Nasional

Stabilitas Harga Bahan Pokok di Makassar Menjelang Perayaan Idulfitri Tahun Ini Dipastikan Aman oleh Pemerintah Daerah

Danang Ismail
×

Stabilitas Harga Bahan Pokok di Makassar Menjelang Perayaan Idulfitri Tahun Ini Dipastikan Aman oleh Pemerintah Daerah

Sebarkan artikel ini
Stabilitas Harga Bahan Pokok di Makassar Menjelang Perayaan Idulfitri Tahun Ini Dipastikan Aman oleh Pemerintah Daerah

Memasuki pertengahan Ramadan, suasana di Pasar Tradisional Terong Makassar terasa semakin ramai. Bukan hanya karena aktivitas jual beli yang meningkat, tapi juga karena perhatian pemerintah yang mulai terpusat pada ketersediaan dan harga kebutuhan pokok jelang Idulfitri. Kunjungan Menteri Perdagangan, , ke pasar tradisional dan ritel di Makassar menjadi bukti bahwa pengawasan harga sed sedang digencarkan.

Dari hasil pantauan langsung di lapangan, Budi menyatakan bahwa harga sejumlah komoditas pokok masih terkendali. Stok juga terlihat aman, tanpa ada indikasi kelangkaan yang bisa memicu lonjakan harga menjelang lebaran. Ini tentu kabar baik bagi masyarakat, terutama yang berencana melakukan persiapan jauh-jauh hari.

Harga Kebutuhan Pokok di Makassar Masih Stabil

Kunjungan Mendag ke Makassar bukan sekadar simbolik. Ia langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi harga dan pasokan secara langsung. Hasilnya, harga sejumlah kebutuhan pokok seperti telur, bawang merah, bawang putih, hingga minyak goreng masih berada dalam kisaran wajar.

Tidak hanya itu, beberapa harga bahkan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Ini menunjukkan bahwa pasar masih sehat dan tidak terjadi gejolak yang signifikan menjelang Idulfitri.

1. Telur Masih Dijual di Kisaran Rp30.000/Kg

Salah satu komoditas yang paling banyak diperhatikan masyarakat adalah telur. Di Pasar Terong, harga telur masih stabil di angka Rp30.000 per kilogram. Angka ini jauh dari ancaman kenaikan yang biasanya terjadi menjelang lebaran.

2. Ayam Pedaging Dijual di Bawah HET

Tak kalah penting, pedaging juga tercatat masih di bawah HET. Mendag mencatat harga ayam berada di kisaran Rp38.000 per kilogram, sementara HET yang ditetapkan adalah Rp41.000. Ini menunjukkan bahwa pasar masih bisa dikendalikan dengan baik.

3. Bawang Putih dan Bawang Merah Stabil di Rp35.000/Kg

Bawang merah dan bawang putih, yang biasanya rentan terhadap fluktuasi harga, juga tercatat stabil di angka Rp35.000 per kilogram. Harga ini masih terjangkau dan tidak memberatkan konsumen menjelang lebaran.

4. Gula Pasir dan Minyak Goreng Tetap Terjangkau

Gula pasir dijual seharga Rp16.500 per kilogram, sedangkan minyak goreng masih tersedia dalam berbagai merek dan harga yang terjangkau. Stok minyak goreng juga terlihat melimpah, baik di pasar tradisional maupun supermarket.

Supermarket dan Toko Modern Juga Ikut Andil

Selain pasar tradisional, toko modern seperti Baji Pamai Makassar juga turut menjaga ketersediaan barang. Mendag menyebut bahwa supermarket ini memiliki stok lengkap, mulai dari beras premium hingga sembako lainnya.

1. Stok Beras Premium dan SPHP Lengkap

Di Baji Pamai, beras premium dan beras SPHP (Sangat Penting Harganya) tersedia dalam jumlah cukup. Ini menunjukkan bahwa distribusi logistik berjalan dengan baik dan tidak ada hambatan distribusi menjelang lebaran.

2. Harga Sesuai dengan Ketentuan Pemerintah

Harga di supermarket juga mengikuti ketentuan pemerintah. Tidak ada indikasi penimbunan atau praktik jual beli yang tidak wajar. Ini membuktikan bahwa pengawasan pasar sudah mulai membuahkan hasil.

Perbandingan Harga Kebutuhan Pokok di Makassar (Maret 2026)

Komoditas Harga (Rp) HET (Rp) Status Harga
Telur 30.000/kg Stabil
Ayam Pedaging 38.000/kg 41.000/kg Di bawah HET
Bawang Merah 35.000/kg Stabil
Bawang Putih 35.000/kg Stabil
Gula Pasir 16.500/kg Stabil
Minyak Goreng 15.700/liter Stabil

Catatan: Harga dapat berubah sewaktu- tergantung kondisi pasar dan faktor eksternal lainnya.

Strategi Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Harga

Menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil bukan hal yang mudah. Apalagi menjelang Idulfitri, permintaan konsumen meningkat tajam. Namun, dengan berbagai , pemerintah berhasil menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga.

1. Pengawasan Langsung oleh Mendag

Kunjungan langsung Menteri Perdagangan ke lapangan menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga. Dengan turun langsung ke pasar, ia bisa melihat secara langsung kondisi yang terjadi di lapangan.

2. Koordinasi dengan Pedagang dan Distributor

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pedagang dan distributor untuk memastikan pasokan tetap lancar. Hal ini penting untuk mencegah kelangkaan barang yang bisa memicu kenaikan harga.

3. Penetapan HET untuk Komoditas Strategis

Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas strategis seperti ayam, telur, dan minyak goreng menjadi salah satu langkah preventif agar harga tidak melonjak.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski harga saat ini terkendali, bukan berarti tidak ada . Beberapa faktor eksternal seperti cuaca buruk, gangguan distribusi, hingga gejolak global bisa memengaruhi harga di masa mendatang.

1. Potensi Gangguan Logistik Menjelang Lebaran

Semakin banyaknya pembeli menjelang lebaran bisa memicu lonjakan permintaan yang tidak terduga. Jika tidak diimbangi dengan pasokan yang cukup, ini bisa menjadi tantangan tersendiri.

2. Fluktuasi Harga Bahan Baku Global

Harga komoditas dunia seperti minyak dan bahan pangan lainnya juga bisa berdampak pada harga lokal. Pemerintah harus terus waspada terhadap ini.

Tips untuk Konsumen Aman Belanja Lebaran

Menjelang lebaran, masyarakat perlu cerdas dalam berbelanja. Memilih waktu dan tempat belanja yang tepat bisa membantu menghemat pengeluaran.

1. Belanja di Awal Ramadan

Belanja di awal Ramadan bisa menjadi pilihan tepat. Harga masih stabil dan barang juga lebih banyak.

2. Pilih Supermarket atau Pasar Terpercaya

Berbelanja di tempat terpercaya seperti Baji Pamai atau pasar tradisional yang sudah terawasi bisa meminimalkan risiko membeli barang dengan harga tidak wajar.

3. Cek Harga Sebelum Membeli

Sebelum membeli, selalu cek harga barang yang dibeli. Jika terlalu murah atau terlalu mahal, sebaiknya waspada.

Harga kebutuhan pokok di Makassar saat ini masih dalam kondisi terkendali. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan agar tidak terjadi gejolak harga menjelang Idulfitri. Dengan pengawasan yang ketat dan partisipasi aktif masyarakat, momentum lebaran tahun ini bisa berjalan dengan lancar dan aman.

Disclaimer: Harga dan data dalam ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan faktor eksternal lainnya.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.