Berapa sebenarnya harga token listrik di tahun 2026 ini?
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu yang paling banyak dicari masyarakat Indonesia di awal Januari 2026. PT PLN (Persero) melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan tarif listrik untuk Triwulan I (Januari-Maret 2026) yang berlaku bagi seluruh pelanggan prabayar maupun pascabayar di seluruh Indonesia.
Nah, kabar baiknya tarif listrik 2026 tidak mengalami kenaikan. Berdasarkan keterangan resmi Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik Triwulan I Tahun 2026 tetap stabil demi menjaga daya beli masyarakat. Penetapan ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero).
Artikel ini menyajikan daftar lengkap harga token listrik 2026 untuk semua golongan—mulai dari pelanggan subsidi, non-subsidi rumah tangga, hingga tarif bisnis dan industri—beserta cara menghitung kWh dan simulasi pembelian token.
Daftar Tarif Token Listrik Subsidi 2026 per kWh
Tarif listrik bersubsidi diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.
Program subsidi ini merupakan bentuk perlindungan sosial pemerintah agar masyarakat berpenghasilan rendah tetap bisa mengakses listrik dengan harga terjangkau.
Golongan R-1 Daya 450 VA
Pelanggan dengan daya 450 VA merupakan golongan penerima subsidi terbesar dari pemerintah.
Tarif yang berlaku untuk golongan ini adalah Rp415 per kWh—jauh lebih murah dibandingkan tarif keekonomian. Selain tarif rendah, pelanggan 450 VA juga berhak mendapatkan diskon listrik 50% yang disalurkan melalui mekanisme token gratis atau potongan tagihan.
Golongan R-1 Daya 900 VA Subsidi
Pelanggan 900 VA terbagi menjadi dua kategori: subsidi dan non-subsidi (RTM/Rumah Tangga Mampu).
Bagi pelanggan 900 VA yang terdaftar di DTSEN, tarif yang berlaku adalah Rp605 per kWh. Golongan ini juga berhak mendapatkan diskon listrik 25% sebagai bagian dari program perlindungan sosial. Status subsidi bisa dicek melalui kode tarif di struk pembelian token—jika tertulis “R1/900VA” berarti subsidi, sedangkan “R1M/900VA” berarti non-subsidi.
Daftar Tarif Token Listrik Non-Subsidi 2026 per kWh
Pelanggan non-subsidi dikenakan tarif keekonomian yang mengikuti mekanisme tariff adjustment setiap triwulan.
Penetapan tarif ini mempertimbangkan empat indikator ekonomi makro: kurs rupiah terhadap dolar AS, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA).
Golongan R-1 Daya 900 VA RTM (Rumah Tangga Mampu)
Pelanggan 900 VA yang tidak terdaftar di DTSEN dikenakan tarif non-subsidi atau tarif keekonomian.
Tarif untuk golongan R-1/900 VA RTM adalah Rp1.352 per kWh. Perbedaan tarif dengan pelanggan subsidi cukup signifikan—lebih dari dua kali lipat. Jika merasa berhak mendapat subsidi, pengajuan bisa dilakukan melalui pendaftaran DTSEN di kelurahan atau desa setempat.
Golongan R-1 Daya 1.300 VA dan 2.200 VA
Golongan daya 1.300 VA merupakan yang paling banyak digunakan rumah tangga kelas menengah di Indonesia.
Tarif untuk pelanggan R-1/1.300 VA dan R-1/2.200 VA sama, yaitu Rp1.444,70 per kWh. Kedua golongan ini tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah karena dianggap mampu secara ekonomi.
Golongan R-2 dan R-3 (Daya Besar)
Pelanggan dengan daya 3.500 VA ke atas masuk dalam kategori golongan rumah tangga besar atau hunian mewah.
Berikut rincian tarifnya:
- Golongan R-2/TR (3.500 VA – 5.500 VA): Rp1.699,53 per kWh
- Golongan R-3/TR, TM (di atas 6.600 VA): Rp1.699,53 per kWh
Tarif untuk golongan R-2 dan R-3 merupakan yang tertinggi di kategori rumah tangga.
Tarif Listrik untuk Bisnis dan Industri 2026
Selain rumah tangga, PLN juga menetapkan tarif khusus untuk pelanggan bisnis, industri, sosial, dan pemerintah.
Berikut daftar tarif lengkap untuk kategori non-rumah tangga:
Tarif Listrik Bisnis:
- Golongan B-2/TR (6.600 VA – 200 kVA): Rp1.444,70 per kWh
- Golongan B-3/TM, TT (di atas 200 kVA): Rp1.114,74 per kWh
Tarif Listrik Industri:
- Golongan I-3/TM (di atas 200 kVA): Rp1.114,74 per kWh
- Golongan I-4/TT (di atas 30.000 kVA): Rp996,74 per kWh
Tarif Listrik Sosial:
- Golongan S-1/TR 450 VA: Rp325 per kWh
- Golongan S-1/TR 900 VA: Rp455 per kWh
- Golongan S-1/TR 1.300 VA: Rp708 per kWh
- Golongan S-1/TR 2.200 VA: Rp760 per kWh
- Golongan S-1/TR 3.500 VA – 200 kVA: Rp900 per kWh
- Golongan S-2/TM (di atas 200 kVA): Rp925 per kWh
Tarif Listrik Pemerintah:
- Golongan P-1/TR (6.600 VA – 200 kVA): Rp1.699,53 per kWh
- Golongan P-2/TM (di atas 200 kVA): Rp1.522,88 per kWh
- Golongan P-3/TR (Penerangan Jalan Umum): Rp1.699,53 per kWh
Tarif Listrik Layanan Khusus:
- Golongan L/TR, TM, TT: Rp1.644,52 per kWh
Tabel Perbandingan Tarif Listrik 2026 Semua Golongan
Berikut tabel lengkap perbandingan tarif listrik per kWh untuk semua golongan pelanggan PLN yang berlaku pada Triwulan I 2026.
Tabel ini bisa menjadi acuan untuk menghitung estimasi biaya listrik bulanan atau jumlah kWh yang didapat dari pembelian token.
| Golongan | Daya | Tarif per kWh | Status |
|---|---|---|---|
| R-1/TR | 450 VA | Rp415 | Subsidi |
| R-1/TR | 900 VA | Rp605 | Subsidi |
| R-1/TR RTM | 900 VA | Rp1.352 | Non-Subsidi |
| R-1/TR | 1.300 VA | Rp1.444,70 | Non-Subsidi |
| R-1/TR | 2.200 VA | Rp1.444,70 | Non-Subsidi |
| R-2/TR | 3.500 – 5.500 VA | Rp1.699,53 | Non-Subsidi |
| R-3/TR, TM | Di atas 6.600 VA | Rp1.699,53 | Non-Subsidi |
Tarif di atas merupakan tarif dasar sebelum dipotong Pajak Penerangan Jalan (PPJ) daerah.
Simulasi Pembelian Token Rp100.000 untuk Semua Golongan
Berapa kWh yang didapat jika membeli token listrik Rp100.000?
Jawabannya berbeda-beda tergantung golongan daya dan besaran PPJ di masing-masing daerah. Berikut simulasi untuk pelanggan di Jakarta dengan PPJ 3%.
Pelanggan 900 VA Subsidi vs Non-Subsidi
Perbedaan tarif antara pelanggan subsidi dan non-subsidi sangat signifikan—bahkan untuk daya yang sama.
Pelanggan 900 VA Subsidi:
- Nominal token: Rp100.000
- PPJ 3%: Rp3.000
- Nilai bersih: Rp97.000
- Tarif: Rp605 per kWh
- kWh yang didapat: 160,33 kWh
Pelanggan 900 VA Non-Subsidi (RTM):
- Nominal token: Rp100.000
- PPJ 3%: Rp3.000
- Nilai bersih: Rp97.000
- Tarif: Rp1.352 per kWh
- kWh yang didapat: 71,75 kWh
Selisihnya hampir 90 kWh—lebih dari dua kali lipat.
Pelanggan 1.300 VA dan 2.200 VA
Kedua golongan ini memiliki tarif yang sama, sehingga hasil perhitungannya juga identik.
- Nominal token: Rp100.000
- PPJ 3%: Rp3.000
- Nilai bersih: Rp97.000
- Tarif: Rp1.444,70 per kWh
- kWh yang didapat: 67,14 kWh
Pelanggan 1.300 VA dan 2.200 VA mendapatkan jumlah kWh yang sama dari nominal token yang sama.
Pelanggan 3.500 VA ke Atas
Golongan daya besar memiliki tarif tertinggi di kategori rumah tangga.
- Nominal token: Rp100.000
- PPJ 3%: Rp3.000
- Nilai bersih: Rp97.000
- Tarif: Rp1.699,53 per kWh
- kWh yang didapat: 57,07 kWh
Semakin besar daya terpasang, semakin sedikit kWh yang didapat dari nominal token yang sama.
Cara Menghitung kWh dari Token yang Dibeli
Menghitung jumlah kWh token listrik sebenarnya cukup sederhana dengan rumus berikut.
Rumus:
kWh = (Nominal Token – PPJ) ÷ Tarif Dasar ListrikKeterangan:
- Nominal Token: Nilai pembelian token (Rp20.000, Rp50.000, Rp100.000, dst)
- PPJ: Pajak Penerangan Jalan (persentase dari nominal token)
- Tarif Dasar Listrik: Tarif per kWh sesuai golongan daya
Pengaruh PPJ Terhadap Jumlah kWh Token
Pajak Penerangan Jalan (PPJ) adalah pajak daerah yang dikenakan atas penggunaan tenaga listrik.
Besaran PPJ berbeda-beda di setiap daerah, umumnya berkisar antara 3% hingga 10% dari nilai pembelian token. Perbedaan ini menyebabkan jumlah kWh yang didapat dari nominal token yang sama bisa berbeda antar wilayah.
Contoh Perbandingan PPJ:
| Wilayah | PPJ | Token Rp100.000 | Nilai Bersih |
|---|---|---|---|
| DKI Jakarta | 3% | Rp100.000 | Rp97.000 |
| Jawa Barat | 6% | Rp100.000 | Rp94.000 |
| Jawa Timur | 8% | Rp100.000 | Rp92.000 |
| Beberapa Daerah | 10% | Rp100.000 | Rp90.000 |
Besaran PPJ yang berlaku bisa dicek di struk pembelian token atau tagihan listrik bulanan.
Simulasi Pembelian Token Rp50.000 dan Rp100.000
Berikut tabel simulasi lengkap jumlah kWh yang didapat dari pembelian token Rp50.000 dan Rp100.000 untuk pelanggan di Jakarta (PPJ 3%).
| Golongan Daya | Tarif/kWh | Token Rp50.000 | Token Rp100.000 |
|---|---|---|---|
| 450 VA (Subsidi) | Rp415 | 116,87 kWh | 233,73 kWh |
| 900 VA (Subsidi) | Rp605 | 80,17 kWh | 160,33 kWh |
| 900 VA RTM | Rp1.352 | 35,87 kWh | 71,75 kWh |
| 1.300 VA | Rp1.444,70 | 33,57 kWh | 67,14 kWh |
| 2.200 VA | Rp1.444,70 | 33,57 kWh | 67,14 kWh |
| 3.500 – 5.500 VA | Rp1.699,53 | 28,54 kWh | 57,07 kWh |
| Di atas 6.600 VA | Rp1.699,53 | 28,54 kWh | 57,07 kWh |
Hasil perhitungan di atas bersifat estimasi dan dapat berbeda tergantung PPJ daerah masing-masing.
Faktor yang Mempengaruhi Jumlah kWh Token
Ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah kWh berbeda meski nominal token sama.
Memahami faktor-faktor ini penting agar tidak kaget saat menerima kWh lebih sedikit dari perkiraan.
1. Tarif Dasar Listrik (TDL)
Tarif berbeda untuk setiap golongan daya. Semakin tinggi daya terpasang, biasanya tarif per kWh juga semakin mahal—kecuali untuk golongan subsidi.
2. Pajak Penerangan Jalan (PPJ)
PPJ adalah pajak daerah yang besarannya ditetapkan oleh pemerintah kabupaten/kota. Rentang PPJ di Indonesia berkisar 3-10% dari nilai pembelian token.
3. Biaya Admin Pembelian
Beberapa platform atau tempat pembelian token mengenakan biaya admin yang terpisah dari nilai token. Biaya admin ini tidak mengurangi nilai token, tapi menambah total pengeluaran.
4. Status Subsidi Pelanggan
Pelanggan dengan daya sama bisa memiliki tarif berbeda tergantung status subsidi. Pengecekan status bisa dilakukan melalui kode tarif di struk token atau aplikasi PLN Mobile.
Siapa yang Berhak Dapat Tarif Subsidi Listrik?
Tidak semua pelanggan PLN otomatis mendapat subsidi listrik.
Pemerintah menerapkan mekanisme tepat sasaran agar bantuan energi hanya dinikmati oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.
Syarat Terdaftar di DTSEN
Syarat utama mendapatkan tarif subsidi adalah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Kementerian Sosial.
Berikut kriteria umum untuk bisa terdaftar di DTSEN:
- Termasuk dalam kategori keluarga miskin atau rentan miskin
- Data kependudukan (NIK dan KK) sudah valid di Dukcapil
- Mengajukan pendaftaran melalui kelurahan atau desa setempat
- Lolos verifikasi dan validasi dari petugas Kemensos
Proses pendaftaran DTSEN bisa memakan waktu beberapa bulan karena melalui tahapan verifikasi yang ketat.
Perbedaan R1 Subsidi dan R1M (Mampu)
Banyak pelanggan yang bingung membedakan status subsidi dan non-subsidi, terutama untuk daya 900 VA.
R1/900VA (Subsidi):
- Terdaftar di DTSEN
- Tarif Rp605 per kWh
- Berhak mendapat diskon listrik 25%
- Kode tarif di struk: R1/900VA
R1M/900VA atau R1/900VA-RTM (Non-Subsidi):
- Tidak terdaftar di DTSEN
- Tarif Rp1.352 per kWh
- Tidak mendapat diskon listrik
- Kode tarif di struk: R1M/900VA atau R1/900VA-RTM
Huruf “M” pada kode tarif menandakan “Mampu” atau kategori non-subsidi.
Cara Cek Status Subsidi Listrik via PLN Mobile
Pengecekan status subsidi listrik bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi PLN Mobile.
Berikut langkah-langkahnya:
- Unduh dan install aplikasi PLN Mobile dari Play Store atau App Store
- Registrasi akun menggunakan nomor HP dan email aktif
- Login ke aplikasi
- Tambahkan ID Pelanggan di menu “Kelola Akun” atau “Tambah Pelanggan”
- Pilih ID Pelanggan yang ingin dicek
- Lihat detail informasi pelanggan
- Perhatikan kolom “Tarif” atau “Golongan”
Jika tertulis R1/450VA atau R1/900VA tanpa kode “M” atau “RTM”, berarti pelanggan tersebut termasuk kategori subsidi.
Alternatif pengecekan bisa melalui:
- Struk pembelian token (lihat kode tarif)
- Tagihan listrik bulanan
- Meteran listrik (tekan kode 47 + enter)
- Website stimulus.pln.co.id
Cara Cek Golongan Tarif Listrik Sendiri
Selain melalui PLN Mobile, ada beberapa cara lain untuk mengecek golongan tarif listrik.
Melalui Meteran Listrik (Token):
- Tekan tombol 47 pada keypad meteran
- Tekan Enter atau OK
- Layar akan menampilkan kode tarif dan daya terpasang
Melalui Struk Token: Perhatikan bagian atas struk yang menampilkan informasi “TARIF/DAYA” beserta kode golongan.
Melalui Website PLN:
- Kunjungi portal.pln.co.id
- Pilih menu “Cek Tagihan” atau “Info Pelanggan”
- Masukkan ID Pelanggan atau Nomor Meter
- Informasi tarif akan ditampilkan
Platform Pembelian Token dengan Promo Terbaik
Token listrik bisa dibeli melalui berbagai platform dengan promo dan cashback yang berbeda-beda.
Berikut beberapa platform yang sering memberikan promo:
E-Commerce:
- Shopee – Cashback ShopeePay hingga 10%
- Tokopedia – Promo khusus pengguna baru dan campaign bulanan
- Bukalapak – Voucher diskon berkala
- Lazada – Promo flash sale
- DANA – Cashback untuk pengguna tertentu
- OVO – Poin rewards yang bisa ditukar
- GoPay – Promo di aplikasi Gojek
- ShopeePay – Diskon di Shopee
Aplikasi Resmi:
- PLN Mobile – Promo resmi dari PLN (seperti diskon stimulus)
- Livin’ by Mandiri – Cashback untuk nasabah Mandiri
- BCA Mobile – Promo khusus nasabah BCA
Minimarket:
- Indomaret – Pembayaran tunai atau kartu
- Alfamart – Tersedia di seluruh gerai
Tips: Pantau promo di masing-masing platform sebelum membeli. Beberapa platform memberikan diskon hingga Rp25.000 untuk pembelian token tertentu.
Cara Beli Token Listrik via Berbagai Platform
Pembelian token listrik kini semakin mudah dengan berbagai pilihan metode pembayaran.
Via PLN Mobile
- Buka aplikasi PLN Mobile
- Login atau registrasi akun
- Pilih menu “Beli Token”
- Masukkan ID Pelanggan atau Nomor Meter
- Pilih nominal token (Rp20.000 hingga Rp1.000.000)
- Pilih metode pembayaran
- Konfirmasi dan selesaikan pembayaran
- Kode token 20 digit akan muncul di layar
- Masukkan kode ke meteran listrik
Via E-Commerce (Shopee/Tokopedia)
- Buka aplikasi e-commerce pilihan
- Pilih menu “Pulsa, Tagihan & Tiket” atau sejenisnya
- Pilih “Listrik PLN” kemudian “Token Listrik”
- Masukkan ID Pelanggan (11-12 digit)
- Pilih nominal token
- Pilih metode pembayaran
- Selesaikan transaksi
- Kode token akan dikirim via aplikasi atau SMS
Via Minimarket
- Kunjungi Indomaret atau Alfamart terdekat
- Sampaikan kepada kasir ingin membeli token listrik
- Sebutkan ID Pelanggan dan nominal yang diinginkan
- Lakukan pembayaran
- Terima struk berisi kode token 20 digit
- Masukkan kode ke meteran di rumah
Kontak Layanan dan Informasi Resmi PLN

Berikut informasi kontak resmi PLN untuk pengaduan, pertanyaan, atau informasi lebih lanjut.
| Layanan | Kontak | Keterangan |
|---|---|---|
| Contact Center PLN | 123 (tanpa kode area) | 24 jam, bebas pulsa |
| WhatsApp PLN | 08122-123-123 | Layanan chat |
| [email protected] | Pengaduan tertulis | |
| Website Resmi | web.pln.co.id | Informasi umum |
| Cek Stimulus | stimulus.pln.co.id | Cek diskon listrik |
| Portal Pelanggan | portal.pln.co.id | Layanan mandiri |
| Aplikasi | PLN Mobile |
Kontak Kementerian ESDM:
- Website: esdm.go.id
- Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan: gatrik.esdm.go.id
Kontak Kemensos (untuk DTSEN):
- Website: kemensos.go.id
- Cek DTSEN: cekbansos.kemensos.go.id
Penutup
Tarif listrik PLN untuk Triwulan I 2026 (Januari-Maret) resmi tidak mengalami kenaikan, baik untuk pelanggan subsidi maupun non-subsidi. Kebijakan ini diambil pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk menjaga daya beli masyarakat di awal tahun.
Pelanggan subsidi dengan daya 450 VA dikenakan tarif Rp415 per kWh, sedangkan 900 VA subsidi sebesar Rp605 per kWh. Sementara pelanggan non-subsidi dikenakan tarif keekonomian mulai Rp1.352 hingga Rp1.699,53 per kWh tergantung golongan daya.
Informasi tarif dalam artikel ini berdasarkan data resmi PT PLN (Persero) dan Kementerian ESDM per Januari 2026, serta dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah pada triwulan berikutnya. Untuk informasi terbaru dan akurat, disarankan mengecek langsung melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu dalam mengelola pengeluaran listrik bulanan dengan lebih baik.
FAQ
Tarif listrik untuk golongan R-1 daya 1.300 VA adalah Rp1.444,70 per kWh. Tarif ini berlaku untuk Triwulan I 2026 (Januari-Maret) dan tidak mengalami kenaikan dari periode sebelumnya. Jumlah kWh yang didapat dari pembelian token akan dikurangi PPJ daerah masing-masing.
Tergantung status subsidi. Pelanggan 900 VA subsidi mendapat sekitar 160,33 kWh, sedangkan pelanggan 900 VA non-subsidi (RTM) hanya mendapat sekitar 71,75 kWh. Perhitungan ini berdasarkan PPJ 3% di Jakarta—hasil bisa berbeda di daerah dengan PPJ lebih tinggi.
Cek kode tarif di struk pembelian token atau tagihan listrik. Jika tertulis R1/450VA atau R1/900VA tanpa huruf “M”, berarti subsidi. Jika ada kode R1M atau RTM, berarti non-subsidi. Pengecekan juga bisa dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile atau dengan menekan tombol 47 + Enter di meteran token.
Tidak. Berdasarkan keputusan Kementerian ESDM, tarif listrik Triwulan I 2026 (Januari-Maret) tidak mengalami perubahan. Kebijakan ini berlaku untuk semua golongan pelanggan, baik subsidi maupun non-subsidi, demi menjaga daya beli masyarakat di awal tahun.
PPJ (Pajak Penerangan Jalan) adalah pajak daerah yang dikenakan atas penggunaan listrik. Besarannya 3-10% tergantung kebijakan daerah masing-masing. PPJ akan memotong nilai pembelian token sebelum dikonversi ke kWh, sehingga daerah dengan PPJ lebih tinggi akan mendapat kWh lebih sedikit dari nominal token yang sama.
Pengajuan subsidi listrik harus melalui pendaftaran DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) di kelurahan atau desa setempat. Bawa fotokopi KTP dan KK, lalu isi formulir pendaftaran. Setelah lolos verifikasi Kemensos dan data dipadankan dengan PLN, tarif akan otomatis berubah menjadi tarif subsidi.
Beberapa platform yang sering memberikan promo antara lain Shopee, Tokopedia, PLN Mobile, dan e-wallet seperti DANA, OVO, dan GoPay. Promo bervariasi mulai dari cashback hingga diskon langsung. Pantau campaign bulanan atau promo khusus pengguna baru untuk mendapat harga terbaik.
Perbedaan bisa disebabkan oleh status subsidi yang berbeda. Pelanggan 900 VA ada yang subsidi (tarif Rp605/kWh) dan non-subsidi/RTM (tarif Rp1.352/kWh). Status subsidi ditentukan oleh data DTSEN Kemensos. Cek kode tarif di struk untuk memastikan golongan tarif masing-masing.
Tarif bisnis bervariasi tergantung golongan daya. Golongan B-2/TR (6.600 VA – 200 kVA) dikenakan Rp1.444,70 per kWh, sedangkan B-3/TM,TT (di atas 200 kVA) sebesar Rp1.114,74 per kWh. Tarif industri berkisar Rp996,74 hingga Rp1.114,74 per kWh tergantung kategori.
Hubungi Contact Center PLN 123 (bebas pulsa, 24 jam) atau WhatsApp PLN di 08122-123-123. Bisa juga melalui email [email protected] atau langsung ke kantor PLN terdekat. Untuk pengaduan via aplikasi, gunakan menu “Pengaduan” di PLN Mobile.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.







