Terletak di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut, Desa Tompobulu di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, menawarkan pesona alam yang memesona sekaligus potensi ekonomi yang luar biasa. Di tengah hamparan sawah dan udara segar pegunungan, desa ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan lingkungan.
Transformasi yang terjadi di Tompobulu bukanlah hal instan. Desa ini mulai dikenal luas setelah berhasil meraih berbagai penghargaan, termasuk Anugerah Desa Wisata Indonesia dan masuk dalam nominasi Desa BRILiaN. Prestasi ini menjadi cerminan dari sinergi antara potensi lokal dan digitalisasi yang digagas oleh BRI.
Mengenal Desa Tompobulu Lebih Dekat
1. Letak Geografis dan Daya Tarik Alam
Desa Tompobulu berada di ketinggian yang cukup signifikan, menjadikannya destinasi wisata yang sejuk dan asri. Udara segar dan pemandangan alam yang indah membuatnya cocok untuk wisata alam dan edukasi.
2. Profil Ekonomi Masyarakat
Mayoritas penduduk Tompobulu adalah petani. Namun, seiring waktu, mereka mulai mengembangkan usaha lain seperti kuliner tradisional dan kerajinan lokal. Salah satunya adalah saraba daun kelor, minuman tradisional khas yang kini mulai dikenal di luar daerah.
Potensi Lokal yang Berkembang Pesat
1. Saraba Daun Kelor: Minuman Tradisional Kaya Manfaat
Saraba daun kelor merupakan minuman tradisional yang terbuat dari campuran jahe dan daun kelor. Selain rasanya yang unik, minuman ini juga dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan. Kini, produk ini tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga dipasarkan ke luar daerah.
2. Gula Aren Gotong Royong
Produksi gula aren di Tompobulu masih menggunakan metode tradisional. Prosesnya dilakukan secara gotong royong, menjaga nilai sosial dan kebersamaan di masyarakat. Ini bukan sekadar produksi, tapi juga bentuk pelestarian budaya.
Peran BUMDes dalam Pengembangan Ekonomi
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memainkan peran penting dalam mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi setempat. Beberapa unit usaha yang dikembangkan antara lain:
| Unit Usaha | Fungsi |
|---|---|
| Depot Air Galon | Menyediakan kebutuhan air bersih |
| Layanan Wi-Fi Desa | Mendukung konektivitas warga |
| Usaha Produktif Lainnya | Memberdayakan pelaku UMKM |
BUMDes juga menjadi mitra penting dalam penerapan layanan keuangan digital yang didukung oleh BRI.
Program Desa BRILiaN: Solusi Ekonomi Berkelanjutan
Program Desa BRILiaN hadir sebagai jawaban atas tantangan ekonomi desa yang ingin berkembang secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui program ini, BRI memberikan pendampingan dan infrastruktur digital yang memudahkan transaksi serta pemasaran produk lokal.
1. Digitalisasi Layanan Keuangan
BRI memperkenalkan berbagai layanan digital seperti BRImo dan QRIS. Ini mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi harian, terutama para pelaku UMKM.
2. Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha
Melalui pelatihan dan pendampingan, BRI membantu warga meningkatkan keterampilan dalam mengelola usaha. Mulai dari cara memproduksi hingga strategi pemasaran.
3. Penguatan Kelembagaan Desa
Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kelembagaan desa yang kuat. BUMDes dan koperasi menjadi garda terdepan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sinergi Antara Wisata dan Ekonomi Kreatif
Wisata menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan ekonomi Tompobulu. Destinasi seperti Puncak Pendagang Bulu Sarang menarik banyak pengunjung, terutama dari kalangan pecinta alam dan fotografer.
1. Daya Tarik Utama
Beberapa objek wisata yang populer di Tompobulu antara lain:
- Puncak Pendagang Bulu Sarang: Berada di ketinggian 1.353 mdpl, menawarkan panorama alam yang luar biasa.
- Area Persawahan: Cocok untuk wisata edukasi dan foto-foto estetik.
- Rumah Adat Setempat: Menampilkan arsitektur tradisional Sulawesi Selatan.
2. Dampak Positif terhadap UMKM
Berkembangnya sektor pariwisata memberikan efek domino terhadap peningkatan omzet pelaku UMKM. Produk lokal seperti saraba daun kelor dan gula aren semakin banyak dicari wisatawan.
Strategi Keberlanjutan Ekonomi Desa
1. Pemanfaatan Teknologi Informasi
Digitalisasi tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Media sosial dan e-commerce menjadi alat promosi yang efektif.
2. Kolaborasi dengan Mitra Strategis
Kemitraan dengan BRI dan lembaga lainnya memberikan akses ke berbagai sumber daya, baik modal maupun pengetahuan. Ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi yang sehat.
3. Pelestarian Budaya dan Lingkungan
Pengembangan ekonomi tidak boleh merusak budaya dan lingkungan. Oleh karena itu, semua aktivitas usaha diarahkan untuk tetap menjaga keseimbangan.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski sudah menunjukkan perkembangan yang positif, Tompobulu masih menghadapi beberapa tantangan. Infrastruktur transportasi menuju desa masih terbatas, terutama saat musim hujan. Selain itu, edukasi digital masih perlu ditingkatkan agar semua warga bisa memanfaatkan teknologi secara maksimal.
Namun, dengan dukungan yang tepat dan komitmen dari seluruh elemen masyarakat, tantangan ini bisa dijadikan sebagai peluang untuk tumbuh lebih kuat.
Kesimpulan
Desa Tompobulu adalah bukti nyata bahwa desa dengan potensi lokal yang kuat bisa berkembang pesat jika didukung oleh digitalisasi dan kolaborasi yang tepat. Program Desa BRILiaN menjadi salah satu katalisator utama dalam mempercepat transformasi ekonomi desa ini. Dengan kombinasi antara kearifan lokal, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat, Tompobulu berhasil menjadi model pengembangan desa yang berkelanjutan dan inklusif.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan di lapangan.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













