Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau yang dikenal dengan Danantara, kembali mencatatkan langkah strategis di pasar modal. Melalui anak usahanya, PT Danantara Investment Management (DIM), entitas ini mengumumkan penerbitan surat utang jangka menengah senilai total Rp7 triliun. Instrumen yang diterbitkan dalam bentuk Medium Term Notes (MTN) ini merupakan bagian dari upaya pendanaan jangka panjang untuk mendukung transformasi ekonomi nasional.
Penerbitan ini dilakukan tanpa melalui penawaran umum dan menggunakan skema private placement. Surat utang yang diberi nama Surat Utang Jangka Panjang II ini ditawarkan dalam dua seri, masing-masing dengan nilai Rp3,5 triliun dan tingkat kupon sebesar 2 persen per tahun.
Rincian Penerbitan Surat Utang Terbaru
Penerbitan terbaru ini merupakan langkah lanjutan dari strategi pendanaan Danantara yang berfokus pada instrumen pasar modal jangka menengah hingga panjang. Tujuannya tidak hanya memenuhi kebutuhan pendanaan, tetapi juga memperkuat posisi keuangan perusahaan dalam mendukung investasi strategis.
Berikut adalah rincian lengkap dari penerbitan surat utang terbaru Danantara:
1. Seri A: Jatuh Tempo 2031
Seri A memiliki nilai pokok sebesar Rp3,5 triliun dengan kupon tetap sebesar 2 persen. Surat utang ini memiliki tenor 5 tahun 1 hari, sehingga akan jatuh tempo pada tanggal 18 Maret 2031. Penawaran seri ini dimaksudkan untuk investor yang menginginkan imbal hasil stabil dalam jangka menengah.
2. Seri B: Jatuh Tempo 2033
Seri B juga memiliki nilai pokok Rp3,5 triliun dengan tingkat kupon yang sama, yaitu 2 persen per tahun. Namun, tenor seri ini lebih panjang, yakni 7 tahun, sehingga jatuh tempo pada 17 Maret 2033. Seri ini ditujukan bagi investor yang lebih memilih instrumen dengan durasi lebih lama.
Tanggal distribusi efek secara elektronik dijadwalkan pada 17 Maret 2026. Sementara itu, pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada tanggal yang sama di tahun depannya, yaitu 17 Maret 2027. Dalam proses penerbitan ini, PT Mandiri Sekuritas berperan sebagai Penata Laksana Penerbitan dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Agen Pemantau.
Performa Penerbitan Surat Utang Sebelumnya
Sebelum penerbitan terbaru ini, Danantara telah beberapa kali mengakses pasar modal untuk memenuhi kebutuhan pendanaannya. Pada tahun 2025 lalu, perusahaan telah menerbitkan MTN dengan total nilai mencapai Rp61,3 triliun yang dibagi dalam dua tahap penawaran.
Tahap I
- Seri A: Rp25 triliun dengan kupon 2 persen, jatuh tempo 22 Oktober 2033
- Seri B: Rp25 triliun dengan kupon 2 persen, jatuh tempo 21 Oktober 2032
Tahap II
- Seri A: Rp9,8 triliun dengan kupon 2 persen, jatuh tempo 13 Desember 2030
- Seri B: Rp1,57 triliun dengan kupon 2 persen, jatuh tempo 12 Desember 2032
Penawaran dilakukan secara private placement kepada sejumlah konglomerat dalam negeri. Dana hasil penerbitan tersebut dialokasikan untuk mendukung investasi strategis baik di dalam maupun di luar negeri.
Tujuan dan Manfaat Penerbitan
Penerbitan surat utang ini sejalan dengan komitmen Danantara sebagai sovereign wealth fund dalam menjalankan mandat pemerintah untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional. Dengan memanfaatkan instrumen pasar modal, Danantara dapat memperoleh dana dalam jumlah besar dengan biaya yang relatif terjangkau.
Selain itu, penerbitan ini juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap kredibilitas Danantara sebagai lembaga investasi negara. Tingginya minat terhadap instrumen bernama Patriot Bonds yang diterbitkan pada September 2025 menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penerbitan MTN terbaru ini.
Managing Director Finance DIM, Djamal Attamimi, menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Pendekatan yang digunakan berfokus pada prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang baik.
Penutup
Penerbitan surat utang jangka menengah senilai Rp7 triliun oleh Danantara menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi keuangan dan mendukung investasi jangka panjang. Dengan tenor yang bervariasi dan tingkat kupon yang kompetitif, instrumen ini menarik bagi investor yang mencari aset tetap dengan risiko terukur.
Namun demikian, informasi dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan manajemen Danantara dan kondisi pasar. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi untuk informasi terkini mengenai penerbitan surat utang ini.
Tags: surat utang, danantara
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













