Harga bahan pokok memang selalu jadi sorotan, terlebih saat menjelang bulan Ramadan atau Idul Fitri. Pasalnya, fluktuasi harga bisa sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama yang berpenghasilan pas-pasan. Sebagai komoditas strategis, cabai rawit merah sempat menyentuh angka Rp115 ribu per kilogram pada awal April 2026. Angka ini cukup mencolok jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan bahwa harga sejumlah kebutuhan dasar masih berada di level tinggi. Mulai dari bumbu dapur hingga protein hewani, semuanya turut berkontribusi dalam lonjakan biaya hidup. Belum lagi harga minyak goreng yang tetap bertahan di kisaran Rp19.500 hingga Rp25 ribu per liter tergantung jenis kemasan.
Harga Bumbu Dapur dan Sayuran Segar
Bumbu dapur jadi salah satu komponen penting dalam masak-memasak sehari-hari. Sayangnya, harga beberapa jenis bumbu belum menunjukkan tanda-tanda stabil. Malah, beberapa di antaranya masih naik turun tak menentu. Ini tentu bikin ibu rumah tangga harus lebih selektif dalam memilih bahan belanja.
1. Cabai Rawit Merah Capai Rp115 Ribu/Kg
Cabai rawit merah masih menjadi primadona harga tertinggi di antara bumbu dapur. Di posisi ini, harga mencapai Rp115 ribu per kilogram. Lonjakan ini dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem dan gangguan distribusi di sejumlah daerah produsen utama.
2. Cabai Merah Besar dan Keriting Turut Naik
Cabai merah besar juga tidak kalah panas dari saudaranya. Harganya tercatat di angka Rp65 ribu per kilogram. Sementara cabai merah keriting berada di kisaran Rp45 ribu per kg. Meski lebih murah daripada rawit, kedua jenis cabai ini tetap memberi tekanan pada pengeluaran rumah tangga.
3. Cabai Rawit Hijau Lebih Terjangkau
Untungnya, cabai rawit hijau masih relatif lebih terjangkau. Harganya berada di kisaran Rp55 ribu per kg. Warna hijau ini biasanya digunakan untuk campuran rujak atau sambal mentah, jadi permintaannya cukup stabil.
4. Bawang Merah dan Putih Masih Tinggi
Bawang merah dijual seharga Rp60 ribu per kg, sedangkan bawang putih sedikit lebih murah yaitu Rp50 ribu per kg. Keduanya merupakan bumbu dasar yang sulit dihindari dalam masakan Indonesia manapun.
Harga Beras di Pasaran Nasional
Beras sebagai makanan pokok utama tetap jadi fokus utama pemerintah. Namun, harga di tingkat eceran masih bervariasi tergantung kualitasnya. Ada beberapa kategori beras yang tersebar di pasaran dengan rentang harga cukup signifikan.
1. Beras Kualitas Bawah
Beras kualitas bawah I dihargai Rp17 ribu per kg. Sedangkan versi II lebih murah lagi, hanya Rp15 ribu per kg. Biasanya jenis ini banyak dicari oleh kalangan ekonomi menengah ke bawah karena harganya yang lebih ringan di kantong.
2. Beras Kualitas Medium
Di atasnya, beras kualitas medium I dijual seharga Rp18.500 per kg. Versi II-nya sedikit lebih murah, yaitu Rp18 ribu per kg. Jenis ini umumnya diminati karena keseimbangan antara harga dan kualitasnya.
3. Beras Kualitas Super
Beras kualitas super I dan II sama-sama dihargai Rp19 ribu per kg. Jenis ini biasanya digunakan untuk acara-acara spesial atau konsumsi keluarga yang lebih mengutamakan cita rasa dan aroma.
Harga Daging Ayam dan Sapi
Protein hewani juga jadi bagian penting dari kebutuhan gizi harian. Sayangnya, harga daging ayam dan sapi masih cukup tinggi. Ini membuat konsumsi daging jadi barang mewah bagi sebagian kalangan.
1. Daging Ayam Ras Stabil di Rp50 Ribu/Kg
Daging ayam ras dihargai Rp50 ribu per kg. Angka ini relatif stabil meskipun sempat naik beberapa waktu lalu. Ayam tetap jadi pilihan utama karena harganya lebih terjangkau dibanding daging sapi.
2. Daging Sapi Kualitas I Tembus Rp145 Ribu/Kg
Daging sapi kualitas I mencatatkan harga Rp145 ribu per kg. Sementara kualitas II sedikit lebih murah, yaitu Rp140 ribu per kg. Harga ini cukup memberatkan, terutama bagi keluarga dengan jumlah anggota yang banyak.
Harga Telur Ayam Ras
Telur ayam ras juga jadi alternatif protein murah meriah. Harganya saat ini berada di kisaran Rp37.500 per kg. Telur sering kali jadi andalan saat anggaran terbatas, karena selain murah, kandungan proteinnya juga tinggi.
Harga Gula Pasir dan Minyak Goreng
Gula dan minyak goreng adalah dua komoditas yang jarang absen di dapur mana pun. Harganya pun cukup fluktuatif, tergantung merek dan jenis kemasan.
1. Gula Pasir Premium dan Lokal
Gula pasir premium dijual seharga Rp22.500 per kg, sedangkan gula pasir lokal lebih murah, yaitu Rp20 ribu per kg. Keduanya memiliki perbedaan kualitas, tapi tetap saja jadi kebutuhan sehari-hari.
2. Minyak Goreng Curah hingga Bermerek
Minyak goreng curah masih dijual di harga Rp19.500 per liter. Untuk minyak goreng kemasan bermerek I, harganya naik menjadi Rp25 ribu per liter. Sedangkan merek II dijual seharga Rp23 ribu per liter. Pilihan jenis minyak ini sangat bergantung pada daya beli konsumen.
| Komoditas | Satuan | Harga |
|---|---|---|
| Cabai rawit merah | kg | Rp115.000 |
| Cabai merah besar | kg | Rp65.000 |
| Cabai merah keriting | kg | Rp45.000 |
| Cabai rawit hijau | kg | Rp55.000 |
| Bawang merah | kg | Rp60.000 |
| Bawang putih | kg | Rp50.000 |
| Beras kualitas bawah I | kg | Rp17.000 |
| Beras kualitas bawah II | kg | Rp15.000 |
| Beras kualitas medium I | kg | Rp18.500 |
| Beras kualitas medium II | kg | Rp18.000 |
| Beras kualitas super I | kg | Rp19.000 |
| Beras kualitas super II | kg | Rp19.000 |
| Daging ayam ras | kg | Rp50.000 |
| Daging sapi kualitas I | kg | Rp145.000 |
| Daging sapi kualitas II | kg | Rp140.000 |
| Telur ayam ras | kg | Rp37.500 |
| Gula pasir premium | kg | Rp22.500 |
| Gula pasir lokal | kg | Rp20.000 |
| Minyak goreng curah | liter | Rp19.500 |
| Minyak goreng kemasan merek I | liter | Rp25.000 |
| Minyak goreng kemasan merek II | liter | Rp23.000 |
Disclaimer: Data harga di atas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar, musim, dan faktor eksternal lainnya. Informasi ini diambil dari sumber resmi PIHPS Nasional per tanggal 1 April 2026. Pastikan untuk selalu mengecek perkembangan harga terbaru dari sumber terpercaya sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













