Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke-24 antara PT Freeport Indonesia (PTFI) dan tiga serikat pekerja resmi dilakukan di Jakarta, Jumat, 10 April 2026. Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, bersama Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Yudha Noya, Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Makmesser Kafiar, serta Serikat Pekerja Mandiri Papua (SPMP) Virgo Solossa, turut menandatangani dokumen penting ini.
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, juga hadir sebagai saksi dan menyampaikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan. Ia menilai PKB ini sebagai fondasi penting dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis dan produktif. Proses penandatanganan ini menandai akhir dari perundingan yang berlangsung selama 18 hari sejak 23 Februari 2026.
Poin-Poin Utama PKB 2026-2028
Perjanjian Kerja Bersama kali ini mencakup sejumlah poin penting yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan menjaga keberlangsungan operasional perusahaan. Dari segi finansial hingga aspek keselamatan kerja, PKB 2026-2028 membawa sejumlah perubahan yang relevan dengan kondisi terkini.
1. Kenaikan Upah dan Tunjangan
Salah satu poin utama dalam PKB ini adalah penyesuaian upah dan peningkatan tunjangan. Beberapa tunjangan yang mengalami penyesuaian antara lain:
- Tunjangan akomodasi di luar fasilitas perusahaan
- Tunjangan pekerja tambang bawah tanah
- Tunjangan pendidikan sekolah
- Tunjangan hari tua
Tunjangan-tunjangan ini dirancang untuk memberikan perlindungan lebih kepada karyawan, terutama yang bekerja di lokasi terpencil atau dalam kondisi khusus.
2. Penekanan pada Keselamatan Kerja
PTFI kembali menegaskan komitmennya terhadap keselamatan kerja. Dalam PKB ini, terdapat sejumlah ketentuan yang memperkuat aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan kerja dan meningkatkan kualitas lingkungan kerja secara keseluruhan.
3. Mekanisme Penyelesaian Perselisihan
PKB juga memperjelas mekanisme penyelesaian perselisihan antara manajemen dan serikat pekerja. Dengan adanya aturan yang jelas, diharapkan konflik dapat diselesaikan secara cepat dan damai, tanpa mengganggu produktivitas perusahaan.
Struktur Tim Perunding
Proses perundingan PKB melibatkan tim dari berbagai pihak untuk memastikan kesepakatan yang adil dan seimbang. Berikut komposisi tim perunding yang terlibat:
1. Tim Perunding PKB dari Pengusaha
- Jumlah anggota: 8 orang
- Peran: Mewakili manajemen PTFI dalam proses perundingan
2. Tim Perunding PKB dari Serikat Pekerja/Buruh
- Jumlah anggota: 9 orang
- Peran: Mewakili kepentingan karyawan dalam perundingan
3. Tim Perumus Pedoman Hubungan Industrial (PHI) dari Pengusaha
- Jumlah anggota: 9 orang
- Peran: Menyusun pedoman hubungan industrial yang berlaku
4. Tim Perumus PHI dari Serikat Pekerja/Buruh
- Jumlah anggota: 9 orang
- Peran: Menyusun pedoman PHI dari sisi pekerja
Peran Pemerintah dalam Proses PKB
Kementerian Ketenagakerjaan memberikan perhatian khusus terhadap proses perundingan PKB. Melalui mediator hubungan industrial, pemerintah siap membantu jika terjadi kendala dalam perundingan. Dukungan ini dianggap penting untuk menjaga agar proses tetap berjalan lancar dan sesuai dengan prinsip musyawarah mufakat.
Harapan dan Dampak dari PKB 2026-2028
Dengan ditandatangani PKB ke-24 ini, diharapkan suasana kerja di lingkungan PTFI menjadi lebih kondusif dan produktif. Kenaikan upah serta peningkatan tunjangan diharapkan langsung dirasakan oleh karyawan, baik secara finansial maupun psikologis.
1. Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan
Salah satu tujuan utama PKB adalah meningkatkan kesejahteraan karyawan. Dengan penyesuaian tunjangan dan penekanan pada keselamatan kerja, karyawan diharapkan bisa bekerja dengan lebih nyaman dan aman.
2. Mendorong Produktivitas Perusahaan
Kondisi kerja yang baik dan hubungan industrial yang harmonis berdampak langsung pada produktivitas perusahaan. Dengan adanya kesepakatan yang jelas, diharapkan tidak ada gangguan yang menghambat operasional.
3. Menguatkan Hubungan Industrial
PKB ini menjadi bukti bahwa manajemen dan serikat pekerja dapat bekerja sama secara profesional dan saling menghormati. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Tanggapan dari Pihak Manajemen dan Serikat
Tony Wenas, Presiden Direktur PTFI, menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak dalam mencapai kesepakatan. Ia menyebut PKB ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan dan keluarga mereka.
Yudha Noya, Ketua Tim Perunding Serikat Pekerja, menyatakan bahwa PKB ini bukan sekadar dokumen formalitas. Ia menekankan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil dari musyawarah yang jujur dan terbuka, serta mencerminkan semangat kemitraan.
Kesimpulan
Penandatanganan PKB 2026-2028 menandai langkah penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan kesejahteraan karyawan. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan PTFI dapat terus beroperasi secara efektif, sambil memastikan bahwa karyawan mendapatkan hak dan perlindungan yang layak.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat valid hingga April 2026. Perubahan kebijakan atau regulasi di masa mendatang dapat memengaruhi isi perjanjian atau poin-poin yang disebutkan.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













