Nasional

Harga Emas Perhiasan Turun Jadi Rp2.530.000 per Gram Menjelang Lebaran 19 Maret 2026

Retno Ayuningrum
×

Harga Emas Perhiasan Turun Jadi Rp2.530.000 per Gram Menjelang Lebaran 19 Maret 2026

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Perhiasan Turun Jadi Rp2.530.000 per Gram Menjelang Lebaran 19 Maret 2026

Harga perhiasan kembali mengalami penurunan di awal pekan jelang Lebaran Idul Fitri 2026. Pergerakan ini cukup mencuri perhatian, terutama bagi mereka yang memantau investasi emas sebagai instrumen jangka pendek menjelang momen besar tahunan ini.

Pergerakan harga emas memang selalu menarik untuk diikuti. Fluktuasi ini tidak hanya memengaruhi nilai jual beli perhiasan, tapi juga menjadi indikator penting bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum sebelum dan sesudah Lebaran.

Perbandingan Harga Emas Perhiasan di Dua Toko Populer

Sebagai bahan pertimbangan, berikut adalah harga emas perhiasan di dua terkemuka di Indonesia pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 09.55 WIB. Perbedaan harga cukup terlihat, terutama antara Raja Emas Indonesia dan Indonesia.

1. Raja Emas Indonesia

Raja Emas kembali mencatatkan penurunan harga emas perhiasan. Emas 24 karat dengan kemurnian 99,9 persen kini dibanderol Rp2.530.000 per gram. Angka ini turun cukup signifikan dari harga sebelumnya yang mencapai Rp2.630.000 per gram.

Penurunan ini terjadi selama beberapa hari berturut-turut, menunjukkan adanya tekanan pasar yang cukup kuat menjelang Lebaran. Investor dan calon pembeli perlu waspada terhadap volatilitas harga yang masih berpotensi berlanjut.

2. Lakuemas Indonesia

Di sisi lain, Lakuemas menawarkan harga yang lebih stabil. Emas 24 karat di platform ini dijual seharga Rp2.580.000 per gram. Meski sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa hari terakhir, pergerakannya tidak seagresif yang terjadi di Raja Emas.

Perbedaan harga ini bisa menjadi pertimbangan penting bagi pembeli yang ingin memaksimalkan anggaran pembelian emas menjelang Lebaran.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Harga Emas

Penurunan harga emas perhiasan jelang Lebaran mungkin terdengar tidak biasa, mengingat biasanya harga cenderung naik menjelang momen besar. Namun, beberapa faktor dan internal berperan dalam pergerakan ini.

1. Kenaikan Pasar Emas Dunia

Harga emas dunia yang sempat menguat kini mulai melambat. Kondisi ini berimbas langsung pada harga emas lokal, termasuk di Indonesia. Investor global cenderung menjual emas untuk mengamankan keuntungan, yang menyebabkan tekanan pada harga domestik.

2. Kebijakan Moneter Bank Sentral

Bank sentral dunia, termasuk , menunjukkan sinyal kenaikan suku bunga dalam dekat. Hal ini membuat investor lebih memilih instrumen berbasis suku bunga tetap daripada emas yang tidak memberikan dividen.

3. Stabilitas Rupiah

Rupiah yang relatif stabil terhadap dolar juga turut menekan permintaan emas sebagai instrumen lindung nilai. Ketika mata uang domestik kuat, investor cenderung lebih percaya diri menanamkan dananya di aset lain.

Tips Membeli Emas Jelang Lebaran

Bagi yang ingin membeli emas menjelang Lebaran, baik untuk keperluan investasi maupun perhiasan, beberapa pertimbangan berikut bisa membantu mengambil keputusan yang tepat.

1. Bandingkan Harga di Beberapa Platform

Tidak semua toko emas menawarkan harga yang sama. Lakukan perbandingan harga di minimal dua atau tiga platform sebelum memutuskan membeli. Perbedaan harga bisa mencapai ratusan ribu rupiah per gram.

2. Perhatikan Biaya Tambahan

Selain harga dasar per gram, beberapa toko juga menambahkan biaya produksi atau ongkos pembuatan. Ini penting diperhatikan, terutama jika membeli dalam besar.

3. Pilih Waktu yang Tepat

Hindari membeli emas di akhir pekan atau menjelang . Pasar emas cenderung sepi, dan harga bisa lebih tinggi karena faktor likuiditas.

Tabel Perbandingan Harga Emas Perhiasan 24 Karat

Berikut adalah rincian harga emas perhiasan 24 karat di dua platform berbeda pada tanggal 19 Maret 2026.

Platform Harga per Gram (Rp) Keterangan
Raja Emas 2.530.000 Turun Rp100.000
Lakuemas 2.580.000 Stabil, fluktuasi ringan

Harga di atas hanya berlaku untuk emas batangan atau perhiasan dengan kemurnian 99,9 persen. Perbedaan harga bisa terjadi karena kebijakan masing-masing platform dan lokasi toko fisik.

Strategi Investasi Emas Menjelang Lebaran

Investasi emas menjelang Lebaran tetap menjadi pilihan menarik, terutama bagi pemula yang ingin mulai dari instrumen yang relatif aman. Namun, strategi tetap diperlukan agar tidak terjebak pada harga yang tidak menguntungkan.

1. Gunakan Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA)

Alih-alih membeli dalam jumlah besar sekaligus, lebih baik membeli emas secara bertahap. Ini membantu mengurangi risiko jika harga tiba-tiba naik atau turun secara signifikan.

2. Simpan Emas dalam Bentuk Digital

Platform digital seperti Pegadaian Antam atau Lakuemas menawarkan kemudahan penyimpanan dan likuiditas yang lebih baik. Emas digital juga tidak rentan terhadap kehilangan fisik atau kerusakan.

3. Jangan Abaikan Tujuan Investasi

Sebelum membeli, tentukan apakah emas ini untuk jangka pendek (menjelang Lebaran) atau jangka panjang. Tujuan yang jelas akan membantu menentukan waktu jual yang tepat.

Disclaimer

Harga emas sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar global dan lokal. Data di atas bersifat referensi dan mungkin tidak sepenuhnya akurat pada waktu pembaca mengakses informasi ini. Selalu cek langsung ke sumber resmi sebelum melakukan transaksi.

Investasi emas juga mengandung risiko, termasuk risiko fluktuasi harga dan likuiditas. Pastikan untuk memahami risiko sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual emas.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.