Nasional

Disney Siapkan Langkah Baru Setelah CEO Baru Akan Kurangi 1.000 Pekerjaan Pada 2026

Danang Ismail
×

Disney Siapkan Langkah Baru Setelah CEO Baru Akan Kurangi 1.000 Pekerjaan Pada 2026

Sebarkan artikel ini
Disney Siapkan Langkah Baru Setelah CEO Baru Akan Kurangi 1.000 Pekerjaan Pada 2026

Raksasa hiburan global, The Walt Disney Company, tengah memasuki babak baru dalam upaya restrukturisasi besar-besaran. Kabar menyebut bahwa sekitar 1.000 karyawan akan dipangkas dalam beberapa pekan mendatang. Langkah ini menjadi salah satu indikasi nyata dari strategi efisiensi yang dijalankan di bawah kepemimpinan baru, Josh D’Amaro.

Langkah ini bukan datang tiba-tiba. Sejumlah sumber internal menyebut bahwa rencana pemangkasan tenaga kerja ini sudah dirancang sebelum D’Amaro resmi menjabat sebagai CEO Disney pada lalu. Fokusnya akan jatuh pada divisi pemasaran yang baru saja melewati proses konsolidasi internal. Ini adalah bagian dari upaya perampingan struktur organisasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi .

Restrukturisasi Disney di Era Josh D’Amaro

Perubahan besar di Disney bukan hal baru. Sejak kembali memimpin pada 2022, Bob Iger telah memulai serangkaian restrukturisasi yang menelan lebih dari 8.000 karyawan. Sekarang, tongkat estafet diserahkan ke Josh D’Amaro yang membawa visi baru untuk menghadapi tantangan industri hiburan yang terus berubah.

1. Evaluasi Ulang Struktur Pemasaran

Salah satu area yang menjadi fokus pemangkasan adalah divisi pemasaran. Divisi ini baru saja melewati konsolidasi internal, sehingga langkah selanjutnya adalah efisiensi lebih lanjut. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa sumber daya dialokasikan secara optimal sesuai dengan arah strategi perusahaan ke depan.

2. Penyesuaian terhadap Tekanan Pendapatan Streaming

Model Disney saat ini menghadapi tantangan dari turunnya pendapatan box office global dan penurunan margin keuntungan dari layanan streaming. Meskipun seperti Disney+ terus berkembang, kontribusinya terhadap masih kalah dibandingkan pendapatan dari televisi konvensional.

3. Menghadapi Persaingan Big Tech

Kompetisi dari perusahaan teknologi besar semakin agresif. Ini menambah tekanan pada Disney untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan operasionalnya. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi beban struktural melalui restrukturisasi dan pemangkasan biaya.

Strategi Jangka Panjang di Balik Pemangkasan

Meski terdengar keras, pemangkasan karyawan ini bukan tanda keputusasaan. Justru ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Disney di tengah perubahan industri. Manajemen Disney menegaskan bahwa penghematan biaya ini akan dialokasikan kembali untuk di sektor digital yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

4. Fokus pada Investasi Digital

Disney tetap berkomitmen untuk mengembangkan layanan digitalnya, terutama Disney+. Meskipun saat ini kontribusinya terhadap laba masih terbatas, potensi pertumbuhan jangka panjangnya sangat menjanjikan. Perampingan operasional diharapkan bisa memberi ruang bagi investasi yang lebih besar di sektor ini.

5. Menjaga Keseimbangan Keuangan

Dengan mengurangi jumlah karyawan dan menyederhanakan struktur organisasi, Disney berharap bisa menjaga keseimbangan keuangan perusahaan. Ini penting mengingat tekanan dari penurunan pendapatan box office dan persaingan yang semakin ketat.

Perbandingan Pendekatan Restrukturisasi: Iger vs D’Amaro

Aspek Bob Iger (2022-2024) Josh D’Amaro (2026-sekarang)
Fokus Utama Penyederhanaan struktur dan pemangkasan biaya besar-besaran Efisiensi operasional dan
Jumlah Karyawan yang Dipangkas Lebih dari 8.000 Sekitar 1.000
Strategi Bisnis Kembali ke akar bisnis hiburan tradisional Adaptasi penuh terhadap transformasi digital
Pendekatan terhadap Streaming Pengembangan awal Disney+ monetisasi dan efisiensi layanan

Profil Singkat Josh D’Amaro, CEO Baru Disney

Josh D’Amaro bukanlah figur baru di Disney. Ia telah mengabdi selama 28 tahun dan pernah menjabat sebagai President Walt Disney World Resort serta Chairman of Disney Experiences. Pengalamannya di sektor operasional dan pengalaman langsung dengan konsumen membuatnya dipandang sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Disney di era digital.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Langkah pemangkasan karyawan ini tentu bukan tanpa risiko. Morale karyawan bisa terpengaruh, dan reputasi perusahaan juga bisa menjadi sorotan. Namun, jika dilakukan dengan tepat, langkah ini bisa menjadi fondasi untuk kembalinya Disney sebagai pemimpin industri hiburan global.

Dengan fokus pada efisiensi dan investasi digital, Disney berharap bisa menyeimbangkan antara penghematan biaya dan pertumbuhan berkelanjutan. Tantangan besar menanti, tapi begitu juga peluangnya.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga April 2026. Jumlah karyawan dan kebijakan perusahaan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan strategi manajemen.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.