Nasional

Desa Manemeng Bangun Ekosistem Ekonomi Kerakyatan Berbasis Gotong Royong melalui Program Desa BRILiaN

Herdi Alif Al Hikam
×

Desa Manemeng Bangun Ekosistem Ekonomi Kerakyatan Berbasis Gotong Royong melalui Program Desa BRILiaN

Sebarkan artikel ini
Desa Manemeng Bangun Ekosistem Ekonomi Kerakyatan Berbasis Gotong Royong melalui Program Desa BRILiaN

Di balik hamparan sawah hijau dan perbukitan yang asri di Manemeng, Sumbawa Barat, tersembunyi kisah nyata transformasi ekonomi berbasis potensi lokal. Desa yang mayoritas penduduknya bergantung pada sektor pertanian ini kini mulai menunjukkan wajah berkat semangat gotong royong dan dukungan program yang tepat sasaran. Bukan cuma soal bantu-bantu antarwarga, nilai ‘Marenta Barmak’ atau bekerja bersama justru menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang produktif dan berkelanjutan.

Transformasi ini tidak terjadi begitu saja. Dari pertanian tradisional hingga pengembangan usaha mikro, semua berjalan berkat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga keuangan. Salah satu pendorong utamanya adalah Program Desa BRILiaN dari BRI, yang membawa dampak nyata dalam penguatan ekosistem ekonomi desa.

Mengenal Program Desa BRILiaN

Program Desa BRILiaN hadir sebagai solusi terintegrasi untuk memperkuat ekonomi desa melalui pendekatan yang menyeluruh. Tidak hanya soal akses permodalan, program ini juga fokus pada penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas usaha, serta integrasi ekosistem digital yang memudahkan transaksi dan distribusi.

Hingga kini, lebih dari 5.200 desa di Indonesia telah menjadi bagian dari program ini. adalah salah satu contoh nyata bagaimana program ini bisa membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat.

1. Penguatan Kelembagaan Desa

Langkah pertama dalam implementasi Program Desa BRILiaN adalah penguatan kelembagaan desa. Di Desa Manemeng, peran BUMDes Sukses Mandiri menjadi sangat sentral. Lembaga ini tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi, tapi juga wadah untuk mengelola berbagai usaha produktif yang dikelola secara kolektif oleh warga.

BUMDes Sukses Mandiri yang berdiri sejak 2018 kini fokus pada distribusi dan pemasaran produk pangan lokal. Dengan dukungan teknologi dan akses permodalan dari BRI, BUMDes ini mampu meningkatkan dan menjangkau pasar yang lebih luas.

2. Akses Pembiayaan yang Terjangkau

Salah satu hambatan utama dalam pengembangan usaha mikro adalah akses permodalan. Program Desa BRILiaN membantu mengatasi hal ini melalui berbagai skema pembiayaan yang terjangkau, termasuk Usaha Rakyat (KUR).

Kelompok peternak sapi di Desa Manemeng, misalnya, mampu mengembangkan usahanya berkat dukungan KUR. Mereka mengelola ternak secara kolektif dan membagi hasilnya sesuai kontribusi masing-masing. Ini adalah contoh nyata bagaimana akses permodalan yang tepat bisa menggerakkan roda ekonomi desa.

3. Integrasi Teknologi dan Platform Digital

Di tengah era digital, Desa Manemeng tidak tinggal diam. Warga mulai memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk mereka. Baik itu batu bata, batako, maupun hasil pertanian, semua bisa dijangkau lebih luas berkat integrasi teknologi.

BRI juga mendukung hal ini melalui layanan dan BRILink Agen. Warga kini bisa melakukan transaksi keuangan dengan lebih mudah, tanpa harus pergi ke kota. Ini membantu meningkatkan keuangan dan mempercepat sirkulasi uang di desa.

Potensi Lokal yang Dikelola Secara Kolaboratif

Desa Manemeng memiliki potensi lokal yang kuat, terutama di sektor pertanian dan usaha kecil berbasis komunitas. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani atau buruh tani. Namun, di sela-sela kesibukan utama mereka, berbagai usaha mikro berkembang secara alami.

Produksi batu bata dan batako, misalnya, menjadi sumber penghasilan tambahan yang cukup menjanjikan. Meski proses produksinya masih tradisional, warga mampu memproduksi ribuan bata per hari. Yang tadinya hanya dijual di pasar lokal, kini produk ini bisa menjangkau konsumen di luar daerah berkat platform digital.

1. Produksi Batu Bata dan Batako

Produksi batu bata dan batako menjadi salah satu usaha unggulan di Desa Manemeng. Bahan baku utamanya mudah diperoleh di sekitar desa, sehingga biaya produksi relatif rendah. Warga mengelola produksi ini secara gotong-royong, mulai dari pencetakan, pengeringan, hingga pembakaran.

Produksi harian bisa mencapai ribuan buah, tergantung permintaan pasar. Dengan bantuan akses permodalan dari BRI, warga bisa meningkatkan kapasitas produksi dan memperbaiki peralatan kerja.

2. Pengembangan Peternakan Sapi

Peternakan sapi juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa. Kelompok ternak mengelola usaha ini secara kolektif. Mereka membagi tugas dan hasil secara adil, serta saling mendukung dalam hal perawatan ternak dan pemasaran hasil.

Dengan dukungan KUR, kelompok ini bisa membeli ternak berkualitas dan memperluas kandang. Hasilnya, produksi susu dan daging sapi meningkat, yang berdampak langsung pada pendapatan warga.

3. Pertanian Berbasis Kelompok Tani

Sebagai desa yang homogen secara profesi, sebagian besar warga Desa Manemeng bergantung pada pertanian. Kelompok tani mengelola lahan secara kolektif, saling berbagi alat dan tenaga. Mereka juga mulai menerapkan teknik pertanian modern dengan bantuan penyuluh pertanian dari pemerintah.

Produksi padi, jagung, dan sayuran menjadi andalan utama. Hasil panen tidak hanya dikonsumsi sendiri, tapi juga dipasarkan melalui BUMDes dan platform digital.

Peran BRI dalam Mendorong Ekonomi Desa

BRI tidak hanya hadir sebagai lembaga perbankan, tapi juga sebagai mitra dalam pengembangan ekonomi desa. Melalui Program Desa BRILiaN, BRI membantu desa-desa seperti Manemeng untuk mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat kelembagaan, dan mengintegrasikan usaha ke dalam ekosistem digital.

Corporate Secretary BRI menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang BRI dalam mendukung pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi dari desa. Dengan pendekatan terintegrasi, BRI berharap desa bisa menjadi pusat ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Meski telah menunjukkan perkembangan yang positif, Desa Manemeng masih menghadapi beberapa tantangan. jalan yang belum sepenuhnya memadai, keterbatasan SDM, dan ketergantungan pada cuaca menjadi faktor yang perlu terus dikelola.

Namun, dengan semangat gotong royong dan dukungan program seperti Desa BRILiaN, peluang untuk terus berkembang sangat terbuka. Dari produksi batu bata hingga pengembangan peternakan, semua bisa menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan.

Tabel: Rincian Potensi Ekonomi Desa Manemeng

Sektor Usaha Jumlah Unit Produksi Sumber Daya Terlibat Potensi Pasar
Pertanian 120 kelompok tani 400 petani Lokal & regional
Produksi Batu Bata 15 unit produksi 60 Regional
Produksi Batako 10 unit produksi 40 pekerja Lokal
Peternakan Sapi 8 kelompok ternak 50 peternak Lokal & regional

Catatan: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika di lapangan.

Desa Manemeng membuktikan bahwa ekonomi kerakyatan bisa tumbuh kuat jika dibangun di atas fondasi gotong royong dan didukung oleh program yang tepat. Dengan semangat kolaboratif dan integrasi teknologi, desa ini terus melangkah maju, membawa kesejahteraan bagi seluruh warganya.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.