Harga solar di Amerika Serikat mencatat rekor tertinggi, terutama di negara bagian California. Lonjakan ini terjadi dalam konteks ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, khususnya akibat dampak perang di Iran. Situasi ini memicu gangguan pasokan energi global dan berkurangnya kapasitas penyulingan lokal.
Data dari American Automobile Association (AAA) mencatat harga rata-rata solar di California mencapai USD7,018 per galon pada 24 Maret 2026. Angka ini setara dengan sekitar Rp118 ribu berdasarkan kurs saat itu. Sebagai pembanding, harga rata-rata nasional solar di AS berada di angka USD5,345 per galon atau sekitar Rp90 ribu.
Harga Solar di AS vs Harga BBM di Indonesia
Perbedaan harga solar antara AS dan Indonesia cukup mencolok. Di Indonesia, jenis solar dengan cetane number (CN) 53 seperti Pertamina Dex dihargai sekitar Rp13.600 per liter. Sementara itu, solar di California lebih dari dua kali lipat harganya dalam satuan yang sama.
Untuk lebih jelasnya, berikut perbandingan harga solar berdasarkan data terbaru:
| Jenis BBM | Harga per Liter (IDR) | Harga per Galon (IDR) |
|---|---|---|
| Pertamina Dex (CN 53) | Rp13.600 | Rp51.476 |
| BP Ultimate Diesel (CN 53) | Rp14.620 | Rp55.336,7 |
| Solar California (AS) | ±Rp31.275 | Rp118.000 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung fluktuasi pasar dan kebijakan lokal.
Penyebab Lonjakan Harga Solar di AS
Lonjakan harga solar di California dan beberapa negara bagian lainnya tidak terjadi begitu saja. Ada sejumlah faktor yang saling terkait, mulai dari isu geopolitik hingga kondisi infrastruktur lokal.
1. Dampak Konflik di Iran
Perang di Iran berdampak langsung pada rantai pasok energi global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah sering kali memicu ketidakstabilan harga minyak mentah dunia. Ini berimbas pada negara-negara pengimpor besar seperti Amerika Serikat.
2. Penurunan Kapasitas Penyulingan
California kehilangan dua kilang minyak sejak Oktober 2025. Penurunan kapasitas ini menyusutkan pasokan solar hingga 20 persen. Kondisi ini memperparah kenaikan harga, terutama di wilayah yang bergantung pada produksi lokal.
3. Gangguan Distribusi Energi
Selain produksi, distribusi juga mengalami hambatan. Jalur pengiriman energi dari kilang ke SPBU terganggu akibat kurangnya kapasitas logistik dan ketidakpastian pasokan dari luar negeri.
Dampak Kenaikan Harga Solar
Lonjakan harga solar bukan hanya memengaruhi pengeluaran langsung masyarakat yang menggunakan kendaraan diesel. Efeknya menyebar ke berbagai sektor ekonomi lainnya.
1. Meningkatnya Biaya Transportasi
Truk yang menggunakan solar menjadi tulang punggung distribusi barang di AS. Naiknya harga BBM otomatis meningkatkan biaya operasional transportasi darat.
2. Inflasi Harga Barang
Kenaikan biaya transportasi berujung pada mahalnya harga barang kebutuhan pokok. Makanan, bahan bangunan, hingga produk ritel lainnya bisa ikut terdorong naik harganya.
Tips Mengantisipasi Lonjakan Harga Solar
Menghadapi situasi ini, masyarakat dan pelaku usaha perlu menyesuaikan diri. Ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi dampak kenaikan harga solar.
1. Gunakan Transportasi Umum
Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, terutama yang berbahan bakar solar, bisa menjadi solusi jangka pendek. Transportasi umum atau berbagi kendaraan bisa menjadi alternatif hemat.
2. Optimalkan Penggunaan Kendaraan
Bagi yang tetap harus menggunakan kendaraan, efisiensi bahan bakar menjadi penting. Hindari beban berlebih, perawatan rutin mesin, dan gaya berkendara hemat bisa membantu.
3. Pertimbangkan Alternatif Energi
Kendaraan listrik atau hybrid bisa menjadi pilihan jangka panjang. Meski investasi awalnya lebih tinggi, penghematan dalam jangka panjang bisa signifikan.
Perbandingan Harga Solar di Beberapa Negara Bagian AS
Berikut adalah rincian harga solar rata-rata di beberapa negara bagian di AS berdasarkan data AAA per Maret 2026:
| Negara Bagian | Harga per Galon (USD) | Harga per Liter (IDR) |
|---|---|---|
| California | USD7,018 | ±Rp31.275 |
| New York | USD6,210 | ±Rp27.670 |
| Texas | USD5,880 | ±Rp26.200 |
| Florida | USD5,950 | ±Rp26.510 |
| Nasional | USD5,345 | ±Rp23.820 |
Disclaimer: Harga bersifat dinamis dan dapat berubah tergantung kondisi pasar serta kebijakan lokal.
Penutup
Lonjakan harga solar di AS, khususnya di California, menjadi cerminan dari ketidakpastian global yang sedang terjadi. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan, tetapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat melalui kenaikan harga barang dan jasa.
Menghadapi situasi ini, adaptasi dan efisiensi menjadi kunci. Pemerintah daerah juga perlu terus memantau kondisi dan mencari solusi jangka pendek maupun panjang agar beban masyarakat tidak semakin berat.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













