Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mencatatkan pelemahan di akhir pekan. Pada penutupan perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, rupiah ditutup di level Rp16.787 per USD. Angka ini turun 28 poin atau sekitar 0,17% dari posisi sebelumnya di Rp16.759.
Pergerakan ini menandai koreksi wajar setelah beberapa hari sebelumnya rupiah sempat menguat tipis. Meski begitu, pelemahan kali ini tidak terlalu signifikan, tetapi cukup mencerminkan dinamika sentimen global yang masih sensitif terhadap isu geopolitik dan kebijakan perdagangan internasional.
Sentimen Global Tekan Rupiah
Sentimen pasar global memainkan peran penting dalam pergerakan rupiah. Ketegangan geopolitik, terutama antara Amerika Serikat dan Iran, menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan rupiah melemah.
1. Ketegangan AS-Iran Meningkat
Negosiasi terkait program nuklir Iran belum juga membuahkan hasil. Meski kedua belah pihak menyatakan akan melanjutkan pembicaraan teknis di Wina, ketidakpastian tetap membayangi pasar. Langkah AS yang mengerahkan lebih banyak kapal ke Timur Tengah menambah tekanan.
2. Kebijakan Trump dan Ancaman Tarif Baru
Putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sebagian besar perdagangan Presiden Donald Trump justru memicu respons cepat. Trump mengumumkan rencana penerapan tarif baru dengan dasar hukum yang berbeda. Ancaman ini membuat investor tetap waspada.
3. Spekulasi Kebijakan The Fed
Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) juga menjadi sorotan. Inflasi yang masih tinggi membuat spekulasi tentang kenaikan suku bunga tetap menghiasi radar pasar. Banyak kalangan memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan Maret dan April mendatang.
Bea Masuk Solar Cell Picu Sentimen Negatif
Langkah proteksionis dari pemerintah AS kembali terlihat. Kali ini, Departemen Perdagangan AS (DOC) mengumumkan penerapan tarif imbalan terhadap impor solar cell dan panel surya dari beberapa negara Asia, termasuk Indonesia.
1. Tarif Tinggi untuk Impor dari Asia
Tarif yang dikenakan cukup tinggi:
- India: 125,87%
- Indonesia: 104,38%
- Laos: 80,67%
Angka ini didasarkan pada temuan bahwa perusahaan-perusahaan di negara-negara tersebut menerima subsidi pemerintah, yang dianggap merugikan produsen lokal AS.
2. Dampak pada Ekspor Indonesia
Impor dari ketiga negara ini menyumbang sekitar USD4,5 miliar atau setara Rp75,73 triliun pada tahun lalu. Ini merupakan dua pertiga dari total impor produk serupa sepanjang 2025. Sektor energi terbarukan di Indonesia pun mulai merasakan dampaknya.
3. Rantai Perlindungan Dagang yang Panjang
Langkah ini bukan yang pertama. Selama satu dekade terakhir, AS telah mengenakan berbagai bentuk tarif terhadap produk surya murah dari Asia. Mayoritas produk tersebut diketahui berasal dari produsen Tiongkok yang memindahkan produksinya ke negara-negara tetangga.
Prediksi Pergerakan Rupiah Minggu Depan
Melihat situasi saat ini, analis memperkirakan rupiah akan tetap fluktuatif di pekan depan. Pelemahan tampaknya masih akan terjadi, meskipun tidak terlalu dalam.
1. Rentang Harian Senin Mendatang
- Level tertinggi diperkirakan: Rp16.790 per USD
- Level terendah diperkirakan: Rp16.820 per USD
2. Rentang Mingguan Satu Pekan ke Depan
- Range fluktuasi: Rp16.750 – Rp16.900 per USD
Meski demikian, pergerakan ini sangat bergantung pada perkembangan geopolitik global serta kebijakan moneter dari The Fed.
Tabel Data Kurs Rupiah Terhadap USD (Penutupan)
| Sumber Data | Kurs (Rp/USD) | Perubahan (Poin) | Persentase (%) |
|---|---|---|---|
| Bloomberg | 16.787 | -28 | -0,17% |
| Yahoo Finance | 16.765 | -12 | -0,07% |
| Jisdor | 16.779 | -21 | -0,12% |
Catatan: Data dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.
Disclaimer
Data kurs yang disajikan bersifat aktual pada tanggal publikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Informasi ini dimaksudkan untuk tujuan informasi umum dan bukan merupakan nasihat finansial. Keputusan investasi sebaiknya diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor eksternal dan risiko pasar secara menyeluruh.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













