PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) kembali bergabung dalam gerakan Earth Hour 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Meski ikut memadamkan sejumlah peralatan non-esensial selama satu jam, bank ini memastikan bahwa layanan perbankan termasuk jaringan ATM tetap berjalan normal.
Gerakan Earth Hour yang diselenggarakan pada Sabtu, 28 Maret 2026, mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk mematikan lampu serta perangkat elektrik non-prioritas selama satu jam, yakni pukulan 20.30 hingga 21.30 waktu setempat. BCA turut mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari upaya nyata dalam penghematan energi dan mitigasi dampak perubahan iklim.
Partisipasi BCA dalam Earth Hour 2026
1. Ruang Lingkup Kegiatan Earth Hour di BCA
BCA akan memadamkan lampu dan peralatan elektronik non-esensial di seluruh gedung operasional dan cabangnya di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama satu jam penuh, tepatnya mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB/WITA/WIT tergantung lokasi.
Langkah ini bukan hanya simbolik, tetapi juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap isu lingkungan hidup. Sejak tahun 2019, BCA telah aktif mengikuti kampanye tahunan ini sebagai salah satu bentuk implementasi prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).
2. Jaminan Layanan Tetap Berjalan Normal
Meskipun ikut serta dalam Earth Hour, BCA menjamin semua layanan perbankan tetap tersedia tanpa gangguan. Termasuk sistem transaksi digital, aplikasi mobile banking, internet banking, maupun jaringan ATM yang tersebar di seluruh Indonesia.
Hal ini dimungkinkan karena hanya peralatan non-esensial yang dimatikan, sedangkan infrastruktur teknologi dan operasional inti tetap berfungsi sebagaimana biasanya. Nasabah pun dapat tetap melakukan aktivitas perbankan mereka secara lancar.
3. Rekor Penghematan Energi dari Tahun ke Tahun
Dalam pelaksanaan Earth Hour 2025 lalu, total 962 unit kantor BCA ikut serta dalam pemadaman listrik selama satu jam. Angka ini mencerminkan komitmen kolektif internal BCA dalam mendukung gerakan ramah lingkungan.
Selain itu, data menunjukkan bahwa intensitas penggunaan energi listrik di BCA mengalami penurunan signifikan, yaitu mencapai 131 kWh/m² pada tahun 2025. Penurunan ini merupakan hasil dari berbagai upaya efisiensi energi yang dilakukan sepanjang tahun, bukan hanya saat Earth Hour saja.
Nilai-Nilai di Balik Aksi BCA
4. Implementasi Prinsip ESG
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menjelaskan bahwa partisipasi BCA dalam Earth Hour bukan sekadar kampanye tahunan belaka. Ia menyebut bahwa aksi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menerapkan prinsip-prinsip ESG secara konsisten.
Menurut Hera, kolaborasi lintas elemen masyarakat sangat penting untuk menciptakan dampak positif yang lebih luas. “Kami ingin kontribusi ini juga semakin banyak diikuti oleh banyak pihak dengan harapan memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga bumi ini,” ujarnya.
5. Edukasi dan Dorongan Perubahan Sosial
Selain sebagai bentuk tanggung jawab korporat, BCA juga menggunakan momentum Earth Hour untuk memberikan edukasi kepada publik tentang urgensi penghematan energi. Melalui pesan-pesan yang disampaikan, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk turut serta dalam aksi nyata demi masa depan planet yang lebih baik.
Perubahan kecil seperti mematikan lampu selama satu jam ternyata bisa memberikan dampak besar jika dilakukan secara masif. BCA percaya bahwa langkah-langkah sederhana ini bisa menjadi awal dari transformasi sosial yang lebih luas menuju kehidupan berkelanjutan.
Catatan Kinerja Keuangan BCA
Di tengah fokusnya pada isu lingkungan, performa finansial BCA tetap solid. Per Februari 2026, bank ini mencatat laba bersih sebesar Rp9,22 triliun. Angka ini naik 2,81% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp8,97 triliun.
Rincian Laba Bersih BCA Periode Januari–Februari 2026
| Komponen | Februari 2026 | Februari 2025 | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|---|
| Pendapatan Bunga | Rp14,98 triliun | Rp14,86 triliun | +0,79% |
| Beban Bunga | Rp2,12 triliun | Rp1,98 triliun | +6,90% |
| Pendapatan Bunga Bersih | Rp12,85 triliun | Rp12,87 triliun | -0,15% |
| Pendapatan Komisi | Rp3,25 triliun | Rp2,98 triliun | +9,09% |
| Laba Bersih | Rp9,22 triliun | Rp8,97 triliun | +2,81% |
Pendapatan komisi yang naik cukup signifikan menjadi salah satu faktor penopang kenaikan laba bersih BCA. Sementara itu, meski pendapatan bunga bersih sedikit turun, hal ini tidak mengganggu stabilitas kinerja keseluruhan bank.
Disclaimer
Data dan informasi yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi PT Bank Central Asia Tbk. dan siaran pers terkait Earth Hour 2026. Informasi bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi aktual di lapangan. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi untuk verifikasi lebih lanjut.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.









