Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) kembali menggelar program strategis di tengah situasi pasca-bencana. Kali ini, fokus utama adalah membantu pemulihan ekonomi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Program yang diberi nama "Literasi Bisnis Ekonomi Kreatif Dalam Rangka Pemulihan Pascabencana" ini bukan sekadar aksi simpati, tapi langkah nyata untuk membangun kemandirian ekonomi lokal.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden untuk terus mendampingi daerah yang tertimpa bencana. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyebut bahwa program ini adalah bentuk kehadiran nyata kementerian di tengah kesulitan masyarakat. Tidak hanya memberikan bantuan materi, tapi juga bekal pengetahuan dan motivasi agar usaha bisa bangkit kembali.
Fokus Program Literasi Bisnis Pasca-Bencana
Program ini tidak hanya sekadar pelatihan biasa. Ada pendekatan holistik yang menggabungkan penyaluran bantuan langsung dan penguatan kapasitas pelaku usaha. Tujuannya jelas: mempercepat pemulihan ekonomi kreatif di wilayah yang terkena dampak bencana.
1. Penyuluhan Pengelolaan Keuangan
Salah satu pilar utama dari program ini adalah memberikan pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan usaha. Peserta diajak memahami bagaimana mencatat pemasukan dan pengeluaran, hingga menyusun rencana keuangan jangka pendek. Ini penting agar usaha bisa bertahan meski dalam kondisi sulit.
2. Pendampingan Usaha Langsung
Selain pelatihan, peserta juga mendapat pendampingan langsung dari pelaku industri kreatif dan praktisi. Pendampingan ini mencakup strategi pemasaran, pengembangan produk, hingga akses ke platform digital. Pendekatan ini diharapkan bisa mempercepat proses pemulihan usaha.
3. Penyaluran Bantuan Modal dan Sembako
Untuk mendukung kelancaran usaha, Kementerian Ekraf menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp2,5 juta per peserta. Selain itu, juga diberikan paket sembako untuk membantu kebutuhan sehari-hari. Total bantuan mencapai Rp125 juta yang disalurkan kepada 50 pelaku usaha kreatif terpilih.
Kolaborasi Antarlembaga untuk Pemulihan
Program ini tidak dijalankan sendirian oleh Kementerian Ekraf. Ada kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.
1. Peran Bank Syariah Indonesia (BSI)
Bank Syariah Indonesia (BSI) turut ambil bagian dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat. Jasrun, Area Micro & Pawning Manager BSI, menyebut bahwa pihaknya memberikan relaksasi berupa penundaan pembayaran selama tiga bulan. Ini menjadi salah satu bentuk dukungan agar nasabah bisa fokus memulihkan usaha.
2. Dukungan dari Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga turut mendukung program ini. Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga setempat, Muhammad Farij, menyebut bahwa program ini sangat membantu. Sebelumnya, Kementerian Ekraf juga telah memberikan bantuan berupa kompor untuk pelaku usaha kuliner.
Manfaat Jangka Panjang Program Literasi Bisnis
Program literasi bisnis ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tapi juga menanamkan fondasi untuk pemulihan jangka panjang. Dengan bekal pengetahuan dan modal awal, diharapkan pelaku usaha bisa bangkit lebih cepat dan bahkan berkembang lebih baik dari sebelum bencana.
1. Meningkatkan Daya Tahan Usaha
Peserta yang mengikuti program ini diharapkan memiliki daya tahan usaha yang lebih baik. Dengan pemahaman pengelolaan keuangan dan strategi pemasaran, usaha bisa bertahan meski menghadapi tantangan eksternal.
2. Mendorong Inovasi Produk
Program ini juga mendorong pelaku usaha untuk berinovasi. Dengan pendampingan dari praktisi, mereka bisa mengembangkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.
3. Membuka Akses ke Platform Digital
Di era digital, akses ke platform online menjadi sangat penting. Program ini membantu pelaku usaha untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran dan penjualan. Ini membuka peluang yang lebih luas untuk menjangkau konsumen.
Rincian Bantuan yang Disalurkan
Berikut adalah rincian bantuan yang diberikan kepada peserta program:
| Jenis Bantuan | Jumlah per Peserta | Total Bantuan |
|---|---|---|
| Modal Usaha | Rp2,5 juta | Rp125 juta |
| Paket Sembako | 1 paket | – |
| Jumlah Penerima | 50 pelaku usaha | – |
Harapan ke Depan
Program Literasi Bisnis Ekonomi Kreatif ini menjadi salah satu langkah awal dalam membangun kembali ekosistem ekonomi kreatif di Aceh Tamiang. Dengan pendekatan yang menyeluruh, diharapkan masyarakat bisa bangkit lebih cepat dan kuat dari dampak bencana.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga keuangan menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi membutuhkan sinergi semua pihak. Semoga program ini bisa menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain yang mengalami kondisi serupa.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan dan situasi di lapangan. Data dan angka yang disebutkan adalah berdasarkan informasi terakhir yang tersedia pada Maret 2026.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.










