Nasional

ASDP Catat Kenaikan Penumpang Hingga 2,6 Juta Orang pada Arus Mudik Lebaran 2026

Retno Ayuningrum
×

ASDP Catat Kenaikan Penumpang Hingga 2,6 Juta Orang pada Arus Mudik Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini
ASDP Catat Kenaikan Penumpang Hingga 2,6 Juta Orang pada Arus Mudik Lebaran 2026

Pada Lebaran 1447 Hijriah, PT ASDP Indonesia Ferry mencatat angka penumpang yang cukup mengesankan. Lebih dari 2,5 juta orang berhasil diangkut selama arus , menunjukkan bahwa layanan penyeberangan tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam perjalanan lintas pulau. Angka ini naik sekitar 5,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Tak hanya penumpang, yang diangkut juga mengalami . Total mencapai 667.526 unit, atau naik 7,2 persen dari tahun 2025. Peningkatan ini menjadi bukti bahwa mobilitas masyarakat selama Lebaran tetap tinggi, dan sistem yang diterapkan oleh ASDP mampu menjaga kinerja operasional tetap stabil meski dihadapkan pada volume tinggi.

Arus Mudik Terkendali Berkat Koordinasi dan Kesiapan Operasional

Kesuksesan pengelolaan arus mudik tidak lepas dari kesiapan internal dan eksternal ASDP. Sejak H-10 hingga hari H, seluruh lintasan strategis dipantau secara intensif. Koordinasi lintas juga berjalan dengan baik, memastikan bahwa setiap proses penyeberangan berjalan lancar dan aman.

Pada puncak arus mudik, yaitu 21 Maret 2026, jumlah penumpang mencapai 156.838 orang, naik 1,7 persen dari tahun sebelumnya. Sementara jumlah kendaraan mencatatkan angka 40.066 unit, naik tipis sekitar 0,6 persen dibanding 2025. Meski peningkatan tidak terlalu signifikan, angka ini tetap menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas layanan.

1. Peningkatan Kapasitas Operasional

ASDP menyiapkan lebih banyak kapal dan meningkatkan frekuensi keberangkatan di lintasan strategis. Langkah ini dilakukan untuk menekan antrean dan mempercepat rotasi kapal. Dengan begitu, pengguna jasa bisa lebih cepat sampai tujuan tanpa perlu menunggu terlalu lama.

2. Penerapan Pola TBB (Tiba–Bongkar–Berangkat)

Pola TBB diterapkan secara dinamis di beberapa lintasan. Tujuannya untuk mempercepat proses bongkar muat barang dan memastikan kapal bisa kembali beroperasi lebih cepat. Sistem ini membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan mobilitas dan efisiensi operasional.

3. Optimalisasi Port Operational Control Center

ASDP menggunakan sistem operasional berbasis real time di pelabuhan strategis seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk. Dengan sistem ini, pengambilan keputusan bisa lebih cepat dan tepat, terutama saat terjadi lonjakan penumpang atau kendaraan.

Lintasan Jawa–Sumatra–Bali Jadi Koridor Tersibuk

Lintasan antara Jawa, Sumatra, dan Bali menjadi fokus utama selama arus mudik. Wilayah ini mencatatkan volume penumpang dan kendaraan tertinggi. Untuk menjaga kelancaran, ASDP menerapkan berbagai , mulai dari penyesuaian jadwal kapal hingga pengalihan kendaraan ke pelabuhan alternatif.

1. Pengalihan Kendaraan ke Pelabuhan BBJ Bojonegara

Mulai 23 hingga 29 Maret 2026, kendaraan golongan VI, VII, VIII, dan IX dialihkan ke Pelabuhan BBJ Bojonegara. Sementara kendaraan lain seperti sepeda motor tetap dilayani di Pelabuhan Merak. Pengalihan ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan di pelabuhan utama dan mempercepat proses boarding.

2. Delaying System di Buffer Zone

Di beberapa titik, ASDP menerapkan delaying system di buffer zone. Sistem ini membantu mengatur alur kendaraan agar tidak terjadi kepadatan di area pelabuhan. Dengan begitu, proses check-in dan boarding bisa berjalan lebih tertib dan aman.

3. Rekayasa Lalu Lintas

Rekayasa lalu lintas juga menjadi bagian penting dari strategi ASDP. Jalur-jalur alternatif disiapkan untuk menghindari kemacetan, terutama di titik-titik rawan seperti akses menuju pelabuhan Merak dan Bakauheni.

Arus Balik Juga Dipersiapkan dengan Matang

Setelah arus mudik yang sukses, fokus beralih ke . ASDP tidak ingin lengah dan terus memperkuat kesiapan selama periode H hingga H+10. Saat ini, ketersediaan tiket di lintasan Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali masih mencapai 98,66 persen, menunjukkan bahwa masih sangat memadai.

1. Imbauan untuk Merencanakan Perjalanan Lebih Awal

Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal, terutama dalam hal pembelian tiket. Dengan memesan melalui Ferizy sejak H-60, pengguna jasa bisa menghindari kehabisan tiket dan mendapatkan harga lebih terjangkau.

2. Validasi Data Penumpang

Penting juga untuk memastikan data penumpang sudah sesuai dan lengkap. Kesalahan data bisa menyebabkan penundaan saat boarding, terutama di pelabuhan dengan volume tinggi.

3. Datang Tepat Waktu ke Pelabuhan

Keterlambatan datang ke pelabuhan bisa membuat penumpang kehilangan kapal. ASDP menyarankan untuk datang lebih awal, terutama di jam-jam sibuk, agar proses boarding bisa berjalan lancar.

Program Stimulus Tarif Bantu Ringankan Biaya Mudik

ASDP juga menghadirkan program stimulus berupa diskon tarif sebesar hingga 100 persen. Program ini berlaku di tujuh lintasan strategis dan 14 pelabuhan, termasuk Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, dan beberapa lintasan di wilayah timur Indonesia.

Rincian Lintasan Program Stimulus

No Lintasan Pelabuhan Terlibat
1 Merak – Bakauheni Merak, Bakauheni
2 Ketapang – Gilimanuk Ketapang, Gilimanuk
3 Lembar – Padangbai Lembar, Padangbai
4 Kupang – Rote Kupang, Rote
5 Kupang – Kalabahi Kupang, Kalabahi
6 Kupang – Hansisi Kupang, Hansisi
7 Galala – Namlea Galala, Namlea

Hingga 21 Maret 2026, program ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 1,06 juta pengguna jasa. Realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp14,5 miliar atau sekitar 40,84 persen dari target. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat merespons baik program ini, meski masih ada ruang untuk peningkatan.

Kebijakan Single Tarif di Pelabuhan Bakauheni

Untuk menjaga kelancaran arus balik, ASDP menerapkan kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni mulai 23 hingga 31 Maret 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk menghindari kebingungan tarif dan mempercepat proses boarding.

Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, ASDP menegaskan komitmen untuk terus menjaga layanan tetap aman, nyaman, dan efisien. Terutama di tengah lonjakan volume penumpang dan kendaraan selama .

Kesimpulan

Lebaran 2026 menjadi bukti bahwa sistem penyeberangan yang baik dan terencana mampu menampung mobilitas jutaan orang. Dengan berbagai strategi operasional dan dukungan program stimulus, ASDP berhasil menjaga arus mudik tetap terkendali. Untuk arus balik, kesiapan tetap menjadi prioritas utama agar perjalanan pulang bisa sama lancarnya.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan laporan internal ASDP per 21 Maret 2026. Informasi dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi lapangan dan kebijakan terkini.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.