Nasional

Strategi Survival Mode Ekonomi 2026 Menurut Purbaya untuk Menghadapi Krisis Keuangan Global

Rista Wulandari
×

Strategi Survival Mode Ekonomi 2026 Menurut Purbaya untuk Menghadapi Krisis Keuangan Global

Sebarkan artikel ini
Strategi Survival Mode Ekonomi 2026 Menurut Purbaya untuk Menghadapi Krisis Keuangan Global

Indonesia tengah menjalani fase ekonomi yang cukup kritis. Menteri Keuangan menyebutnya sebagai "survival mode" atau mode bertahan hidup. Istilah ini bukan sekadar metafora, tapi gambaran nyata dari strategi pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global yang makin meningkat.

Dalam kondisi seperti ini, pendekatan biasa sudah tidak cukup. Semua kebijakan harus lebih tajam dan langsung sasaran. Pemerintah pun mulai mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi tetap bisa mencapai target delapan persen.

Apa Itu Survival Mode Ekonomi?

Mode bertahan hidup ini bukan hal dalam dunia bisnis atau ekonomi. Biasanya muncul ketika suatu negara menghadapi tekanan eksternal yang besar, baik dari sisi geopolitik, ekonomi global, maupun domestik.

Dalam konteks Indonesia, survival mode berarti fokus pada hal-hal esensial: menjaga penerimaan negara, mengatur dengan ketat, serta memperbaiki iklim investasi agar tetap menarik di tengah gejolak.

Purbaya menyampaikan bahwa ini bukan lagi soal "business as usual" atau kebijakan yang biasa-biasa saja. Semua harus dilakukan dengan maksimal dan serius, tanpa ada ruang untuk main-main.

1. Penertiban Kawasan Hutan Jadi Langkah Awal

Langkah konkret yang diambil adalah pembentukan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas ). Tujuannya jelas: membereskan praktik penggelapan dan penyelewengan di sektor kehutanan.

Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga ekonomi. Pengelolaan sumber daya alam yang baik bisa memberikan kontribusi besar bagi pendapatan negara. Dengan membersihkan sistem yang bermasalah, pemerintah bisa memastikan bahwa sumber daya alam memberi hasil optimal.

2. Pembenahan Tata Kelola Keuangan Negara

Selain itu, pemerintah juga melakukan pembenahan menyeluruh dalam tata kelola keuangan negara. Ini mencakup pengawasan anggaran, efisiensi belanja, dan transparansi.

Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas fiskal. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik, negara bisa menghindari defisit yang berlebihan dan tetap menjaga investasi publik yang produktif.

3. Diversifikasi Energi untuk Ketahanan Nasional

Ketahanan energi juga jadi fokus utama. Pemerintah berusaha mengurangi ketergantungan pada satu atau dua sumber energi saja. Diversifikasi ini mencakup pengembangan energi terbarukan seperti solar, angin, dan mikrohidro.

Langkah ini tidak hanya soal keberlanjutan lingkungan, tapi juga strategi ekonomi. Dengan mengurangi impor energi, negara bisa menghemat devisa dan memperkuat neraca .

4. Peningkatan Kapasitas Industri Hilirisasi

Industri hilirisasi menjadi salah satu pilar utama dalam strategi ekonomi nasional. Dengan mengembangkan industri pengolahan di dalam negeri, nilai tambah ekspor bisa meningkat.

Pemerintah mendorong pengembangan sektor kimia dan manufaktur berbasis ekspor. Ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Program Prioritas Presiden Prabowo

Dalam survival mode, pemerintah tetap menjalankan sejumlah program prioritas yang dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Beberapa di antaranya adalah:

  • Pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas dan produktivitas.
  • Penguatan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi sumber energi.
  • Pengembangan ekonomi daerah agar tidak terpusat di .

Program-program ini dirancang agar tidak hanya memberi dampak jangka pendek, tapi juga membangun ketahanan jangka panjang.

Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Meski berada dalam survival mode, kondisi dasar ekonomi Indonesia masih cukup solid. Stabilitas fiskal, kebijakan moneter yang terjaga, dan konsumsi domestik yang tinggi menjadi pilar utama.

Konsumsi masyarakat dalam negeri menyumbang sekitar 90 persen dari total perekonomian nasional. Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada daya beli masyarakat.

Fakta ini menjadi alasan mengapa menjaga daya beli masyarakat sangat penting. Di masa lalu, seperti saat krisis global 2009, Indonesia tetap bisa tumbuh meski banyak negara lain mengalami kontraksi.

Tantangan dan Peluang di Tengah Survival Mode

Menjalani survival mode bukan berarti tidak ada peluang. Justru di tengah tekanan, banyak sektor bisa tumbuh dengan pendekatan yang tepat.

Investasi asing masih tertarik masuk jika iklim investasi diperbaiki. Lapangan kerja juga bisa terbuka jika program hilirisasi dan pengembangan berjalan dengan baik.

Namun, semua ini butuh komitmen dan eksekusi yang presisi. Tidak ada ruang untuk kesalahan besar dalam pengambilan kebijakan.

Strategi Jangka Panjang dalam Mode Bertahan

Survival mode bukan berarti hanya fokus pada jangka pendek. Pemerintah tetap harus menjaga keseimbangan antara penanganan krisis dan pembangunan jangka panjang.

Pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan sektor riil tetap harus berjalan. Ini akan memastikan bahwa ketika kondisi global membaik, Indonesia siap untuk tumbuh lebih cepat.

Penutup

Mode bertahan hidup bukan kondisi yang nyaman, tapi bisa menjadi momentum untuk memperbaiki sistem yang selama ini kurang optimal. Dengan pendekatan yang tepat, Indonesia bisa keluar dari survival mode dan kembali ke jalur pertumbuhan yang berkelanjutan.

Namun, semua ini membutuhkan kerja keras dan sinergi antarinstansi. Kebijakan yang diambil hari ini akan menentukan arah ekonomi nasional di masa depan.

Disclaimer: Data dan kondisi ekonomi bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi global dan kebijakan yang diambil pemerintah.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.