Nasional

Pemerintah Ajak Warga Kurangi Penggunaan Listrik di Hunian dan Kantor

Fadhly Ramadan
×

Pemerintah Ajak Warga Kurangi Penggunaan Listrik di Hunian dan Kantor

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Ajak Warga Kurangi Penggunaan Listrik di Hunian dan Kantor

Pemerintah kembali mengimbau masyarakat untuk lebih dalam kehidupan sehari-hari. Imbauan ini mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari rumah tangga hingga lingkungan kerja. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi energi nasional yang sejalan dengan tantangan geopolitik global saat ini.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kebiasaan hemat energi bukan hanya soal penghematan biaya, tetapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap dan keberlanjutan lingkungan. Ia menegaskan bahwa perubahan perilaku kecil bisa memberi dampak besar jika dilakukan secara kolektif.

Penerapan WFH untuk Efisiensi Energi dan Anggaran Negara

Salah satu langkah konkret yang diambil pemerintah adalah mendorong penerapan (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini berlaku untuk instansi pusat dan daerah, dengan frekuensi satu hari per minggu, yaitu setiap hari Jumat.

Penerapan WFH ini tidak hanya bertujuan mengurangi mobilitas fisik, tetapi juga untuk mendorong transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat membawa efisiensi anggaran negara melalui pengurangan penggunaan kendaraan dinas dan kompensasi BBM.

1. Efisiensi Mobilitas dan Penggunaan Kendaraan Dinas

Penggunaan kendaraan dinas dibatasi hingga 50 persen, kecuali untuk kebutuhan operasional mendesak atau kendaraan listrik. Langkah ini sekaligus mendorong penggunaan umum yang lebih ramah lingkungan dan efisien energi.

2. Pengurangan Perjalanan Dinas

Perjalanan dinas dalam negeri dikurangi hingga 50 persen, sedangkan untuk luar negeri hingga 70 persen. Penghematan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari mobilitas jarak jauh.

3. Potensi Penghematan Anggaran

Dari penerapan WFH ini, pemerintah memperkirakan penghematan langsung ke APBN mencapai Rp6,2 triliun. Penghematan ini berasal dari kompensasi BBM yang biasa diberikan kepada ASN. Sementara untuk masyarakat luas, potensi penghematan pengeluaran BBM bisa mencapai Rp59 triliun per tahun.

Kebijakan untuk Sektor Swasta

Bagi swasta, pemerintah akan mengeluarkan Surat Edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan. SE ini akan mengatur penerapan WFH dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan tiap sektor usaha. Tujuannya agar efisiensi energi di tempat kerja bisa dilakukan secara proporsional dan berkelanjutan.

Tips Hemat Energi di Rumah dan Tempat Kerja

Selain kebijakan makro dari pemerintah, masyarakat juga bisa berkontribusi melalui kebiasaan sehari-hari. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menghemat energi di rumah maupun kantor.

1. Matikan Perangkat Elektronik Saat Tidak Digunakan

Perangkat elektronik seperti , komputer, dan lampu seringkali tetap menyala meski tidak digunakan. Mematikan perangkat ini saat tidak dipakai bisa mengurangi konsumsi listrik hingga 20 persen.

2. Gunakan Lampu LED

Lampu LED lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar atau neon. Selain lebih tahan lama, penggunaan lampu ini juga bisa mengurangi tagihan listrik bulanan.

3. Optimalkan Pencahayaan Alami

Memanfaatkan cahaya matahari sebisa mungkin dapat mengurangi ketergantungan pada lampu listrik. Desain ruangan yang memungkinkan masuknya cahaya alami juga bisa menciptakan suasana kerja lebih nyaman.

4. Gunakan Transportasi Umum atau Kendaraan Listrik

Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi bisa menjadi langkah efektif untuk menghemat energi. Transportasi umum atau kendaraan listrik ramah lingkungan bisa menjadi pilihan yang lebih bijak.

Perbandingan Pengeluaran Energi Sebelum dan Sesudah WFH

Aspek Sebelum WFH Sesudah WFH Penghematan
ASN Tinggi Menurun 50% Rp6,2 triliun
Konsumsi Listrik Kantor Penuh kapasitas Berkurang 1 hari/minggu Estimasi 10-15%
Emisi Karbon Tinggi Menurun Tergantung kebijakan daerah
Penggunaan Transportasi Umum Rendah Meningkat Mendorong efisiensi energi

Peran Teknologi dalam Efisiensi Energi

Transformasi digital menjadi salah satu kunci efisiensi energi. Penggunaan platform digital untuk rapat, dokumentasi, dan mengurangi kebutuhan pertemuan fisik. Ini tidak hanya hemat waktu, tetapi juga mengurangi konsumsi energi secara keseluruhan.

Evaluasi dan Penyesuaian Kebijakan

Kebijakan WFH ini akan mulai berlaku pada 1 April 2026. Setelah dua bulan pelaksanaan, pemerintah akan melakukan evaluasi untuk melihat dampak dan efektivitasnya. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar penyesuaian kebijakan ke depan.

Disclaimer

Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang dirilis pemerintah per 31 Maret 2026. Angka penghematan dan kebijakan bisa berubah seiring evaluasi dan perkembangan situasi nasional maupun global.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.