Pada RUPST dan RUPSLB 2026, TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatat sejumlah keputusan penting yang akan memengaruhi arah perusahaan ke depan. Salah satunya adalah pergantian posisi Komisaris Utama serta keputusan pembagian dividen yang diharapkan memberikan nilai tambah bagi para investor.
Perubahan ini terjadi sebagai bagian dari langkah antisipatif manajemen dalam menghadapi dinamika bisnis energi terbarukan dan transformasi hijau yang tengah dijalani perusahaan. Agenda yang disetujui tidak hanya soal tata kelola, tetapi juga strategi keuangan jangka panjang.
Perubahan Susunan Dewan Komisaris
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Sahham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 menjadi momentum penting bagi TOBA untuk menyegarkan struktur tata kelola perusahaan. Salah satu agenda utama yang disetujui adalah pergantian Komisaris Utama.
1. Pengunduran Diri Bacelius Ruru
Bacelius Ruru yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, mengundurkan diri dari posisinya. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi internal untuk memperkuat pengawasan dan arah strategis perusahaan.
2. Penunjukan Ahmad Fuad Rahmany sebagai Komisaris Utama
Menggantikan Bacelius, Ahmad Fuad Rahmany resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Masa jabatannya ditetapkan hingga tahun 2028, memberikan ruang yang cukup untuk membawa visi baru dalam pengawasan korporasi.
3. Pengangkatan Judy Lee sebagai Komisaris Independen
Selain itu, Perseroan juga mengangkat Judy Lee sebagai Komisaris Independen baru. Dengan latar belakang strategi keuangan internasional, kehadirannya diharapkan dapat memperkuat tata kelola perusahaan dalam mendukung pencapaian target TBS2030.
Berikut susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi TOBA setelah RUPST dan RUPSLB 2026:
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Ahmad Fuad Rahmany
- Komisaris Independen: Yasmin S. Wirjawan
- Komisaris Independen: Frances Kang (Kang Tzu Ping)
- Komisaris Independen: Judy Lee
Direksi:
- Direktur Utama: Dicky Yordan
- Direktur: Alvin Firman Sunanda
- Direktur: Juli Oktarina
- Direktur: Mufti Utomo
- Direktur: Sudharmono Saragih
Penggunaan Saldo Laba dan Pembagian Dividen
Keputusan terkait penggunaan saldo laba tahun buku 2025 juga menjadi sorotan utama dalam RUPST. Manajemen menyatakan bahwa laba yang diperoleh akan dialokasikan untuk dua tujuan utama: penambahan cadangan wajib dan pembagian dividen.
1. Penambahan Cadangan Wajib
Penambahan cadangan wajib menjadi langkah pruden untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan. Langkah ini mencerminkan komitmen manajemen dalam menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.
2. Pembagian Dividen Sebesar USD8,8 Juta
Selain itu, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen sebesar USD8,8 juta. Dividen ini menjadi bentuk apresiasi kepada investor atas dukungan yang diberikan selama ini, sekaligus menunjukkan bahwa arus kas perusahaan tetap sehat meski di tengah tantangan makroekonomi.
Persiapan Rights Issue dan Buyback Saham
Sebagai langkah antisipatif, TOBA juga telah mendapatkan persetujuan untuk menjajaki Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue). Langkah ini memberikan fleksibilitas dalam memperkuat struktur keuangan jika diperlukan untuk mendanai proyek-proyek hijau ke depan.
1. Penjajakan Rights Issue
Rights Issue menjadi opsi strategis yang bisa digunakan untuk menggenjot modal kerja, terutama dalam mendukung pengembangan bisnis energi terbarukan. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada kinerja jangka pendek, tetapi juga mempersiapkan fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan.
2. Rencana Buyback Saham
Selaras dengan itu, TOBA juga mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai saham di pasar dan memberikan sinyal positif kepada investor.
Visi Menuju TBS2030
Dengan modal yang lebih kuat, struktur organisasi yang optimal, dan alignment yang solid antara manajemen dan pemegang saham, TOBA siap memasuki fase transformasi berikutnya. Setiap keputusan yang diambil dalam RUPST dan RUPSLB 2026 dirancang untuk mendukung pencapaian target TBS2030.
1. Fokus pada Energi Terbarukan dan Kendaraan Listrik
Transformasi menuju perusahaan hijau menjadi prioritas utama. Fokusnya tidak hanya pada pengelolaan limbah, tetapi juga pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan energi terbarukan lainnya.
2. Penguatan Tata Kelola Perusahaan
Keberadaan Judy Lee dan kepemimpinan baru Fuad Rahmany diharapkan bisa membawa perspektif segar. Keduanya diharapkan mampu memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini berdasarkan hasil RUPST dan RUPSLB TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tahun 2026. Beberapa keputusan seperti rights issue dan buyback masih dalam tahap penjajakan dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan regulasi yang berlaku. Pembagian dividen dan penggunaan saldo laba mengacu pada keputusan terakhir pemegang saham dan dapat disesuaikan sesuai kebutuhan perusahaan ke depan.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













