PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan pencapaian luar biasa sepanjang 2025. Laba bersih tahun berjalan konsolidasian mencapai Rp61,34 triliun. Angka ini menunjukkan kinerja yang solid, sekaligus mencerminkan pertumbuhan yang stabil dari berbagai anak usaha di bawah naungan grup perbankan terbesar di Indonesia tersebut.
Salah satu pilar penting dalam pencapaian ini adalah kontribusi dari anak usaha Mandiri. Secara konsolidasi, anak perusahaan Mandiri mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp11,68 triliun. Meski pertumbuhan hanya 1,10% dibandingkan tahun sebelumnya, kontribusi ini tetap signifikan dalam mendukung kinerja keuangan keseluruhan grup.
Porsi Laba dari Anak Usaha Mandiri
Laba bersih setelah pajak dari anak usaha ini terus meningkat. Pada 2025, kontribusi laba anak usaha mencapai Rp11,68 triliun, naik dari Rp11,55 triliun pada 2024. Meski kenaikan terlihat kecil, angka ini tetap menunjukkan konsistensi dan stabilitas bisnis anak usaha Mandiri dalam mendukung kinerja induk.
Selain itu, laba yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2025, laba tersebut mencapai Rp6,44 triliun, naik 4,59% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,15 triliun. Ini menunjukkan bahwa investor asing atau mitra strategis juga ikut menikmati pertumbuhan yang dialami oleh anak usaha Mandiri.
1. PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS)
Sebagai salah satu anak usaha paling menonjol, Bank Syariah Indonesia (BRIS) menjadi penyumbang terbesar laba bersih anak usaha Mandiri. Pada 2025, BRIS mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp7,56 triliun. Angka ini setara dengan 71,5% dari total kontribusi laba bersih anak usaha Mandiri.
BRIS juga menunjukkan pertumbuhan aset yang solid. Total aset bank syariah terbesar di Tanah Air ini mencapai Rp456,20 triliun, naik 11,6% secara tahunan. Kenaikan ini menunjukkan bahwa bank syariah ini terus mendapat kepercayaan dari nasabah, sekaligus memperluas jaringan dan layanan.
2. PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)
Di posisi kedua, PT Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,58 triliun. Kontribusinya mencapai 11,4% dari total laba bersih anak usaha Mandiri. Bank yang berfokus pada pensiunan dan pegawai BUMN ini terus menunjukkan konsistensi dalam kinerjanya.
Total aset Bank Mantap juga tumbuh 8,23% secara tahunan, mencapai Rp73,02 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa bank ini tetap relevan dan terus berkembang meskipun berada di segmen pasar yang cukup spesifik.
3. AXA Mandiri Financial Services
AXA Mandiri Financial Services, perusahaan patungan antara Bank Mandiri dan AXA Group, mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,22 triliun. Kontribusinya mencapai 7,04% dari total laba bersih anak usaha Mandiri.
Perusahaan ini juga mencatatkan total aset senilai Rp44,90 triliun, naik 2,61% secara tahunan. Meskipun pertumbuhan asetnya terbilang moderat, kontribusi laba yang stabil menunjukkan bahwa bisnis asuransi dan layanan keuangan ini tetap menguntungkan.
4. Mandiri Tunas Finance (MTF)
Mandiri Tunas Finance (MTF) menempati posisi keempat dengan laba bersih setelah pajak sebesar Rp401 miliar. Kontribusinya mencapai 4,39% dari total laba bersih anak usaha Mandiri. MTF bergerak di bidang pembiayaan kendaraan bermotor dan terus menunjukkan konsistensi dalam memberikan layanan kepada konsumen.
5. Mandiri Utama Finance (MUF)
Mandiri Utama Finance (MUF) berada di posisi kelima dengan laba bersih setelah pajak sebesar Rp400 miliar. Kontribusinya mencapai 2,94% dari total laba bersih anak usaha Mandiri. MUF berfokus pada layanan pembiayaan konsumtif dan terus memperluas jaringan operasionalnya di berbagai wilayah Indonesia.
Anak Usaha Lainnya dengan Kontribusi Lebih Kecil
Selain lima anak usaha utama, ada beberapa perusahaan lain yang juga memberikan kontribusi, meskipun dalam porsi yang lebih kecil. Mandiri Capital menyumbang 1,00%, Mandiri Sekuritas 0,88%, Bank Mandiri Europe Limited 0,78%, dan Mandiri Remittance hanya 0,01% dari total laba bersih anak usaha Mandiri.
Meskipun porsinya kecil, pertumbuhan aset dari beberapa anak usaha ini tetap menunjukkan potensi. Misalnya, aset Bank Mandiri Europe Limited tumbuh 31,6% secara tahunan menjadi Rp4,97 triliun. Sementara Mandiri Sekuritas mengalami sedikit penurunan aset sebesar 1,53% menjadi Rp5,60 triliun.
Tabel Kontribusi Laba Bersih Anak Usaha Mandiri (2025)
| Nama Anak Usaha | Laba Bersih Setelah Pajak | Kontribusi (%) |
|---|---|---|
| Bank Syariah Indonesia (BRIS) | Rp7,56 triliun | 71,5% |
| Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) | Rp1,58 triliun | 11,4% |
| AXA Mandiri Financial Services | Rp1,22 triliun | 7,04% |
| Mandiri Tunas Finance (MTF) | Rp401 miliar | 4,39% |
| Mandiri Utama Finance (MUF) | Rp400 miliar | 2,94% |
| Mandiri Capital | Rp174 miliar | 1,00% |
| Mandiri Sekuritas | Rp153 miliar | 0,88% |
| Bank Mandiri Europe Limited | Rp136 miliar | 0,78% |
| Mandiri Remittance | Rp2 miliar | 0,01% |
| Total | Rp11,68 triliun | 100% |
Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun 2025. Nilai dan persentase dapat berubah seiring dengan pelaporan resmi dan kondisi makro ekonomi yang dinamis.
Pertumbuhan Aset Anak Usaha Mandiri
Pertumbuhan aset anak usaha Mandiri juga menjadi indikator penting dalam menilai kesehatan keuangan mereka. Sebagian besar anak usaha mencatatkan pertumbuhan aset positif, meskipun ada beberapa yang mengalami fluktuasi kecil.
Bank Syariah Indonesia dan Bank Mantap menjadi dua anak usaha dengan pertumbuhan aset tertinggi. BRIS mencatatkan pertumbuhan aset 11,6% YoY, sementara Bank Mantap tumbuh 8,23% YoY. Ini menunjukkan bahwa kedua bank ini terus memperluas operasional dan layanan mereka.
AXA Mandiri Financial Services juga mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 2,61% YoY. Meskipun angkanya tidak besar, stabilitas ini menunjukkan bahwa bisnis asuransi tetap konsisten memberikan kontribusi.
Di sisi lain, Mandiri Sekuritas mengalami sedikit penurunan aset sebesar 1,53%. Penurunan ini bisa disebabkan oleh dinamika pasar modal yang fluktuatif selama tahun 2025.
Kesimpulan
Anak usaha Bank Mandiri Group terus menunjukkan kinerja yang solid sepanjang 2025. Laba bersih setelah pajak mencapai Rp11,68 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari Bank Syariah Indonesia. Pertumbuhan aset yang sebagian besar positif menunjukkan bahwa anak usaha ini tetap kompetitif dan relevan di tengah persaingan bisnis keuangan yang ketat.
Dengan struktur bisnis yang terdiversifikasi, mulai dari perbankan, asuransi, hingga pembiayaan, anak usaha Mandiri menjadi pilar penting dalam memperkuat kinerja keuangan grup secara keseluruhan. Meskipun ada beberapa fluktuasi kecil, kinerja mereka secara umum tetap menunjukkan tren positif.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













