Bank Maybank Indonesia terus menggenjot pertumbuhan bisnis usaha kecil dan menengah (SME). Langkah ini sejalan dengan komitmen bank untuk terus mendukung pengembangan sektor UKM di Tanah Air. Tidak hanya itu, Maybank juga menjadikan pembiayaan syariah sebagai salah satu pilar utama dalam strategi pengembangan bisnisnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, peran pembiayaan syariah terus meningkat. Hal ini seiring dengan pertumbuhan permintaan dari pelaku usaha yang lebih memilih skema keuangan berbasis syariah. Maybank melihat potensi besar di segmen ini dan terus mengembangkan produk-produk yang sesuai dengan prinsip syariah.
Fokus pada Pembiayaan Syariah untuk SME
Maybank Indonesia tidak main-main dalam mengembangkan bisnis pembiayaan syariah. Bank ini memanfaatkan jaringan regional dari Maybank Group dan Maybank Islamic untuk memberikan layanan yang kompetitif dan andal. Produk unggulan seperti Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) menjadi andalan dalam melayani kebutuhan pembiayaan nasabah SME.
Produk IMBT ini merupakan bentuk leasing syariah yang memungkinkan nasabah memiliki aset secara bertahap sesuai dengan prinsip syariah. Skema ini sangat diminati oleh pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya tanpa harus mengeluarkan dana besar sekaligus.
1. Peningkatan Porsi Pembiayaan Syariah
Porsi pembiayaan syariah terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2020, hanya sekitar 14 persen dari total pembiayaan SME yang bersifat syariah. Namun pada 2025, angka ini melonjak menjadi 32 persen. Ini menunjukkan bahwa minat terhadap pembiayaan syariah semakin besar di kalangan pelaku usaha.
2. Target Peningkatan Kualitas Portofolio
Meskipun terus mengejar pertumbuhan, Maybank tetap menjaga kualitas portofolio pembiayaan. Bank ini berkomitmen untuk tidak mengorbankan kualitas demi kuantitas. Dengan begitu, risiko kredit tetap terjaga dan pertumbuhan bisnis berjalan berkelanjutan.
Strategi One Maybank untuk Dukung SME
Maybank Indonesia tidak bekerja sendirian dalam mengembangkan bisnis SME. Bank ini memanfaatkan sinergi antar entitas dalam Grup Maybank melalui program "Super Combo". Program ini memberikan solusi finansial terintegrasi bagi nasabah SME.
Solusi yang ditawarkan meliputi berbagai kebutuhan finansial, mulai dari KPR, Auto Loan, Payroll, Bancassurance, hingga kartu kredit. Dengan pendekatan ini, nasabah SME bisa mendapatkan layanan lengkap dalam satu ekosistem Maybank.
3. Pemanfaatan Jaringan Cabang
Cabang-cabang Maybank menjadi channel utama dalam pengembangan bisnis SME. Bank ini terus mengoptimalkan jaringan cabang untuk memberikan layanan yang lebih dekat dengan nasabah. Selain itu, fokus juga ditingkatkan pada pelayanan kepada nasabah eksisting agar loyalitas tetap terjaga.
4. Pengembangan Produk Berkelanjutan
Maybank terus mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Salah satunya adalah melalui penguatan komunitas bisnis berbasis ekonomi syariah. Bank ini juga terus meningkatkan komposisi dana murah untuk mendukung pertumbuhan laba.
Pertumbuhan CASA SME yang Menjanjikan
Salah satu indikator kinerja yang menunjukkan keberhasilan strategi Maybank adalah pertumbuhan CASA (Current Account and Savings Account) untuk segmen SME. Per Desember 2025, CASA segmen SME tumbuh 23,5% secara year-on-year menjadi mencapai Rp17,61 triliun.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa nasabah SME semakin nyaman menyimpan dananya di Maybank. Hal ini juga berdampak positif pada likuiditas bank dan pendapatan bunga net.
Tabel Pertumbuhan Pembiayaan dan CASA SME Maybank Indonesia (2020–2025)
| Tahun | Total Pembiayaan SME | Porsi Syariah | CASA SME (YoY) |
|---|---|---|---|
| 2020 | Rp18,5 triliun | 14% | – |
| 2022 | Rp20,1 triliun | 21% | 15,2% |
| 2024 | Rp21,8 triliun | 28% | 20,7% |
| 2025 | Rp22,32 triliun | 32% | 23,5% |
Potensi Pasar Syariah yang Masih Besar
Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Ini menjadikan industri keuangan syariah sebagai salah satu sektor dengan potensi pertumbuhan tinggi. Maybank Indonesia memanfaatkan peluang ini dengan terus mengembangkan produk dan layanan syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan dukungan teknologi dan inovasi, Maybank terus meningkatkan efisiensi layanan. Ini membuat proses pembiayaan menjadi lebih cepat dan transparan. Nasabah pun bisa lebih mudah mengakses berbagai produk syariah yang ditawarkan.
Kesimpulan
Maybank Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan bisnis SME. Dengan fokus pada pembiayaan syariah dan pemanfaatan sinergi grup, bank ini berhasil mencatat pertumbuhan yang solid. Strategi yang dijalankan tidak hanya berdampak pada peningkatan volume pembiayaan, tetapi juga pada peningkatan loyalitas nasabah dan kualitas portofolio.
Melihat tren saat ini, potensi pasar syariah masih sangat besar. Maybank pun siap memanfaatkannya dengan terus berinovasi dan menghadirkan solusi finansial terbaik bagi pelaku usaha.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga tahun 2025 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kondisi pasar dan kebijakan perusahaan.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













