Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana khas dengan antrean panjang di sejumlah titik penukaran uang baru mulai terlihat. Tradisi memberikan uang THR atau angpao Lebaran memang masih jadi bagian penting dari perayaan Idulfitri. Tapi di tengah semangat itu, muncul pertanyaan yang sering terlupakan: apakah tukar uang baru ada biaya admin?
Jawabannya nggak selalu. Tapi, tergantung di mana dan bagaimana proses penukarannya. Ada yang gratis, ada juga yang kena potongan. Nah, biar nggak salah pilih tempat dan kecolongan biaya tak terduga, penting banget tahu dulu bedanya penukaran resmi dan tidak resmi.
Penukaran Uang Resmi: Gratis Tanpa Potongan
Penukaran uang baru melalui bank atau layanan resmi seperti Bank Indonesia benar-benar tidak dikenakan biaya tambahan. Artinya, nominal yang ditukarkan akan diterima utuh, tanpa ada potongan sepeser pun.
Bank-bank besar seperti BNI, Mandiri, BRI, BCA, BSI, hingga BTN biasanya menyediakan layanan ini. Masyarakat bisa datang langsung ke cabang terdekat dan menukar uang lama dengan uang baru sesuai kebutuhan. Misalnya, kalau tukar Rp1 juta, ya tetap dapat Rp1 juta.
Tapi, ada syarat dan ketentuan yang perlu diperhatikan. Biasanya, penukaran ini hanya bisa dilakukan menjelang Lebaran dan jumlahnya terbatas. Jadi, kalau nggak buru-buru, bisa kehabisan.
Penukaran Tidak Resmi: Waspada Ada Biaya Admin
Berbeda dengan penukaran resmi, tempat penukaran tidak resmi—biasanya di pinggir jalan atau lewat oknum tertentu—sering kali mengenakan biaya jasa. Biaya ini bisa mencapai 10 hingga 15 persen dari total uang yang ditukarkan.
Contoh kasus: kalau tukar Rp1 juta di tempat tidak resmi, bisa jadi uang yang diterima cuma sekitar Rp850.000 hingga Rp900.000. Uangnya berkurang karena ada potongan biaya jasa. Nggak hanya itu, risiko lain seperti uang palsu atau tidak sesuai pecahan juga mungkin terjadi.
Program SERAMBI 2026: Solusi Penukaran Resmi dan Mudah
Bank Indonesia setiap tahun menghadirkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) untuk mempermudah masyarakat mendapatkan uang baru menjelang Lebaran. Tahun ini, SERAMBI 2026 kembali hadir dengan layanan Kas Keliling yang bisa dipesan secara daring.
1. Jadwal Pemesanan dan Penukaran
Pemesanan penukaran uang melalui program SERAMBI dibuka secara bertahap:
- Pulau Jawa: Mulai Selasa, 24 Februari 2026 pukul 08.00 WIB
- Luar Pulau Jawa: Mulai Jumat, 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB
Layanan penukaran berlangsung dari 28 Februari hingga 15 Maret 2026 di titik-titik Kas Keliling yang telah ditentukan. Pemesanan dilakukan secara online melalui situs pintar.bi.go.id dan kuota terbatas.
2. Ketentuan Penukaran
Sebelum ikut program ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses penukaran berjalan lancar:
- Pemesanan harus dilakukan secara online.
- Harus membawa bukti pemesanan (cetak atau digital) dan KTP asli.
- Jadwal dan lokasi penukaran harus sesuai dengan yang dipilih saat pendaftaran.
- Bukti pemesanan tidak bisa dipindah atau diubah.
- NIK yang sudah digunakan tidak bisa digunakan kembali sebelum jadwal sebelumnya terlewati.
- Uang yang ditukarkan harus sesuai dengan pecahan dan nominal yang tercantum di bukti pemesanan.
- Batas maksimal penukaran per orang adalah Rp5.300.000.
Rincian Pecahan Uang yang Bisa Ditukar
Berikut rincian maksimal penukaran uang baru melalui SERAMBI 2026:
| Pecahan | Jumlah Lembar | Total Nilai |
|---|---|---|
| Rp50.000 | 50 lembar | Rp2.500.000 |
| Rp20.000 | 50 lembar | Rp1.000.000 |
| Rp10.000 | 100 lembar | Rp1.000.000 |
| Rp5.000 | 100 lembar | Rp500.000 |
| Rp2.000 | 100 lembar | Rp200.000 |
| Rp1.000 | 100 lembar | Rp100.000 |
| Total | Rp5.300.000 |
3. Cara Pesan Tukar Uang Baru di PINTAR BI
Agar tidak kehabisan kuota, masyarakat disarankan untuk langsung memesan begitu pendaftaran dibuka. Berikut langkah-langkahnya:
- Buka situs pintar.bi.go.id
- Pilih menu “Penukaran Uang Rupiah melalui Kas Keliling”
- Pilih provinsi lokasi penukaran
- Klik “Lihat Lokasi” untuk melihat titik Kas Keliling
- Tentukan tanggal dan jam layanan yang tersedia
- Klik “Pilih”
- Isi data sesuai KTP: NIK, nama lengkap, nomor telepon
- Pilih nominal dan pecahan uang yang diinginkan
- Masukkan kode captcha
- Klik “Pesan” dan unduh bukti pemesanan
Saat sistem sedang ramai, pengguna bisa masuk ke ruang tunggu dengan estimasi waktu antrean yang diperbarui secara otomatis.
Tips Aman saat Menukar Uang Baru
Selain memilih tempat resmi, ada beberapa hal teknis yang juga perlu diperhatikan agar penukaran lancar dan aman:
- Uang yang ditukarkan harus dipilah berdasarkan pecahan dan tahun emisi.
- Susun uang searah dan pisahkan antara uang layak edar dan tidak layak edar.
- Jangan menempel uang dengan selotip, lakban, perekat, atau staples.
- Pastikan semua data sesuai dengan KTP untuk menghindari kendala saat verifikasi.
Disclaimer
Informasi di atas bersifat panduan dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Bank Indonesia. Jadwal, kuota, dan ketentuan teknis bisa diperbarui tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Pastikan selalu mengakses informasi resmi di pintar.bi.go.id untuk data terkini.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













