Perbankan

OCBC NISP Perkirakan Rasio LDR Turun di Bawah 80 Persen pada Tahun 2026 Mendatang

Danang Ismail
×

OCBC NISP Perkirakan Rasio LDR Turun di Bawah 80 Persen pada Tahun 2026 Mendatang

Sebarkan artikel ini
OCBC NISP Perkirakan Rasio LDR Turun di Bawah 80 Persen pada Tahun 2026 Mendatang

Pada tahun 2026, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) memperkirakan posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) akan berada di bawah level 80 persen. Prediksi ini sejalan dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang lebih tinggi dibandingkan . Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, menyampaikan bahwa saat ini LDR berada di kisaran 70 persen, dan diperkirakan akan tetap berada di bawah 80 persen pada akhir tahun 2026.

Perusahaan memandang hal ini sebagai langkah strategis untuk menjaga tetap sehat. Meskipun rasio LDR terbilang rendah, OCBC menilai bahwa kondisi ini memberikan ruang gerak yang cukup untuk manuver kredit ke depannya. Selain itu, pertumbuhan DPK yang signifikan didorong terutama oleh peningkatan di segmen (Current Account Savings Account), yang merupakan sumber dana berbiaya rendah.

Pertumbuhan DPK dan Kinerja Kredit

Pertumbuhan dana pihak ketiga menjadi salah satu pilar utama dalam strategi OCBC menjaga stabilitas keuangan. Pada tahun , total DPK mencatatkan kenaikan sebesar 18 persen, mencapai Rp244 triliun. Peningkatan ini terutama didukung oleh pertumbuhan CASA yang berasal dari nasabah ritel maupun korporasi.

1. Komposisi DPK yang Sehat

CASA menjadi komponen terbesar dalam pertumbuhan DPK. Hal ini penting karena dana dari CASA memiliki biaya yang lebih rendah dibandingkan dana berjangka atau tabungan biasa. Dengan komposisi dana yang sehat, OCBC mampu menjaga spread bunga tetap menguntungkan dan profitabilitas tetap stabil.

2. Penyaluran Kredit yang Terkendali

Total penyaluran kredit OCBC tumbuh sebesar 2 persen pada 2025, mencapai Rp173 triliun. Meski pertumbuhan kredit tergolong moderat, kualitas kredit tetap terjaga dengan baik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) berada di kisaran 1,9 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional.

Fundamental Permodalan dan Likuiditas

OCBC terus menjaga fundamental permodalan dan likuiditas tetap meskipun menghadapi dinamika yang tantangan. Strategi ini mencerminkan komitmen bank dalam menjaga keseimbangan antara dan pengelolaan risiko.

1. Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan

OCBC tidak hanya mengejar pertumbuhan kredit yang cepat, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berkelanjutan dan berkualitas. Penyaluran kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan risiko dan prospek nasabah.

2. Penguatan Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Langkah penting yang diambil OCBC adalah menjadikan dirinya sebagai perusahaan induk dari konglomerasi keuangan. Struktur ini tidak hanya memenuhi ketentuan regulator, tetapi juga memperkuat sinergi antar anak perusahaan serta efisiensi pengelolaan modal.

Transformasi Digital yang Terus Berkembang

Seiring dengan perkembangan teknologi, OCBC terus mengembangkan layanan digitalnya untuk memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah. Pada tahun 2025, total frekuensi transaksi digital tumbuh sebesar 46 persen secara tahunan.

1. Peningkatan Pengguna Internet dan Mobile Banking

Jumlah aktif internet banking dan OCBC Mobile Banking meningkat sebesar 13 persen secara tahunan. Ini menunjukkan bahwa nasabah semakin nyaman menggunakan untuk kebutuhan perbankan sehari-hari.

2. Layanan Khusus untuk Nasabah Korporasi

OCBC Business Mobile juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 19 persen secara tahunan. Nilai transaksi digital dari segmen korporasi mencapai sekitar Rp1.500 triliun sepanjang 2025. Ini menunjukkan bahwa layanan digital OCBC mampu menjangkau berbagai segmen nasabah dengan baik.

Perbandingan Kinerja Keuangan OCBC 2024–2025

Indikator 2024 2025
Total DPK Rp207 triliun Rp244 triliun
Pertumbuhan DPK 12% 18%
Total Kredit Rp170 triliun Rp173 triliun
Pertumbuhan Kredit 3% 2%
Rasio NPL 2,1% 1,9%
Frekuensi Transaksi Digital 46% (pertumbuhan tahunan)

Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar dan kebijakan internal perusahaan.

Penutup

Prediksi OCBC bahwa LDR akan berada di bawah 80 persen pada 2026 mencerminkan strategi jangka panjang yang berfokus pada likuiditas dan stabilitas. Dengan pertumbuhan DPK yang didominasi oleh CASA, penyaluran kredit yang terkendali, serta transformasi digital yang terus berkembang, OCBC menunjukkan kinerja yang solid di tengah dinamika pasar yang kompleks.

Disclaimer: Data dan prediksi dalam artikel ini bersifat informasional dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi makroekonomi, kebijakan Bank Indonesia, serta strategi internal perusahaan.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.