeda. Sebaiknya baca dengan teliti syarat dan ketentuan, terutama mengenai bunga, tenor, dan biaya tambahan lainnya.
3. Siapkan Dokumen dengan Lengkap
Kelengkapan dokumen sangat memengaruhi kecepatan proses. Pastikan semua berkas seperti KTP, STNK, BPKB, dan slip gaji sudah siap sebelum mengajukan.
4. Evaluasi Kemampuan Bayar
Sebelum mengajukan, hitung dulu kemampuan membayar cicilan setiap bulan. Jangan sampai terlalu memaksakan, karena ini bisa berdampak pada kondisi keuangan pribadi.
Kesimpulan
Kredit multiguna memang menjadi primadona di kalangan nasabah baru multifinance. Dengan proses cepat, agunan mudah, dan pencairan dana yang efisien, tidak heran jenis pembiayaan ini banyak dicari. Namun, baik untuk nasabah maupun perusahaan, tetap perlu waspada terhadap risiko yang ada. Dengan pengelolaan yang tepat, kredit multiguna bisa menjadi solusi finansial yang sangat membantu.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar dan kebijakan regulator.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.












