PT Bank Jago Tbk (ARTO) belum menempatkan rencana spin-off unit usaha syariah sebagai agenda utama. Meski sudah beroperasi sejak 2021, Jago Syariah masih dalam tahap pengembangan awal. Fokus saat ini justru tertuju pada peningkatan jumlah pengguna dan kepuasan layanan.
Manajemen Bank Jago menyatakan bahwa pemisahan usaha syariah bukan prioritas mendesak. Langkah itu baru akan dipertimbangkan ketika seluruh kriteria yang ditetapkan regulator telah terpenuhi. Untuk saat ini, strategi bisnis lebih ditujukan pada pertumbuhan organik dan penguatan fondasi bisnis digital.
Alasan Spin-Off Jago Syariah Belum Jadi Prioritas
1. Usia Bisnis yang Masih Relatif Muda
Bank Jago baru berdiri pada tahun 2020. Sementara Jago Syariah baru mulai beroperasi pada 2021. Dengan usia yang belum genap lima tahun, keduanya masih dalam fase awal pengembangan. Fokus utama saat ini adalah memperkuat basis pengguna dan membangun kepercayaan nasabah.
2. Pertumbuhan Pengguna Masih Menjanjikan
Hingga akhir 2025, jumlah pengguna Jago Syariah mencapai hampir 2,4 juta nasabah. Angka ini naik 16,5% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap layanan perbankan syariah digital terus meningkat.
3. Kebijakan Regulator Belum Mendesak
Regulator memang mewajibkan bank umum konvensional yang memiliki unit usaha syariah untuk melakukan spin-off. Namun, ketentuan ini memiliki batas waktu dan syarat tertentu. Saat ini, Bank Jago belum memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Strategi Jago Syariah Menuju Kemandirian
1. Meningkatkan Kepuasan Nasabah
Salah satu fokus utama Jago Syariah adalah meningkatkan kepuasan pengguna. Dengan layanan yang mudah, transparan, dan sesuai prinsip syariah, bank ini berusaha membangun loyalitas nasabah sejak dini.
2. Memperluas Basis Pengguna
Pertumbuhan jumlah pengguna menjadi indikator utama keberhasilan bisnis. Semakin banyak nasabah yang mempercayakan dana dan kebutuhan finansialnya, maka pertumbuhan aset dan pendapatan akan mengikuti secara alami.
3. Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah
Jago Syariah juga aktif dalam program edukasi keuangan syariah. Tujuannya agar masyarakat lebih memahami manfaat dan keunggulan perbankan syariah, serta mendorong adopsi yang lebih luas.
Perbandingan Kinerja Jago dan Jago Syariah (2023–2025)
| Tahun | Jumlah Pengguna Jago | Jumlah Pengguna Jago Syariah | Pertumbuhan YoY Jago Syariah |
|---|---|---|---|
| 2023 | 4,2 juta | 1,8 juta | 22% |
| 2024 | 5,1 juta | 2,1 juta | 16,7% |
| 2025 | 6,0 juta | 2,4 juta | 16,5% |
Catatan: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai laporan resmi perusahaan.
Kapan Spin-Off Jago Syariah Bisa Terjadi?
1. Memenuhi Syarat Regulasi
Spin-off hanya bisa dilakukan jika seluruh kriteria OJK telah terpenuhi. Ini termasuk aset minimum, jumlah nasabah, struktur modal, dan kesiapan manajemen.
2. Kesiapan Infrastruktur dan Teknologi
Sebagai bank digital, Jago Syariah harus memiliki sistem teknologi yang mandiri dan handal. Ini penting untuk mendukung operasional bank syariah yang berdiri sendiri.
3. Stabilitas Finansial
Bank yang di-spin off harus menunjukkan kinerja keuangan yang stabil. Ini mencakup pertumbuhan dana pihak ketiga, rasio kesehatan bank, dan profitabilitas jangka panjang.
Keuntungan dan Tantangan Spin-Off Jago Syariah
Keuntungan
- Meningkatkan fokus pada pengembangan produk syariah
- Meningkatkan citra sebagai bank syariah yang profesional
- Memenuhi regulasi OJK secara proaktif
Tantangan
- Memerlukan investasi besar untuk infrastruktur
- Risiko kehilangan sinergi dengan unit usaha konvensional
- Perlu waktu untuk membangun brand awareness secara mandiri
Apa Kata Manajemen Soal Rencana Ini?
Head of Sharia Business Bank Jago, Waasi Sumintardja, menyampaikan bahwa fokus saat ini adalah memperkuat fondasi bisnis. Ia menyebut bahwa ukuran keberhasilan sebuah bank bukan hanya dari aset, tapi dari jumlah dan kepuasan pengguna.
“Bagi Jago dan Jago Syariah, pengguna dan kepuasan penggunanya itu yang paling penting. Karena kalau angkanya pasti ngikutin,” ujar Waasi.
Ia juga menegaskan bahwa ketika kepercayaan nasabah meningkat, maka pertumbuhan dana pihak ketiga dan pembiayaan akan mengikuti secara alami.
Kesimpulan
Rencana spin-off Jago Syariah memang belum menjadi agenda utama. Bank Jago lebih memilih fokus pada pertumbuhan organik dan penguatan layanan digital. Namun, langkah ini tetap akan dilakukan ketika seluruh syarat telah terpenuhi dan kondisi dianggap tepat.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu. Keputusan resmi terkait spin-off akan disesuaikan dengan regulasi dan kondisi bisnis yang berlaku.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













