Nasional

Wall Street Kembali Mengincar Keuntungan dari Kenaikan Harga Minyak Global 2026

Fadhly Ramadan
×

Wall Street Kembali Mengincar Keuntungan dari Kenaikan Harga Minyak Global 2026

Sebarkan artikel ini
Wall Street Kembali Mengincar Keuntungan dari Kenaikan Harga Minyak Global 2026

Ilustrasi saham di Wall Street. Foto: Mentarimulia.co.id

Wall Street kembali menunjukkan performa positif jelang akhir pekan. Saham-saham di bursa New York ditutup menguat pada Kamis waktu setempat, atau Jumat pagi WIB. Lonjakan ini terjadi seiring dengan sedikitnya tekanan pada harga global yang sempat melonjak tajam sebelum akhirnya turun dari level tertinggi harian. Kabar baik datang dari langkah diplomasi Timur Tengah yang dinilai bisa meredam .

Indeks Dow Jones Average naik 275,88 poin atau 0,58 persen, mencatatkan penutupan di angka 48.185,80. Indeks S&P 500 juga menguat 41,85 poin atau 0,62 persen, berada di level 6.824,66. itu, Nasdaq Composite melonjak 187,42 poin atau 0,83 persen, menembus angka 22.822.

Dinamika Harga Minyak dan Sentimen Pasar

Pergerakan dunia menjadi salah satu faktor utama yang mendorong optimisme investor. Awalnya, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) sempat melonjak hingga 8,78 persen, bahkan menembus level USD102 per barel. Namun, sentimen berubah setelah pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyatakan kesiapan membuka negosiasi langsung dengan Lebanon.

  1. Harga Minyak Mentah WTI
    Kontrak berjangka WTI untuk pengiriman Mei ditutup sekitar empat persen di atas USD98 per barel. Lonjakan awal sempat memicu kekhawatiran inflasi global, namun penurunan dari level tertinggi memberikan napas lega bagi investor.

  2. Harga Minyak Brent
    Patokan internasional minyak mentah Brent juga mengalami kenaikan, ditutup 1,23 persen lebih tinggi di sekitar USD96 per barel.

Sentimen positif ini tidak hanya datang dari harga energi. Saham-saham teknologi besar juga ikut menyumbang penguatan pasar. Meta Platforms, misalnya, mencatatkan lonjakan lebih dari 2,61 persen setelah meluncurkan model kecerdasan buatan terbarunya, Muse Spark.

Sektor yang Menguat dan Melemah

Dari total 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, sembilan di antaranya berada di zona hijau. Dua sektor yang tertinggal justru berada di bawah tekanan karena faktor makro ekonomi dan geopolitik.

  1. Sektor Barang Konsumsi Non-Esensial
    Sektor ini mencatatkan kenaikan tertinggi di antara yang lain, yakni 2,46 persen. Lonjakan ini didorong oleh performa saham perusahaan besar seperti Amazon, yang naik hingga 5,6 persen.

  2. Sektor Industri
    Sektor industri juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 1,04 persen. Investor mulai optimis terhadap prospek pertumbuhan korporasi yang terkait dengan infrastruktur dan manufaktur.

  3. Sektor Energi
    Justru sektor energi menjadi salah satu yang tertinggal, turun 1,16 persen. minyak dari level tertingginya menyebabkan investor mengambil langkah hati-hati terhadap saham perusahaan energi.

  4. Sektor Perawatan Kesehatan
    Sektor ini juga mencatatkan koreksi kecil sebesar 0,19 persen, menunjukkan bahwa fokus pasar saat ini lebih condong ke sektor teknologi dan konsumsi.

Inflasi Inti dan Data Ekonomi AS

Data ekonomi dari Amerika Serikat tetap menjadi sorotan investor global. Inflasi inti, yang diukur melalui indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), tetap berada di atas target dua persen yang ditetapkan Federal Reserve.

  1. Inflasi Inti PCE Februari
    Indeks PCE inti naik tiga persen secara tahunan setelah penyesuaian musiman. Angka ini masih di atas target ideal bank sentral AS, yang menandakan bahwa belum sepenuhnya reda.

  2. Inflasi PCE Keseluruhan
    Indeks PCE utama juga mencatat kenaikan 2,8 persen, menunjukkan bahwa inflasi masih menjadi tantangan dalam kebijakan moneter mendatang.

Pergerakan Saham Teknologi dan Korporasi Besar

Saham tujuh raksasa teknologi, dikenal sebagai "Magnificent Seven", semuanya berakhir positif kecuali Microsoft. Amazon memimpin kenaikan dengan lonjakan 5,6 persen, diikuti oleh Meta yang naik lebih dari 2,61 persen.

Sementara itu, saham saham defensif seperti Walmart juga mengalami kenaikan sekitar 1,5 persen. Saham utilitas seperti Constellation Energy juga ikut naik, menunjukkan bahwa investor tidak hanya fokus pada sektor pertumbuhan, tapi juga mencari aset yang relatif aman.

Tabel Perbandingan Kinerja Indeks Saham

Indeks Saham Kenaikan (%) Penutupan (poin)
Dow Jones Industrial Average 0,58% 48.185,80
S&P 500 0,62% 6.824,66
Nasdaq Composite 0,83% 22.822,42

Tabel Pergerakan Harga Minyak Global

Jenis Minyak Kenaikan Tertinggi (%) Penutupan (USD per barel)
WTI (Mei 2026) 8,78% ~98
Brent 1,23% ~96

Disclaimer

Data harga saham dan minyak bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan geopolitik global. Informasi dalam artikel ini bersifat referensi dan tidak dimaksudkan sebagai saran .

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.