Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (25/2/2026). Pagi ini, nilai tukar rupiah dibuka di level Rp16.833 per dolar AS, melemah 4 poin atau sekitar 0,02% dibanding penutupan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi meski indeks dolar AS juga tercatat turun tipis sebesar 0,06% ke level 97,78.
Sentimen global dan dinamika ekonomi domestik menjadi pendorong utama pergerakan rupiah. Di tengah ketegangan geopolitik, terutama terkait pembicaraan nuklir antara Iran dan AS yang akan berlangsung di Jenewa, investor cenderung lebih waspada. Sementara itu, kebijakan perdagangan yang diumumkan mantan Presiden AS, Donald Trump, soal kenaikan tarif impor juga menjadi salah satu faktor yang memberi tekanan pada mata uang regional, termasuk rupiah.
Di dalam negeri, pemerintah mencatat penarikan utang baru sebesar Rp127,3 triliun sepanjang Januari 2026. Angka ini menyumbang sekitar 15,3% dari total target penerimaan APBN tahun ini yang mencapai Rp832,2 triliun. Meski begitu, pembiayaan non-utang mencatat surplus minus Rp22,2 triliun, menunjukkan bahwa tidak semua aktivitas fiskal berdampak langsung pada peningkatan utang negara.
Kurs Dolar AS di Empat Bank Besar Hari Ini
Pergerakan nilai tukar rupiah yang fluktuatif membuat banyak orang lebih memilih untuk memantau langsung kurs jual beli dolar AS di bank-bank besar. Berikut adalah rincian kurs terbaru di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI pagi ini.
1. Kurs Dolar AS di BCA Hari Ini
Bank Central Asia (BCA) menetapkan kurs dolar AS pada pukul 09.29 WIB. Untuk transaksi e-rate, harga beli dolar berada di level Rp16.827 dan harga jualnya Rp16.847. Sementara itu, untuk transaksi melalui TT Counter dan Bank Notes, kurs beli dan jual masing-masing berada di Rp16.670 dan Rp16.970.
2. Kurs Dolar AS di BRI Hari Ini
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat harga beli dolar AS sebesar Rp16.818 dan harga jual Rp16.845 untuk e-rate pada pukul 09.22 WIB. Untuk transaksi TT Counter, kurs beli dan jual masing-masing berada di Rp16.740 dan Rp16.940.
3. Kurs Dolar AS di Bank Mandiri Hari Ini
Bank Mandiri menetapkan kurs dolar AS berdasarkan special rate pada pukul 08.51 WIB, yaitu Rp16.815 untuk beli dan Rp16.845 untuk jual. Untuk transaksi TT Counter, kurs beli berada di Rp16.640 dan jual di Rp16.940. Sedangkan untuk Bank Notes, kurs beli dan jual masing-masing sebesar Rp16.625 dan Rp16.925.
4. Kurs Dolar AS di BNI Hari Ini
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatat harga beli dolar AS sebesar Rp16.822 dan harga jual Rp16.842 berdasarkan special rates pada pukul 09.20 WIB. Untuk transaksi TT Counter dan Bank Notes, kurs beli berada di Rp16.735 dan jual di Rp16.995.
Perbandingan Kurs Dolar AS di Empat Bank Besar
Untuk memudahkan perbandingan, berikut tabel kurs jual beli dolar AS di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI hari ini:
| Bank | Jenis Transaksi | Kurs Beli (Rp) | Kurs Jual (Rp) |
|---|---|---|---|
| BCA | E-Rate | 16.827 | 16.847 |
| BCA | TT Counter | 16.670 | 16.970 |
| BRI | E-Rate | 16.818 | 16.845 |
| BRI | TT Counter | 16.740 | 16.940 |
| Mandiri | Special Rate | 16.815 | 16.845 |
| Mandiri | TT Counter | 16.640 | 16.940 |
| BNI | Special Rate | 16.822 | 16.842 |
| BNI | TT Counter | 16.735 | 16.995 |
Faktor yang Mempengaruhi Pelemahan Rupiah
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang saling terkait dan memberi dampak langsung pada nilai tukar mata uang lokal.
1. Sentimen Global
Ketegangan antara Iran dan AS terkait program nuklir menjadi perhatian pasar internasional. Investor cenderung menghindari aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.
2. Kebijakan Perdagangan Trump
Ancaman kenaikan tarif impor dari mantan Presiden AS, Donald Trump, memicu ketidakpastian di pasar global. Kebijakan ini berpotensi mengganggu rantai perdagangan internasional dan memicu volatilitas mata uang.
3. Defisit Pembiayaan Non-Utang
Meski pembiayaan non-utang mencatat surplus minus Rp22,2 triliun, angka tersebut masih jauh dari target APBN. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah masih mengandalkan utang untuk memenuhi kebutuhan fiskalnya.
Tips Mengantisipasi Fluktuasi Kurs
Menghadapi fluktuasi nilai tukar, masyarakat sebaiknya tidak hanya pasif menunggu. Ada beberapa langkah yang bisa diambil agar tidak terjebak kerugian akibat pergerakan rupiah yang tak menentu.
1. Pantau Kurs Secara Berkala
Mengikuti perkembangan kurs secara rutin, terutama saat akan melakukan transaksi valuta asing, bisa membantu menghindari kerugian akibat selisih harga yang besar.
2. Pilih Bank dengan Kurs Kompetitif
Tidak semua bank menawarkan kurs yang sama. Membandingkan harga beli dan jual di berbagai bank bisa memberi keuntungan lebih, terutama jika transaksi dilakukan dalam jumlah besar.
3. Gunakan Produk Lindung Nilai
Bank menawarkan berbagai produk lindung nilai seperti forward rate dan currency swap yang bisa digunakan untuk mengunci nilai tukar di masa depan.
Disclaimer
Data kurs yang tercantum dalam artikel ini bersifat mengacu pada informasi yang tersedia pada pagi hari Rabu (25/2/2026) dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar. Pembaca disarankan untuk memverifikasi kembali kurs terbaru langsung ke bank masing-masing sebelum melakukan transaksi.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













