Nasional

Minyak Goreng Tetap Tersedia di Pasar saat Ramadan!

Rista Wulandari
×

Minyak Goreng Tetap Tersedia di Pasar saat Ramadan!

Sebarkan artikel ini
Minyak Goreng Tetap Tersedia di Pasar saat Ramadan!

Stok minyak goreng menjelang dipastikan aman. Hal ini disampaikan oleh PTPN III melalui anak usahanya, PalmCo, yang mengklaim telah menyiapkan dari hulu hingga hilir. Langkah ini diambil untuk menjaga ketersediaan dan harga di tengah lonjakan permintaan jelang .

Ramadan selalu menjadi momen krusial bagi sektor pangan, terutama minyak goreng. Tren peningkatan konsumsi sudah bisa diprediksi sejak awal tahun. Oleh karena itu, PalmCo menyatakan bahwa produksi dan distribusi telah disiapkan sejak jauh hari.

Kesiapan Pasokan Minyak Goreng Jelang Ramadan

Peningkatan produksi minyak goreng bukan hal baru menjelang Ramadan. Namun, PalmCo menyatakan bahwa kali ini mereka lebih siap dengan strategi yang lebih matang. Dari hulu hingga hilir, semua rantai pasok telah disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

1. Produksi CPO Capai Target Awal Tahun

Realisasi produksi Crude Palm Oil (CPO) pada Januari 2026 mencatat angka di atas 200.000 ton. Angka ini melampaui target bulanan yang telah ditetapkan sebelumnya. Ini menjadi indikator awal bahwa kesiapan pasokan berjalan sesuai rencana.

2. Target Produksi CPO Meningkat 10,5 Persen

Untuk periode hingga April 2026, puncak konsumsi rumah tangga, PalmCo menargetkan kenaikan produksi sebesar lebih dari 10,5 persen. Produksi CPO diproyeksikan mencapai sekitar 225.940 ton pada April. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan menjaga stabilitas harga.

3. Fokus Produksi pada Minyakita

Anak usaha PalmCo, PT Industri Nabati Lestari (INL), fokus pada produksi minyak goreng merek Minyakita. Pada Maret 2026, produksi ditargetkan mencapai 4,2 juta liter. Di April, angka ini akan naik sekitar 7,6 persen menjadi lebih dari 4,55 juta liter.

Produksi merek komersial lain untuk sementara ditunda. Seluruh kapasitas produksi dan distribusi dialokasikan penuh untuk Minyakita. Tujuannya jelas: memastikan pasokan melimpah dan harga tetap terjangkau.

Strategi Hilir dan Distribusi

Fokus pada Minyakita bukan hanya soal produksi, tapi juga distribusi. Merek ini merupakan minyak goreng bersubsidi yang didistribusikan secara luas dengan harga yang ditetapkan . Dengan mengalokasikan seluruh kapasitas produksi untuk Minyakita, PalmCo berharap dapat menekan potensi kenaikan harga di pasar.

1. Produksi Ditunda untuk Merek Komersial

Sementara produksi merek komersial internal ditunda, seluruh jalur produksi dan distribusi dikhususkan untuk Minyakita. Langkah ini diambil agar pasokan di pasar tetap stabil dan harga tetap terjangkau.

2. Distribusi Luas dengan Harga Terjangkau

Minyakita didistribusikan secara luas ke seluruh wilayah Indonesia. Harga yang ditetapkan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan.

Komitmen Keberlanjutan dan Keterlacakan

Di tengah peningkatan produksi, PalmCo tetap menjaga komitmen terhadap keberlanjutan. Dari total 71 pabrik kelapa sawit yang dikelola, sebagian besar telah tersertifikasi.

1. Sertifikasi RSPO dan ISPO

Sebanyak 67 pabrik atau 94,36 persen telah mengantongi sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sementara itu, 68 pabrik atau 95,77 persen telah tersertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

2. Sistem Keterlacakan Bahan Baku

PalmCo memperkuat sistem keterlacakan (traceability) bahan baku. Beberapa unit seperti Rambutan, PKS Sei Mangkei, PKS Bah , dan PKS Pulu Raja menjadi contoh integrasi kebun dan pabrik. Dengan begitu, asal usul tandan buah segar (TBS) bisa dilacak hingga ke sumbernya.

Tabel Sertifikasi Pabrik PalmCo

Jenis Sertifikasi Jumlah Pabrik Persentase
RSPO 67 94,36%
ISPO 68 95,77%

Menjaga Kepercayaan Publik

Transparansi rantai pasok menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik. Masyarakat tidak hanya berhak mendapatkan harga dan stok yang stabil, tapi juga jaminan bahwa produk berasal dari sumber yang berkelanjutan dan dapat dilacak.

1. Transparansi sebagai Bagian dari Kepercayaan

Menurut Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, transparansi adalah bagian dari tanggung jawab perusahaan. Dengan sistem keterlacakan yang kuat, masyarakat bisa yakin bahwa minyak goreng yang mereka konsumsi diproduksi secara bertanggung jawab.

2. Menjaga Keseimbangan Pasokan dan Harga

Seiring mendekatnya Ramadan, tantangan utama adalah menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga. PalmCo berharap bahwa langkah-langkah yang telah diambil dapat membantu meredam potensi gejolak di pasar domestik.

Kesimpulan

Menjelang Ramadan 2026, stok minyak goreng nasional dipastikan aman. PalmCo telah menyiapkan strategi komprehensif dari hulu hingga hilir. Produksi CPO meningkat, fokus produksi dialihkan ke Minyakita, dan komitmen terhadap keberlanjutan tetap dijaga. Semua ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin.

Disclaimer: Data dan target produksi yang disebutkan dalam artikel ini bersifat prediktif dan dapat berubah tergantung pada kondisi pasar serta faktor eksternal lainnya.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.