Dunia kemaritiman Indonesia terus bergerak dinamis seiring dengan tuntutan industri global yang semakin kompetitif. PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengambil langkah strategis dengan menghadirkan program PTK Goes to Campus (PGTC) sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan talenta muda di sektor pelayaran.
Inisiatif ini menjadi wadah bagi para taruna untuk memperluas wawasan sekaligus menjembatani kesenjangan antara teori di bangku pendidikan dengan realitas operasional di lapangan. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PTK berupaya memperkuat fondasi kualitas sumber daya manusia maritim agar mampu bersaing di kancah internasional.
Sinergi Industri dan Pendidikan Tinggi Maritim
Program PGTC diselenggarakan secara intensif di dua perguruan tinggi vokasi pelayaran terkemuka di Makassar, Sulawesi Selatan, pada akhir April 2026. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga sebagai sarana pengawasan langsung dari jajaran Dewan Komisaris PTK terhadap pengembangan kompetensi pelaut masa depan.
Kehadiran para praktisi industri di lingkungan kampus memberikan perspektif baru bagi ratusan taruna yang sedang menempuh pendidikan. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah memastikan setiap lulusan memiliki standar keselamatan dan pemahaman teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri perkapalan saat ini.
Berikut adalah rincian pelaksanaan kegiatan PTK Goes to Campus di Makassar:
| Lokasi Kegiatan | Tanggal Pelaksanaan | Target Peserta |
|---|---|---|
| Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar | 28 April 2026 | 800 Taruna dan Taruni |
| Politeknik Pelayaran Barombong | 29 April 2026 | Taruna dan Taruni |
Data di atas menunjukkan jangkauan luas dari program ini dalam menyasar institusi pendidikan maritim strategis. Melalui keterlibatan langsung dari pihak manajemen PTK, para taruna mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para ahli di bidangnya.
Fokus Utama Pengembangan Kompetensi Maritim
Dalam setiap sesi yang berlangsung, terdapat beberapa poin krusial yang ditekankan oleh narasumber kepada para peserta. Fokus utama tersebut mencakup aspek teknis operasional hingga kesiapan mental dalam menghadapi digitalisasi industri maritim yang berkembang pesat.
Untuk memberikan gambaran lebih mendalam mengenai materi yang disampaikan dalam PGTC, berikut adalah tahapan fokus pengembangan talenta yang ditekankan:
1. Penguatan Aspek HSSE
Penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menjadi harga mati dalam operasional perkapalan. Taruna dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai prosedur keselamatan kerja untuk meminimalisir risiko kecelakaan di laut.
2. Adaptasi Teknologi Digital
Industri maritim kini telah bertransformasi ke arah digitalisasi yang masif. Pelaut dituntut untuk tidak hanya menguasai standar operasional dasar, tetapi juga harus mampu mengoperasikan sistem navigasi dan manajemen kapal berbasis teknologi terbaru.
3. Wawasan Industri Global
Para praktisi memberikan gambaran mengenai peta persaingan industri maritim dunia. Pemahaman ini penting agar lulusan baru memiliki daya saing tinggi saat terjun ke pasar kerja internasional.
Transisi dari ruang kelas menuju dunia kerja yang sesungguhnya memerlukan dukungan fasilitas yang memadai. PTK menyadari bahwa literasi digital menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan di sektor maritim yang semakin kompleks.
Inovasi Fasilitas Pembelajaran Digital
Salah satu langkah konkret yang dilakukan PTK dalam mendukung ekosistem pendidikan adalah peresmian fasilitas Pojok LiteraSea di PIP Makassar. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat pembelajaran digital yang memudahkan taruna dalam mengakses informasi serta literatur maritim terkini.
Peresmian ini menjadi simbol komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menciptakan lingkungan belajar yang interaktif. Dengan adanya Pojok LiteraSea, diharapkan minat baca dan riset para taruna di bidang kemaritiman dapat meningkat secara signifikan.
Berikut adalah manfaat utama dari kehadiran Pojok LiteraSea bagi lingkungan kampus:
- Aksesibilitas data industri maritim yang lebih cepat dan akurat.
- Penyediaan sarana belajar mandiri berbasis digital bagi taruna.
- Peningkatan standar literasi teknologi di lingkungan pendidikan vokasi.
- Wadah kolaborasi antara praktisi industri dan akademisi dalam pengembangan kurikulum.
Keberadaan fasilitas ini melengkapi rangkaian kunjungan kerja jajaran direksi dan komisaris PTK di wilayah operasional Makassar. Sinergi antara penyediaan infrastruktur fisik dan transfer pengetahuan diharapkan mampu mencetak generasi pelaut yang tangguh serta adaptif terhadap perubahan zaman.
Menatap Masa Depan Maritim Indonesia
Dukungan yang diberikan oleh PTK melalui program PGTC merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan sektor transportasi laut nasional. Dengan membekali taruna melalui standar HSSE yang ketat dan literasi digital, PTK turut berperan dalam menjaga marwah pelaut Indonesia di mata dunia.
Keberhasilan program ini juga menjadi tolok ukur bagi perusahaan BUMN lainnya dalam memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak institusi pendidikan maritim di berbagai wilayah Indonesia.
Penting untuk diingat bahwa data, jadwal, dan detail program yang tercantum dalam artikel ini merujuk pada pelaksanaan kegiatan pada April 2026. Informasi tersebut dapat mengalami perubahan atau penyesuaian di masa mendatang sesuai dengan kebijakan perusahaan dan kebutuhan institusi pendidikan terkait.
Setiap langkah pengembangan talenta maritim yang dilakukan hari ini akan berdampak besar pada efisiensi dan keselamatan operasional industri di masa depan. Dengan semangat kolaborasi yang kuat, sektor kemaritiman Indonesia memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan menjadi pemain utama dalam rantai pasok logistik global.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













