Ilustrasi biaya hidup di Singapura terus menjadi sorotan, terutama seiring dengan tren kenaikan harga yang terjadi sepanjang 2026. Inflasi, permintaan hunian yang tinggi, serta tekanan dari ekonomi global membuat kota ini masuk dalam daftar kota termahal di Asia. Dengan indeks biaya hidup mencapai 87,7—hampir menyamai New York City—Singapura memang bukan tempat yang murah untuk ditinggali.
Faktor pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan gangguan rantai pasok global turut berkontribusi pada lonjakan harga barang dan jasa. Inflasi diperkirakan tetap berada di kisaran 2,5 hingga 3 persen. Kenaikan harga perumahan mencapai sekitar 4 persen, sementara harga makanan naik sekitar 3 persen. Kondisi ini membuat banyak pekerja terpaksa hidup dari gaji ke gaji, dengan proporsi mencapai 60 persen—angka yang lebih tinggi dibanding rata-rata kawasan Asia-Pasifik sebesar 48 persen.
Biaya Pendidikan yang Menyedot Anggaran
Salah satu pengeluaran terbesar yang dirasakan keluarga di Singapura adalah biaya pendidikan. Tidak hanya bagi warga lokal, tetapi juga ekspatriat yang menetap di sana. Biaya pendidikan di Singapura sangat bervariasi tergantung pada jenis sekolah yang dipilih—mulai dari sekolah publik hingga internasional dengan fasilitas premium.
1. Biaya Sekolah Publik
Sekolah publik di Singapura menawarkan biaya yang relatif lebih terjangkau, namun tetap saja tidak murah. Biaya pendidikan di sini berkisar antara SGD 6.600 hingga SGD 18.000 per tahun, atau setara dengan Rp87,5 juta hingga Rp238,5 juta. Besarnya biaya tergantung pada jenjang pendidikan dan fasilitas yang disediakan.
2. Biaya Sekolah Internasional
Sementara itu, sekolah internasional memiliki biaya yang jauh lebih tinggi. Rata-rata biaya pendidikan di sini mencapai SGD 38.779 per tahun atau sekitar Rp513,9 juta. Biaya ini belum termasuk biaya tambahan seperti seragam, buku pelajaran, dan kegiatan ekstrakurikuler.
3. Biaya Perguruan Tinggi
Untuk jenjang perguruan tinggi, biaya pendidikan bisa mencapai SGD 50.000 per tahun atau sekitar Rp662,5 juta. Angka ini biasanya berlaku untuk universitas ternama dengan fasilitas lengkap dan reputasi global.
Gaji yang Tinggi, Tapi Harus Dikelola dengan Bijak
Meski biaya hidup tinggi, Singapura tetap menjadi destinasi menarik karena menawarkan gaji yang kompetitif. Rata-rata gaji bulanan di Singapura pada 2026 mencapai SGD 5.532 atau sekitar Rp73,3 juta. Angka ini tentu cukup menggiurkan, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga.
1. Gaji Profesional
Profesional di Singapura rata-rata menerima gaji sebesar SGD 7.308 per bulan atau sekitar Rp96,8 juta. Angka ini bisa lebih tinggi lagi bagi mereka yang bekerja di sektor teknologi dan keuangan, dengan penghasilan mencapai SGD 7.000 hingga SGD 12.000 per bulan atau sekitar Rp92,8 hingga Rp159 juta.
2. Gaji Pekerja Non-Profesional
Sementara itu, pekerja non-profesional rata-rata mendapatkan gaji sekitar SGD 3.000 per bulan atau sekitar Rp39,8 juta. Meski lebih rendah, angka ini masih tergolong kompetitif di kawasan Asia Tenggara.
3. Tarif Pajak yang Bersahabat
Salah satu keunggulan Singapura adalah tarif pajak penghasilan yang rendah, berkisar antara 0 hingga 22 persen. Ini membuat pendapatan bersih tetap tinggi meski biaya hidup tergolong mahal. Kombinasi ini menjadikan Singapura tempat yang menarik bagi para ekspatriat.
Pengeluaran Bulanan Lainnya yang Perlu Diperhatikan
Selain pendidikan, ada beberapa komponen pengeluaran bulanan lain yang juga cukup signifikan. Dari biaya sewa apartemen hingga kebutuhan pokok, semuanya bisa menyedot anggaran keluarga jika tidak dikelola dengan baik.
1. Sewa Apartemen
Sewa apartemen tiga kamar di pusat kota bisa mencapai SGD 7.234 per bulan atau sekitar Rp95,4 juta. Harga ini tentu sangat tinggi, terutama bagi keluarga yang baru saja pindah ke Singapura.
2. Utilitas
Biaya utilitas seperti listrik, air, dan internet berkisar antara SGD 202 hingga SGD 300 per bulan atau sekitar Rp2,68 juta hingga Rp3,98 juta. Angka ini bisa lebih tinggi jika penggunaan listrik tergolong intensif.
3. Kebutuhan Pokok
Kebutuhan pokok seperti makanan dan kebutuhan sehari-hari membutuhkan anggaran sekitar SGD 400 hingga SGD 600 per bulan atau sekitar Rp5,3 juta hingga Rp8 juta. Harga ini bisa bervariasi tergantung gaya hidup dan preferensi makanan.
Tabel Rincian Biaya Hidup di Singapura
Berikut adalah rincian estimasi biaya hidup di Singapura per tahun dan per bulan:
| Kategori | Biaya per Tahun (SGD) | Biaya per Bulan (SGD) | Estimasi Rupiah per Tahun | Estimasi Rupiah per Bulan |
|---|---|---|---|---|
| Sekolah Publik | 6.600 – 18.000 | 550 – 1.500 | Rp87,5 juta – Rp238,5 juta | Rp7,3 juta – Rp19,9 juta |
| Sekolah Internasional | 38.779 | 3.231 | Rp513,9 juta | Rp42,8 juta |
| Perguruan Tinggi | 50.000 | 4.166 | Rp662,5 juta | Rp55,2 juta |
| Sewa Apartemen (3 kamar, pusat kota) | – | 7.234 | – | Rp95,4 juta |
| Utilitas | – | 202 – 300 | – | Rp2,68 juta – Rp3,98 juta |
| Kebutuhan Pokok | – | 400 – 600 | – | Rp5,3 juta – Rp8 juta |
Catatan: Nilai tukar menggunakan kurs SGD 1 = Rp13.250 (kurs bisa berubah sewaktu-waktu).
Kesimpulan
Biaya hidup di Singapura memang tidak murah, terutama jika menetap di pusat kota dan memilih pendidikan internasional. Namun, dengan gaji yang kompetitif dan tarif pajak yang rendah, Singapura tetap menjadi pilihan menarik bagi banyak orang, baik lokal maupun ekspatriat. Yang terpenting adalah perencanaan keuangan yang matang agar pengeluaran tetap terkendali.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi ekonomi dan kebijakan lokal.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.







