Nasional

PLN Percepat Pembangunan Infrastruktur Energi Menuju Target 2026 di Kawasan Asia Tenggara

Fadhly Ramadan
×

PLN Percepat Pembangunan Infrastruktur Energi Menuju Target 2026 di Kawasan Asia Tenggara

Sebarkan artikel ini
PLN Percepat Pembangunan Infrastruktur Energi Menuju Target 2026 di Kawasan Asia Tenggara

Indonesia sedang gencar mempercepat transisi energi nasional. Salah satu strategis yang diambil adalah melalui kolaborasi antara PLN Indonesia Power (PLN IP) dan berbagai mitra strategis dalam mengembangkan energi terbarukan. Salah satunya adalah partisipasi aktif di ajang Solartech Indonesia 2026 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Ajang ini tidak hanya menjadi wadah pameran energi terbarukan, tetapi juga forum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. PLN IP hadir dengan sejumlah inovasi, terutama dalam pengembangan Pembangkit Tenaga Surya (PLTS) dan geothermal, sebagai bagian dari komitmennya mendukung target energi bersih nasional.

PLN IP dan Energi Bersih: Langkah Menuju Masa Depan Berkelanjutan

Melalui keikutsertaannya di Solartech Indonesia 2026, PLN IP menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung transisi energi nasional. Ajang ini digelar oleh GEM Indonesia dan menjadi salah satu pameran energi terbarukan terbesar di Asia Tenggara.

  1. Menampilkan Inovasi Anak Usaha
    PLN IP memanfaatkan ajang ini untuk menampilkan inovasi dari anak usahanya, seperti PLN Indonesia Geothermal, Trina Mas Agra Indonesia (TMAI), dan PLN Indonesia Power Services. Setiap entitas ini berperan penting dalam mengembangkan bersih di berbagai wilayah Indonesia.

  2. Dukungan untuk UMKM Lokal
    Selain teknologi, PLN IP juga menghadirkan Bareto Coffee, mitra binaan PLN UBP Saguling. Ini menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya soal teknologi, tapi juga pemberdayaan ekonomi lokal dan inklusi sosial.

Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, menyatakan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mempercepat pengembangan energi bersih. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan mendukung pencapaian Net Zero Emission (NZE) 2060.

Target Energi Surya: 100 GW dalam 3 Tahun

Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 Gigawatt (GW) dalam waktu 2–3 tahun ke depan, yaitu antara 2026 hingga 2028. Target ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Direktur Jenderal Gakkum , Sahid Junaidi.

  1. Potensi Energi Surya Terbesar
    Energi surya menjadi fokus utama karena memiliki potensi terbesar dibandingkan sumber energi baru terbarukan lainnya. Pengembangan rooftop solar PV menjadi salah satu strategi utama dalam mencapai target tersebut.

  2. Dukungan untuk Swasembada Energi Bersih
    Pemerintah berharap dukungan dari seluruh pihak untuk mewujudkan swasembada energi bersih. Ini termasuk percepatan pembangunan infrastruktur PLTS, baik di skala besar maupun .

Tabel berikut menunjukkan proyeksi target pengembangan PLTS nasional:

Tahun Target Penambahan PLTS (GW) Total Kumulatif (GW)
2025 15 25
2026 30 55
2027 35 90
2028 10 100

Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sesuai kebijakan nasional.

Peran PLN IP dalam Mendorong Energi Terbarukan

PLN IP tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai motor penggerak transformasi energi nasional. Melalui anak usahanya, PLN IP mengembangkan berbagai proyek strategis, terutama di sektor geothermal dan PLTS.

  1. PLN Indonesia Geothermal
    Anak usaha ini fokus pada pengembangan energi panas bumi yang menjadi salah satu sumber energi bersih paling stabil di Indonesia. Proyek geothermal saat ini tersebar di sejumlah daerah dengan potensi tinggi seperti Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

  2. Trina Mas Agra Indonesia (TMAI)
    TMAI berperan dalam pengembangan panel surya dan infrastruktur PLTS. Kolaborasi dengan produsen global memungkinkan transfer teknologi dan peningkatan kapasitas lokal.

  3. PLN Indonesia Power Services
    Unit ini memberikan layanan operasional dan pemeliharaan untuk pembangkit listrik, termasuk PLTS. Pendekatan profesional dan berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga efisiensi dan keandalan sistem.

Momentum Strategis untuk Sektor Kelistrikan Nasional

Direktur GEM Indonesia, Baki Lee, menyebut bahwa ajang Solartech Indonesia 2026 menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor kelistrikan nasional. Banyak pemangku kepentingan ikut serta, termasuk pemerintah dan asosiasi kelistrikan seperti APAMSI, APTIKNAS, dan APERLINDO.

  1. Kolaborasi Lintas Sektor
    Forum ini menjadi tempat pertemuan antara pelaku energi nasional dan internasional. Kolaborasi ini penting untuk mempercepat adopsi teknologi terbaru dan meningkatkan kapasitas lokal.

  2. Penguatan Ekosistem Energi Bersih
    Selain teknologi, ekosistem energi bersih juga mencakup kebijakan, , dan pemberdayaan masyarakat. PLN IP berperan aktif dalam semua aspek tersebut.

Dengan berbagai inisiatif yang dijalankan, PLN IP terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam transisi energi nasional. Ke depan, perusahaan ini akan terus berinovasi dan berkolaborasi untuk menciptakan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Disclaimer: Data dan target yang disebutkan dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung pada kebijakan pemerintah dan perkembangan teknologi terkini.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.