Ilustrasi telur. Foto: Metro TV/Kautsar Widya Prabowo.
Harga pangan nasional kembali mengalami pergerakan yang cukup signifikan, terutama pada sejumlah komoditas pokok yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia mencatat bahwa harga telur ayam ras saat ini berada di kisaran Rp32.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah dibanderol dengan harga Rp45.950 per kg.
Perubahan harga ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan di pasar nasional. Dengan adanya fluktuasi ini, masyarakat perlu memantau secara berkala perkembangan harga pangan agar bisa merencanakan pengeluaran dengan lebih baik. Terlebih lagi, komoditas seperti beras, cabai, hingga minyak goreng juga turut mengalami perubahan yang cukup bervariasi.
Harga Komoditas Pokok Hari Ini
Data yang dirilis PIHPS pada Jumat, 24 April 2026 pukul 06.35 WIB menunjukkan sejumlah harga penting dari berbagai komoditas strategis. Informasi ini mencakup berbagai jenis beras, cabai, daging, dan juga minyak goreng yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
1. Harga Beras Berdasarkan Kualitas
Beras sebagai komoditas utama memiliki beberapa kategori kualitas. Berikut adalah rincian harga beras di tingkat pedagang eceran nasional:
| Jenis Beras | Harga (Rp/kg) |
|---|---|
| Kualitas Bawah I | 14.550 |
| Kualitas Bawah II | 14.550 |
| Kualitas Medium I | 16.050 |
| Kualitas Medium II | 15.950 |
| Kualitas Super I | 17.350 |
| Kualitas Super II | 16.850 |
2. Harga Cabai dan Bumbu Dapur
Cabai menjadi salah satu komoditas yang harganya cukup fluktuatif. Berikut adalah rincian harga cabai berdasarkan jenisnya:
| Jenis Cabai | Harga (Rp/kg) |
|---|---|
| Cabai Merah Besar | 48.600 |
| Cabai Merah Keriting | 46.400 |
| Cabai Rawit Hijau | 48.700 |
| Cabai Rawit Merah | 65.000 |
3. Harga Daging Ayam dan Sapi
Harga daging juga menjadi perhatian penting mengingat konsumsi protein hewani terus meningkat. Berikut adalah data harga daging:
| Jenis Daging | Harga (Rp/kg) |
|---|---|
| Daging Ayam Ras | 39.400 |
| Daging Sapi Kualitas I | 147.650 |
| Daging Sapi Kualitas II | 139.700 |
4. Harga Gula dan Minyak Goreng
Gula dan minyak goreng merupakan kebutuhan sehari-hari yang harganya juga perlu diperhatikan. Berikut adalah rinciannya:
| Komoditas | Harga (Rp/kg atau Rp/liter) |
|---|---|
| Gula Pasir Premium | 20.250 |
| Gula Pasir Lokal | 19.200 |
| Minyak Goreng Curah | 20.500/liter |
| Minyak Goreng Kemasan I | 23.650/liter |
| Minyak Goreng Kemasan II | 22.750/liter |
Faktor yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga
Perubahan harga pangan tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang bisa memicu naik turunnya harga komoditas di pasar.
1. Cuaca Ekstrem
Cuaca yang tidak menentu seperti hujan terus-menerus atau kekeringan dapat mengganggu produksi pertanian. Ini berdampak langsung pada pasokan dan akhirnya harga di pasar.
2. Biaya Distribusi
Kenaikan harga BBM atau biaya transportasi lainnya juga bisa mendorong naiknya harga pangan di tingkat konsumen akhir.
3. Musim Panen
Musim panen yang baik biasanya membuat harga turun karena pasokan melimpah. Sebaliknya, di luar musim panen, harga bisa naik cukup signifikan.
4. Permintaan Pasar
Permintaan yang tinggi, terutama menjelang hari besar keagamaan atau libur nasional, bisa membuat harga naik meski pasokan masih mencukupi.
Tips Menghadapi Kenaikan Harga Pangan
Menghadapi fluktuasi harga, ada beberapa langkah yang bisa diambil agar pengeluaran tetap terjaga.
1. Belanja Berdasarkan Daftar
Membuat daftar belanja membantu menghindari pembelian impulsif dan memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi tanpa pemborosan.
2. Pilih Waktu Belanja yang Tepat
Belanja di pagi hari atau menjelang akhir pekan biasanya memberikan harga yang lebih terjangkau karena stok masih segar.
3. Bandingkan Harga di Beberapa Tempat
Perbedaan harga antar pasar atau toko bisa cukup signifikan. Membandingkan harga membantu menemukan penawaran terbaik.
4. Manfaatkan Bahan Alternatif
Jika harga suatu komoditas naik, pertimbangkan penggunaan bahan alternatif yang lebih murah namun bernutrisi setara.
Peran Pemerintah dalam Stabilisasi Harga
Pemerintah melalui berbagai lembaga seperti Bank Indonesia dan Kementerian Pertanian terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan. Beberapa langkah yang diambil antara lain:
1. Operasi Pasar
Operasi pasar dilakukan untuk menstabilkan harga dengan cara menyalurkan stok beras atau komoditas lainnya ke pasar dengan harga terjangkau.
2. Subsidi Distribusi
Subsidi distribusi membantu menekan biaya logistik, terutama untuk daerah terpencil yang rawan kenaikan harga.
3. Pengawasan Harga
Lembaga pengawas terus memantau pergerakan harga di pasar untuk mencegah praktik monopoli atau penimbunan.
Disclaimer
Harga yang tercantum dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar, musim, dan faktor eksternal lainnya. Data bersumber dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia dan dilansir pada tanggal 24 April 2026 pukul 06.35 WIB. Pembaca disarankan untuk memverifikasi kembali harga terkini di pasar lokal masing-masing.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













