H-10 hingga H-8 sebelum Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026, sebanyak 459.570 kendaraan tercatat meninggalkan kawasan Jabotabek. Angka ini mencerminkan lonjakan arus mudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, yang biasa terjadi setiap tahun. Data ini dirilis oleh Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, dan diambil dari catatan lalu lintas di empat gerbang tol utama.
Lonjakan ini menunjukkan peningkatan sekitar 4,8 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal. Artinya, makin banyak orang yang memilih untuk mudik lebih awal, mungkin untuk menghindari kemacetan atau memenuhi agenda keluarga di kampung halaman. Gerbang tol yang menjadi indikator utama adalah Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi.
Distribusi Kendaraan Menuju Berbagai Arah
Arus kendaraan yang keluar dari Jabotabek tidak merata ke semua arah. Mayoritas lebih memilih rute ke arah timur, terutama yang bertujuan ke Trans Jawa dan Bandung. Rute ini menyedot sekitar 43,8 persen dari total kendaraan yang bergerak, atau sebanyak 201.457 unit.
Rute barat yang mengarah ke Merak juga cukup ramai. Ada sekitar 158.053 kendaraan yang melintas ke arah ini, atau sekitar 34,4 persen dari total. Sementara itu, rute selatan ke Puncak menyedot sisanya, yaitu 21,8 persen atau sekitar 100.060 kendaraan.
1. Rute Timur: Trans Jawa dan Bandung
Rute timur menjadi favorit para pemudik. Dua gerbang tol utama yang digunakan adalah Cikampek Utama dan Kalihurip Utama. Dari sini, kendaraan melanjutkan perjalanan ke arah Surabaya, Semarang, hingga Yogyakarta.
- GT Cikampek Utama mencatat 108.140 kendaraan, naik 24,2 persen dari kondisi normal.
- GT Kalihurip Utama mencatat 93.317 kendaraan, turun 2,7 persen dari kondisi normal.
Total kendaraan yang melintas ke arah timur mencapai 201.457 unit. Meski salah satu rute mengalami penurunan, secara keseluruhan masih naik 10,1 persen dibandingkan kondisi normal.
2. Rute Barat: Menuju Merak
Rute barat digunakan oleh kendaraan yang akan melanjutkan perjalanan ke Banten, Lampung, hingga Sumatera. Gerbang tol utama yang dilalui adalah Cikupa.
- GT Cikupa mencatat 158.053 kendaraan, naik 6,0 persen dari kondisi normal.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa rute barat tetap menjadi pilihan utama bagi sebagian besar pemudik yang ingin menyeberang ke Pulau Sumatera.
3. Rute Selatan: Menuju Puncak
Rute selatan yang mengarah ke kawasan Puncak Bogor ini mencatat jumlah kendaraan yang sedikit lebih rendah dibandingkan dua rute sebelumnya.
- GT Ciawi mencatat 100.060 kendaraan, turun 5,9 persen dari kondisi normal.
Penurunan ini bisa jadi karena sebagian besar pemudik lebih memilih rute utama yang mengarah ke luar pulau, bukan destinasi wisata lokal.
Lonjakan Tertinggi Terjadi di H-8
Pada H-8 sebelum Idul Fitri, atau Jumat (13/3/2026), jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek mencapai puncaknya. Sebanyak 173.789 kendaraan tercatat melintas di empat gerbang tol utama.
Angka ini naik 7,9 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang biasanya hanya mencapai 161.064 kendaraan. Lonjakan ini menunjukkan bahwa banyak orang memilih berangkat mudik menjelang hari H agar bisa lebih cepat sampai tujuan dan punya waktu lebih untuk bersiap-siap.
Perbandingan Arus Lalu Lintas Normal vs Lebaran
Berikut adalah rincian perbandingan jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek di masa normal dan saat jelang Lebaran:
| Rute | Jumlah Kendaraan (Normal) | Jumlah Kendaraan (Lebaran) | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Timur (Trans Jawa & Bandung) | 183.000 | 201.457 | +10,1% |
| Barat (Merak) | 149.100 | 158.053 | +6,0% |
| Selatan (Puncak) | 106.300 | 100.060 | -5,9% |
| Total | 438.342 | 459.570 | +4,8% |
Data ini menunjukkan bahwa rute timur tetap menjadi favorit, sementara rute selatan justru mengalami penurunan. Ini bisa menjadi pertimbangan bagi pemudik yang ingin memilih waktu dan rute yang lebih sepi.
Faktor yang Mempengaruhi Lonjakan Arus Mudik
1. Jadwal Libur yang Lebih Fleksibel
Banyak orang memilih berangkat lebih awal karena libur kerja atau kuliah yang fleksibel. Ini membuat arus mudik tidak hanya terjadi di hari terakhir sebelum Lebaran.
2. Kenaikan Biaya Transportasi Umum
Naiknya harga tiket pesawat dan kereta api membuat sebagian besar orang lebih memilih mudik dengan kendaraan pribadi. Ini memicu lonjakan penggunaan jalan tol.
3. Kebiasaan Pulang Kampung
Tradisi pulang kampung menjelang Idul Fitri masih kuat. Banyak keluarga ingin berkumpul lebih awal, terutama yang tinggal di luar pulau.
Tips untuk Pemudik
1. Pilih Waktu Berangkat yang Tepat
Hindari berangkat di jam sibuk pagi hari. Lebih baik berangkat malam hari atau dini hari agar bisa menghindari kemacetan.
2. Gunakan Aplikasi Pemantau Lalu Lintas
Aplikasi seperti Google Maps atau Waze bisa membantu mengetahui kondisi lalu lintas secara real time. Ini akan sangat membantu dalam memilih rute alternatif.
3. Siapkan Perlengkapan Darurat
Bawa perlengkapan seperti air minum, makanan ringan, obat-obatan, dan alat pertolongan pertama. Kondisi jalan yang padat bisa membuat perjalanan lebih lama dari estimasi.
4. Periksa Kondisi Kendaraan
Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat. Periksa oli, rem, ban, dan bahan bakar agar tidak terjadi kendala di tengah perjalanan.
Kesimpulan
Lonjakan arus mudik menjelang Idul Fitri memang sudah menjadi fenomena tahunan. Tapi dengan data yang tepat dan persiapan yang matang, perjalanan mudik bisa lebih lancar dan menyenangkan. Pemilihan waktu, rute, serta kesiapan kendaraan adalah kunci utama agar sampai di tujuan dengan selamat dan tepat waktu.
Disclaimer: Data di atas bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi lalu lintas dan kebijakan pemerintah terkait libur Lebaran.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













