Perbankan

Permata Bank Catat Pertumbuhan Kredit Hingga Rp163,3 Triliun Sepanjang 2025

Fadhly Ramadan
×

Permata Bank Catat Pertumbuhan Kredit Hingga Rp163,3 Triliun Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini
Permata Bank Catat Pertumbuhan Kredit Hingga Rp163,3 Triliun Sepanjang 2025

Permata Bank (BNLI) berhasil mencatatkan yang solid sepanjang tahun 2025. ini mencapai Rp3,6 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang sehat di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Pencapaian ini disampaikan langsung dalam paparan publik yang digelar oleh manajemen puncak Permata Bank di Jakarta. Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Utama Meliza M. Rusli, Direktur Keuangan Rudy Basyir Ahmad, serta Chief Economist Josua Pardede.

Kinerja Keuangan yang Menjanjikan

Pendapatan total Permata Bank tumbuh 3,8 persen secara tahunan (year-on-year/ YoY) hingga mencapai Rp12,6 triliun. Salah satu pendorong utama pertumbuhan ini adalah peningkatan pendapatan non bunga yang melonjak hingga 34,1 persen menjadi Rp2,6 triliun.

Laba setelah pajak yang tercatat sebesar Rp3,6 triliun menunjukkan bahwa bank ini mampu menjaga profitabilitas meski beroperasi di tengah tekanan makro ekonomi global. Kenaikan ini juga didukung oleh kenaikan total aset sebesar 3,6 persen menjadi Rp268,3 triliun.

Simpanan nasabah () juga menunjukkan tren positif, naik 3,9 persen YoY menjadi Rp192,8 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan CASA (Current Account Savings Account) yang mencapai 20,1 persen, sehingga rasio CASA naik menjadi 63,9 persen.

1. Stabilitas Likuiditas dan Permodalan

Permata Bank menjaga likuiditas dan struktur permodalan yang kuat meski menghadapi gejolak ekonomi global. Rasio Loan-to-Deposit (LDR) tercatat di kisaran 84,5 persen, menunjukkan bahwa bank ini memiliki cadangan dana yang cukup untuk menyalurkan kredit.

Rasio likuiditas Basel III juga berada jauh di atas ambang batas minimum. Dengan LCR (Liquidity Coverage Ratio) rata-rata sebesar 296,5 persen dan NSFR (Net Stable Funding Ratio) mencapai 126,8 persen.

Struktur permodalan bank ini sangat solid. Rasio CAR (Capital Adequacy Ratio) mencapai 34,6 persen dan CET-1 (Common Equity Tier 1) sebesar 26,6 persen. Angka ini menjadikan Permata Bank sebagai salah satu bank dengan terkuat di antara bank umum komersial besar di Indonesia.

2. Penyaluran Kredit yang Terus Meningkat

Penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 5,5 persen YoY hingga mencapai Rp163,3 triliun. Pertumbuhan ini didominasi oleh segmen korporasi yang naik 11,2 persen menjadi Rp99,6 triliun.

Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL (Non-Performing Loan) Gross berada di level 2,1 persen. Sementara Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 6,3 persen, menunjukkan manajemen risiko yang efektif.

3. Pengelolaan Risiko Kredit Bermasalah

Permata Bank mempertahankan tingkat pencadangan yang konservatif. Rasio NPL Coverage mencapai 356 persen dan LAR Coverage sebesar 118 persen. Angka ini menunjukkan bahwa bank telah menyiapkan dana cadangan yang memadai untuk mengantisipasi risiko kredit bermasalah.

Langkah proaktif juga diambil melalui restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset untuk menyelesaikan kredit bermasalah secara efisien.

Perbandingan Kinerja Keuangan Permata Bank (2024 vs 2025)

Indikator 2024 2025 Pertumbuhan (%)
Rp3,2 T Rp3,6 T +12,5%
Total Pendapatan Rp12,1 T Rp12,6 T +3,8%
Pendapatan Non Bunga Rp1,9 T Rp2,6 T +34,1%
Total Aset Rp258,9 T Rp268,3 T +3,6%
Simpanan Nasabah (DPK) Rp185,6 T Rp192,8 T +3,9%
Penyaluran Kredit Rp154,8 T Rp163,3 T +5,5%

Catatan: Data bersifat estimasi berdasarkan tahunan dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi .

4. Strategi Jangka Panjang dan Kepercayaan Pemangku Kepentingan

Permata Bank terus menjaga momentum pertumbuhan dengan pendekatan yang disiplin dan berfokus pada nasabah. Dukungan penuh dari Bangkok Bank sebagai pemegang saham mayoritas turut memperkuat posisi bank di tengah persaingan industri perbankan.

Bank juga terus memperluas jangkauan layanan digital dan mengembangkan -produk inovatif yang sesuai dengan ritel maupun korporasi.

5. Pandangan Ekonomi dan Prospek Ke Depan

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menyampaikan bahwa prospek ekonomi Indonesia ke depan masih menunjukkan tanda-tanda positif. Meskipun tantangan global masih ada, pertumbuhan domestik yang stabil serta kebijakan moneter yang konsisten memberikan ruang bagi bank untuk terus berkembang.

Permata Bank optimis dapat mempertahankan kinerja positif di tahun-tahun mendatang dengan tetap menjaga prinsip tata kelola yang baik dan fokus pada inovasi layanan.

6. Fokus pada Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial

Selain aspek finansial, Permata Bank juga aktif dalam program keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan. Program-program yang digeluti mencakup pendidikan, lingkungan hidup, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Langkah ini tidak hanya memperkuat citra positif bank, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang yang berkelanjutan bagi ekosistem bisnis dan masyarakat luas.

Permata Bank terbukti mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan finansial dan stabilitas operasional. Dengan fondasi yang kuat serta strategi jangka panjang yang jelas, bank ini siap menghadapi tantangan dan peluang di .

Disclaimer: Data yang disajikan bersifat estimasi berdasarkan laporan keuangan tahunan dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan kondisi makro ekonomi serta kebijakan internal bank.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.