Volume lalu lintas di sejumlah ruas tol wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat tercatat mengalami peningkatan menjelang libur Lebaran 2026. Data dari Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) menunjukkan lonjakan kendaraan yang keluar dari kawasan Jabodetabek menuju destinasi utama seperti Bandara Soekarno-Hatta, Merak, hingga kawasan Puncak Bogor. Lonjakan ini menjadi indikator awal meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Idulfitri.
Peningkatan juga terlihat di wilayah Jawa Barat, terutama pada rute-rute yang mengarah ke Kota Bandung dan kawasan Rancaekek. Meski sebagian gerbang tol mencatat sedikit penurunan, secara keseluruhan volume kendaraan lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai aktif bepergian menjelang libur panjang Lebaran.
Peningkatan Volume Lalu Lintas di Gerbang Tol Jabodetabek
Lonjakan volume kendaraan terlihat di beberapa gerbang tol strategis di wilayah Jabodetabek. Data menunjukkan bahwa distribusi lalu lintas terutama terkonsentrasi di tiga gerbang tol utama: Cengkareng, Cikupa, dan Ciawi 1. Masing-masing gerbang mencatat fluktuasi yang berbeda tergantung arah tujuan kendaraan.
1. Gerbang Tol Cengkareng
GT Cengkareng yang mengarah ke Bandara Soekarno-Hatta mencatat volume kendaraan sebanyak 83.572 unit. Angka ini meningkat 1,20 persen dari rata-rata transaksi normal sebesar 82.577 kendaraan. Peningkatan ini diduga dipicu oleh aktivitas mudik dini yang dilakukan sebagian masyarakat menjelang Lebaran.
2. Gerbang Tol Cikupa
GT Cikupa yang mengarah ke Merak mencatat lonjakan lebih signifikan. Sebanyak 55.520 kendaraan melintas, naik 6,88 persen dari rata-rata normal 51.944 kendaraan. Kenaikan ini menunjukkan bahwa rute ke arah Banten dan Lampung mulai ramai ditempuh lebih awal.
3. Gerbang Tol Ciawi 1
Berbeda dari dua gerbang sebelumnya, GT Ciawi 1 yang mengarah ke Puncak Bogor justru mencatat sedikit penurunan. Volume kendaraan yang melintas sebanyak 36.040 unit, turun 8,43 persen dari rata-rata normal 39.358 kendaraan. Penurunan ini mungkin karena cuaca atau pilihan destinasi wisata yang berbeda.
Lonjakan Lalu Lintas Menuju Jawa Barat
Di wilayah Jawa Barat, arus lalu lintas juga mulai meningkat, terutama di rute-rute yang mengarah ke Kota Bandung dan sekitarnya. Dua gerbang tol utama yang menjadi indikator adalah GT Cileunyi dan GT Pasteur. Keduanya mencatat kenaikan volume kendaraan menjelang libur Lebaran.
1. Gerbang Tol Cileunyi
GT Cileunyi mencatat total kendaraan sebanyak 38.728 unit yang melaju ke arah Rancaekek, Garut, dan sekitarnya. Volume ini naik 2,34 persen dari rata-rata normal 37.844 kendaraan. Kenaikan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai melakukan perjalanan ke kawasan selatan Bandung lebih awal.
2. Gerbang Tol Pasteur
GT Pasteur yang mengarah ke Kota Bandung mencatat volume kendaraan sebanyak 37.379 unit, naik 1,51 persen dari normal 36.824 kendaraan. Sementara untuk arah sebaliknya, yaitu dari Bandung menuju Jakarta, volume kendaraan tercatat 30.999 unit, sedikit turun 0,84 persen dari normal 31.261 kendaraan.
Rekomendasi dan Imbauan dari Jasa Marga
Menghadapi lonjakan volume kendaraan menjelang Lebaran, Jasa Marga memberikan sejumlah imbauan kepada pengguna jalan. Tujuannya agar perjalanan lebih aman dan nyaman, serta menghindari kemacetan atau kendala teknis di jalan tol.
1. Persiapkan Kendaraan dengan Matang
Sebelum melakukan perjalanan, pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Periksa mesin, rem, ban, hingga sistem kelistrikan agar tidak terjadi kendala di tengah perjalanan.
2. Perhatikan Kondisi Pengemudi
Kondisi fisik dan mental pengemudi sangat penting. Hindari berkendara dalam keadaan lelah atau mengantuk. Jika perlu, berhentilah sejenak untuk beristirahat.
3. Pastikan Saldo e-Toll dan BBM Cukup
Salah satu penyebab terhentinya kendaraan di gerbang tol adalah saldo e-toll yang tidak mencukupi. Pastikan saldo mencukupi dan bawa kartu cadangan. Jangan lupa juga untuk mengecek stok BBM sebelum berangkat.
4. Gunakan e-Toll yang Sama
Jasa Marga menyarankan pengguna jalan tol untuk menggunakan satu kartu e-toll yang sama saat masuk dan keluar. Hal ini penting untuk sistem transaksi tertutup di ruas-ruas tertentu seperti Cipularang, Padaleunyi, dan JORR II.
Tabel Perbandingan Volume Lalu Lintas di Beberapa Gerbang Tol
Berikut adalah tabel perbandingan volume kendaraan di beberapa gerbang tol utama antara kondisi normal dan saat menjelang Lebaran 2026.
| Gerbang Tol | Arah Tujuan | Volume Normal | Volume Lebaran | Persentase Perubahan |
|---|---|---|---|---|
| Cengkareng | Bandara Soekarno-Hatta | 82.577 | 83.572 | +1,20% |
| Cikupa | Merak | 51.944 | 55.520 | +6,88% |
| Ciawi 1 | Puncak Bogor | 39.358 | 36.040 | -8,43% |
| Cileunyi | Rancaekek & Garut | 37.844 | 38.728 | +2,34% |
| Pasteur (keluar) | Bandung | 36.824 | 37.379 | +1,51% |
| Pasteur (masuk) | Jakarta | 31.261 | 30.999 | -0,84% |
Kesimpulan
Lonjakan volume lalu lintas di sejumlah ruas tol menjelang Lebaran 2026 menunjukkan bahwa masyarakat mulai aktif melakukan perjalanan lebih awal. Meskipun sebagian gerbang tol mencatat sedikit penurunan, secara umum terjadi peningkatan yang cukup signifikan, terutama di rute-rute strategis seperti Merak dan Bandung.
Peningkatan ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan lebih matang. Dari segi kendaraan hingga kondisi diri, semuanya perlu diperhatikan agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Disclaimer: Data yang disajikan bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi lapangan dan kebijakan operasional jalan tol.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













