Nasional

BKI Tingkatkan Keselamatan Operasi Migas dengan Inovasi SPM Terbaru 2026

Rista Wulandari
×

BKI Tingkatkan Keselamatan Operasi Migas dengan Inovasi SPM Terbaru 2026

Sebarkan artikel ini
BKI Tingkatkan Keselamatan Operasi Migas dengan Inovasi SPM Terbaru 2026

PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau turut ambil bagian dalam ajang bergengsi Offshore Technology Conference (OTC) Asia 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Center, , dari 31 Maret hingga 2 April 2026. Acara yang dihadiri lebih dari 25.000 peserta dari 89 negara ini menjadi panggung penting bagi berbagai inovasi dan kolaborasi di sektor energi global.

Salah satu sorotan dari kehadiran BKI adalah presentasi hasil terbaru terkait pengembangan aturan untuk sistem Single Point Mooring (). Riset ini difokuskan pada fasilitas yang sudah beroperasi, dengan tujuan utama meningkatkan keselamatan operasional serta mengurangi lingkungan, terutama tumpahan minyak selama proses pemuatan dan pembongkaran.

Kolaborasi Strategis Menuju Keselamatan Migas

Riset yang berjudul “Evaluating The Dynamic Behaviors of Offloading Arrangement Variations on Existing Single Point Mooring Structure to Improve the Safety Assurance of Classification Society” disusun melalui kolaborasi antara BKI, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kerja sama ini menunjukkan serius dalam menghadirkan solusi teknis berbasis riset yang relevan dengan tantangan industri migas saat ini.

Delegasi BKI yang dipimpin oleh Eko Maja Priyanto, Senior Manager Pemasaran Offshore Klas Cabang Utama Klas Tanjung Priok, membawa pulang apresiasi dari berbagai pihak. Presentasi langsung disampaikan oleh Hafizh Muhammad Naufal Shidqi, mewakili tim riset BKI di forum internasional tersebut.

1. Fokus Riset: Perilaku Dinamis Sistem SPM

Riset ini mengevaluasi berbagai konfigurasi sistem offloading pada struktur SPM yang sudah ada. Tujuannya adalah memahami bagaimana variasi dalam pengaturan offloading bisa memengaruhi keandalan dan keselamatan operasional. Data yang dihimpun kemudian dijadikan masukan untuk pengembangan aturan klasifikasi yang lebih ketat dan adaptif terhadap kondisi nyata di lapangan.

2. Tujuan Utama: Mitigasi Risiko dan Keberlanjutan Operasional

Salah satu tantangan utama dalam operasional SPM adalah dinamika beban yang terus berubah selama proses loading dan offloading. Ketidakstabilan ini berpotensi menyebabkan kegagalan struktural jika tidak dikelola dengan baik. Riset BKI menawarkan pendekatan berbasis data untuk memprediksi dan mengantisipasi risiko tersebut lebih awal.

3. Pendekatan Interdisipliner dalam Pengembangan Aturan

Melibatkan SKK Migas dan ITS memungkinkan riset ini menggabungkan keahlian teknis, regulasi, dan praktik industri. Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan rekomendasi teknis, tetapi juga memberikan arah kebijakan yang relevan untuk pengembangan standar keselamatan migas nasional.

Peran BKI dalam Transformasi Industri Migas

Keikutsertaan BKI di OTC Asia 2026 bukan sekadar ajang pamer hasil riset. Ini adalah bagian dari strategi lebih luas untuk memposisikan BKI sebagai lembaga klasifikasi yang proaktif dalam mendorong inovasi dan keberlanjutan. Forum ini juga menjadi kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan energi global seperti Yinson Holdings Berhad, Eni S.p.A., dan Petronas.

Melalui interaksi ini, BKI tidak hanya menyerap perkembangan teknologi terkini, tapi juga memperkenalkan kontribusi Indonesia dalam pengembangan standar keselamatan migas global. Kehadiran mereka menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen solusi.

Tabel Perbandingan Konfigurasi SPM dan Dampaknya terhadap Keselamatan

No Konfigurasi Offloading Keunggulan Risiko Utama
1 Single Buoy Mooring (SBM) Fleksibel, cocok untuk kedalaman bervariasi Rentan terhadap beban dinamis tinggi
2 Turret Mooring System Stabilitas tinggi saat kondisi cuaca buruk Kompleksitas pemeliharaan lebih tinggi
3 Spread Mooring Biaya instalasi lebih rendah Kurang stabil dalam jangka panjang

Tabel di atas menunjukkan bahwa setiap konfigurasi memiliki trade-off antara , biaya, dan risiko. Riset BKI membantu menentukan konfigurasi mana yang paling aman untuk diterapkan pada fasilitas yang sudah beroperasi.

1. Evaluasi Kondisi Lapangan Secara Berkala

Langkah pertama dalam penerapan hasil riset ini adalah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi struktur SPM yang sudah ada. Evaluasi ini mencakup pemeriksaan material, kondisi lingkungan operasional, dan pola beban yang tercatat selama aktivitas loading/offloading.

2. Simulasi Dinamis untuk Prediksi Risiko

Dengan menggunakan data lapangan, simulasi dinamis dilakukan untuk memahami bagaimana variasi konfigurasi bisa memengaruhi kestabilan sistem. Ini membantu dalam merancang mitigasi yang tepat sasaran.

3. Revisi Aturan Klasifikasi Berdasarkan Temuan

Temuan dari simulasi dan evaluasi kemudian diintegrasikan ke dalam aturan klasifikasi BKI. Ini memastikan bahwa standar keselamatan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan teknologi dan tantangan operasional terkini.

Inovasi SPM sebagai Bagian dari Transformasi Digital Migas

Tidak hanya soal struktur fisik, riset ini juga membuka peluang untuk integrasi teknologi digital dalam pemantauan dan pengelolaan SPM. Dengan sensor dan sistem monitoring real-time, potensi kegagalan bisa diprediksi jauh sebelum terjadi.

Ini sejalan dengan tren global menuju industri migas yang lebih cerdas dan responsif. BKI berpotensi menjadi salah satu pelopor dalam menghadirkan solusi digital yang disesuaikan dengan kondisi operasional di Indonesia.

Kesimpulan: Langkah Nyata Menuju Keselamatan dan Keberlanjutan

Keberhasilan BKI dalam mempresentasikan riset ini di OTC Asia 2026 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk berkontribusi pada pengembangan standar keselamatan migas global. Kolaborasi lintas sektor dan antar lembaga menjadi kunci dalam menghasilkan solusi yang relevan dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan berbasis riset dan inovasi teknologi, BKI terus memperkuat perannya sebagai garda keselamatan dan keberlanjutan industri migas nasional. Langkah ini bukan hanya penting untuk menjaga operasional, tetapi juga untuk menjaga terhadap sektor energi.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan teknologi dan regulasi terkait sektor migas. Data dan hasil riset yang disebutkan merupakan kondisi terkini per April 2026.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.