Guncangan bumi berkekuatan 7,6 magnitudo menggetarkan wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026) dini hari. Meski begitu, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. atau BRIS memastikan bahwa layanan operasional cabang tetap berjalan normal. Sebagian besar unit kerja bank ini tidak mengalami gangguan signifikan meski terguncang gempa.
Hanya satu cabang yang terdampak, yakni KCP Manado Sam Ratulangi. Gangguan tersebut membuat genset di lokasi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Namun, pihak bank langsung mengambil langkah antisipatif dengan mengalihkan operasional ke cabang lain yang lebih aman dan stabil.
Dampak Gempa terhadap Operasional BSI
1. Status Layanan Cabang BSI Pasca-Gempa
Sebagian besar cabang BSI di wilayah terdampak gempa masih bisa beroperasi normal. Hanya satu titik yang mengalami kendala teknis, terutama pada sistem kelistrikan. Meski begitu, tidak ada transaksi yang terganggu karena alih fungsi dilakukan dengan cepat.
- Cabang aktif: Mayoritas beroperasi normal
- Cabang terdampak: KCP Manado Sam Ratulangi
- Solusi: Pengalihan layanan ke cabang terdekat
2. Kondisi ATM BSI di Wilayah Terdampak
Selain cabang, sejumlah mesin ATM juga sempat bermasalah. Dari total 41 unit ATM yang tersebar di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya, dua di antaranya mengalami gangguan teknis. Sementara 39 lainnya tetap berfungsi sebagaimana biasa.
- Total ATM: 41 unit
- ATM terganggu: 2 unit
- ATM normal: 39 unit
Prioritas Utama: Keselamatan Karyawan dan Masyarakat
3. Penanganan Darurat Pasca-Gempa
Langkah pertama yang diambil BSI adalah memastikan seluruh karyawan dalam kondisi aman. Tidak ada laporan korban jiwa atau cedera serius di antara staf bank. Selanjutnya, tim manajemen melakukan pendataan aset untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural yang membahayakan.
- Prioritas pertama: Keselamatan karyawan
- Langkah kedua: Pendataan aset dan infrastruktur
- Fokus ketiga: Pemulihan layanan yang terganggu
4. Koordinasi Internal dan Eksternal
BSI langsung melakukan koordinasi internal untuk memastikan semua unit bisa tetap melayani nasabah secara maksimal. Tim teknis dikerahkan untuk memperbaiki genset yang rusak serta memastikan ATM kembali beroperasi penuh.
- Tim teknis dikerahkan ke lokasi terdampak
- Koordinasi dengan otoritas setempat
- Pemantauan kondisi secara real-time
Data Gempa dan Potensi Tsunami
5. Rincian Teknis Gempa Bitung
Gempa yang terjadi di perairan Bitung merupakan jenis gempa dangkal dengan kedalaman 62 kilometer. Pusat gempa berada di koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT. Kekuatan magnitudo 7,6 membuat getaran dirasakan hingga ke beberapa wilayah sekitarnya.
| Parameter | Detail |
|---|---|
| Magnitudo | 7,6 |
| Kedalaman | 62 km |
| Lokasi | 1,25 LU – 126,25 BT |
| Waktu | 05.48 WIB |
| Tanggal | 2 April 2026 |
6. Peringatan Dini Tsunami dan Dampaknya
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami pasca-gempa. Beberapa wilayah seperti Bitung, Ternate, dan Minahasa Utara masuk dalam zona rawan. BMKG mencatat adanya gelombang tsunami dengan ketinggian beragam di lokasi-lokasi tersebut.
| Wilayah | Tinggi Gelombang Tsunami |
|---|---|
| Halmahera Barat | 0,3 meter |
| Bitung | 0,2 meter |
| Minahasa Utara | 0,75 meter |
Respons BSI terhadap Situasi Darurat
7. Strategi Jangka Pendek
Langkah responsif BSI tidak hanya berhenti pada pemulihan layanan. Bank ini juga memperkuat komunikasi dengan nasabah melalui kanal digital. Informasi terkait gangguan layanan dan solusi pengganti disampaikan secara transparan agar tidak terjadi kepanikan atau kesalahpahaman.
8. Evaluasi dan Peningkatan Sistem
Pasca-kejadian, BSI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan kesiapan darurat. Termasuk di dalamnya adalah pengecekan ulang infrastruktur teknologi, sistem backup, serta protokol evakuasi di setiap cabang.
Kesimpulan
Meski terguncang gempa bumi berkekuatan tinggi, BSI tetap mampu menjaga operasionalnya tetap berjalan. Respons cepat, koordinasi internal yang solid, serta perhatian terhadap keselamatan karyawan menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi darurat ini. Dengan sebagian besar layanan tetap normal, masyarakat tetap bisa mengandalkan bank syariah ini untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi di lapangan. Data gempa dan tinggi gelombang tsunami bersifat sesuai catatan BMKG per tanggal kejadian.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.












