Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tahun 2026 telah resmi digelar pada Kamis, 12 Maret 2026. Acara ini menjadi momen penting bagi pemegang saham untuk menyetujui sejumlah keputusan strategis, mulai dari pembagian dividen hingga pergantian pengurus. Rapat dilakukan secara hybrid, baik tatap muka di Menara BCA Grand Indonesia, Jakarta Pusat, maupun secara daring melalui sistem eASY.KSEI milik Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Keputusan-keputusan penting yang diambil dalam RUPST tahun ini mencerminkan arah baru BCA ke depan, baik dari sisi pengelolaan keuangan maupun struktur organisasi. Hasilnya cukup komprehensif dan memberikan gambaran jelas tentang langkah-langkah yang akan diambil bank terbesar di Indonesia ini dalam periode ke depan. Berikut rangkuman lengkap hasil RUPST BCA 2026.
Persetujuan Laporan Tahunan dan Pembebasan Tanggung Jawab
Salah satu agenda utama dalam RUPST 2026 adalah persetujuan laporan tahunan BCA untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Termasuk di dalamnya adalah Laporan Keuangan Perseroan serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris. Persetujuan ini menjadi dasar bagi transparansi dan akuntabilitas perusahaan di mata investor.
Selain itu, RUPST juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas tugas dan tanggung jawab mereka selama tahun 2025. Ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus penutup resmi atas kinerja mereka dalam periode tersebut.
Pembagian Dividen Tunai dan Rencana Dividen Interim
BCA kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemegang saham melalui pembagian dividen tunai sebesar Rp336 per saham. Jumlah ini setara dengan 72% dari laba bersih tahun buku 2025. Dari total tersebut, Rp55 per saham telah dibayarkan sebelumnya sebagai dividen interim pada 22 Desember 2025.
Sisa pembayaran dividen yang akan dikeluarkan adalah sebesar Rp281 per saham. Pembayaran ini akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Direksi. Rencana ini menunjukkan bahwa BCA tetap menjaga konsistensi dalam memberikan return kepada pemegang saham meskipun dalam kondisi ekonomi yang dinamis.
1. Rencana Dividen Interim Tahun 2026
Direksi BCA juga memberikan sinyal bahwa pada tahun buku 2026, jika kondisi keuangan memungkinkan, akan dilakukan pembayaran dividen interim sebanyak tiga kali. Pembayaran ini direncanakan akan dilakukan secara kuartalan, sebagai bentuk distribusi laba yang lebih merata sepanjang tahun.
Pengangkatan dan Penyesuaian Pengurus
Perubahan dalam struktur pengurus menjadi salah satu poin penting dalam RUPST 2026. Sejumlah keputusan strategis diambil untuk memastikan bahwa BCA tetap memiliki kepemimpinan yang kuat dan siap menghadapi tantangan industri keuangan ke depannya.
2. Penunjukan David Formula sebagai Direktur Baru
Salah satu keputusan besar dalam RUPST 2026 adalah pengangkatan David Formula sebagai Direktur Perseroan. David akan menjabat sejak penutupan RUPST hingga RUPST 2029 mendatang. Ia telah lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
David Formula diangkat sebagai Direktur Teknologi Informasi, posisi yang sangat strategis mengingat transformasi digital menjadi fokus utama BCA ke depan. Latar belakang profesionalnya di bidang teknologi diharapkan bisa mempercepat inovasi layanan perbankan BCA.
3. Pembebasan Jabatan Cyrillus Harinowo dan Rudy Susanto
RUPST juga memutuskan untuk membebaskan tugas Cyrillus Harinowo dari posisi Komisaris Independen dan Rudy Susanto dari jabatannya sebagai Direktur. Keduanya telah menyelesaikan masa jabatannya dan mendapat apresiasi atas kontribusi selama masa menjabat.
Penyesuaian Anggaran Dasar dan Rencana Buyback Saham
4. Perubahan Anggaran Dasar
RUPST menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk menyesuaikan dengan regulasi terbaru. Perubahan ini mencakup penyesuaian ketentuan yang mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh penyesuaian akan dilakukan oleh Direksi Perseroan.
5. Rencana Buyback Saham Hingga Rp5 Triliun
BCA juga menyetujui rencana pembelian kembali sahamnya sendiri (shares buyback) sebesar-besarnya Rp5 triliun. Langkah ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan nilai saham di pasar dan memberikan keuntungan langsung kepada pemegang saham.
Penunjukan Kantor Akuntan Publik
6. Penunjukan KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan
RUPST menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan sebagai auditor BCA. Firma ini merupakan bagian dari jaringan global PwC, yang dikenal memiliki standar audit internasional. Penunjukan ini menunjukkan komitmen BCA terhadap tata kelola perusahaan yang baik dan transparan.
Penyesuaian Gaji dan Tunjangan Pengurus
7. Pemberian Kuasa untuk Penetapan Gaji dan Tunjangan
RUPST memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menentukan besaran gaji, tunjangan, dan fasilitas bagi anggota Direksi selama tahun buku 2026. Hal ini juga berlaku bagi pemegang saham mayoritas dalam hal penetapan honorarium dan tunjangan untuk anggota Dewan Komisaris.
8. Penetapan Tantiem
Selain itu, RUPST juga memberikan kuasa kepada pemegang saham mayoritas untuk menetapkan besaran tantiem serta mekanisme pembagiannya kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang aktif selama tahun buku 2025.
Ringkasan Hasil RUPST BCA 2026
| No | Keputusan Utama | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Persetujuan Laporan Tahunan 2025 | Termasuk laporan keuangan dan tugas pengawasan Dewan Komisaris |
| 2 | Pembagian Dividen Tunai | Rp336 per saham (72% dari laba bersih), termasuk dividen interim Rp55 |
| 3 | Pengangkatan David Formula | Sebagai Direktur Teknologi Informasi, masa jabatan hingga 2029 |
| 4 | Pembebasan Jabatan Cyrillus Harinowo dan Rudy Susanto | Terima kasih atas kontribusi selama menjabat |
| 5 | Perubahan Anggaran Dasar | Penyesuaian dengan peraturan perundang-undangan |
| 6 | Rencana Buyback Saham | Hingga Rp5 triliun |
| 7 | Penunjukan Auditor | KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (anggota jaringan PwC) |
Penutup
RUPST BCA 2026 menghasilkan sejumlah keputusan penting yang akan membentuk arah perusahaan dalam tiga tahun ke depan. Dari pembagian dividen yang konsisten hingga pergantian pengurus yang strategis, semua langkah ini menunjukkan bahwa BCA tetap berkomitmen menjaga kesehatan finansial dan tata kelola yang baik.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat sesuai dengan hasil resmi RUPST BCA 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan perusahaan dan kondisi makro ekonomi.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













