Ilustrasi kenaikan harga bahan baku plastik yang berpotensi memengaruhi harga pangan pokok seperti beras dan gula kembali jadi sorotan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa lonjakan harga plastik berimbas langsung pada biaya produksi sejumlah komoditas, terutama yang kemasannya bergantung pada plastik.
Dampaknya memang belum terasa besar di tingkat konsumen, tapi pihak Bapanas tetap mewaspadai risiko kenaikan harga yang lebih luas. Pasalnya, fluktuasi harga plastik dipicu oleh gejolak geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah yang menjadi salah satu sumber bahan baku utama plastik.
Harga Plastik Naik, Apa Dampaknya ke Pangan?
Kenaikan harga plastik memang bukan isu yang bisa diabaikan begitu saja. Bahan baku plastik sebagian besar berasal dari minyak bumi, dan ketegangan di kawasan geopolitik seperti Selat Hormuz bisa langsung memengaruhi pasokannya. Dampaknya, waktu pengiriman bisa melonjak dari yang biasanya 15 hari menjadi hingga 50 hari.
Dengan durasi pengiriman yang lebih lama, biaya logistik dan produksi pun meningkat. Ini berimbas langsung pada pelaku usaha pangan yang mengandalkan kemasan plastik, terutama untuk beras dan gula.
1. Kenaikan Biaya Produksi karena Plastik
Pelaku usaha pangan melaporkan bahwa kenaikan harga plastik memberi beban tambahan biaya produksi. Untuk beras, tambahan biaya bisa mencapai sekitar Rp350 per kilogram. Sementara untuk gula, tambahannya sekitar Rp150 per kilogram.
Angka ini memang belum terasa besar, tapi jika tren kenaikan harga plastik terus berlanjut, dampaknya bisa semakin dalam ke harga eceran konsumen.
2. Harga Beras dan Gula Masih Terkendali
Meski ada peningkatan biaya produksi, harga beras dan gula secara nasional masih terbilang stabil. Per 16 April 2026, harga beras medium masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Dalam sebulan terakhir, kenaikan harga beras relatif kecil. Di Zona I hanya naik 0,01 persen, Zona II naik 0,27 persen, dan Zona III naik 0,65 persen. Ini menunjukkan bahwa pasar masih cukup stabil meski ada tekanan dari biaya bahan baku.
Sementara itu, harga gula mengalami fluktuasi moderat. Di luar kawasan Indonesia Timur, harga naik sekitar 2,06 persen menjadi Rp18.615 per kilogram. Sebaliknya, di Indonesia Timur justru terjadi penurunan sebesar 1,22 persen.
3. Koordinasi Lintas Kementerian untuk Kendalikan Dampak
Bapanas bersama kementerian terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan pasokan plastik tetap stabil. Langkah ini penting agar tidak terjadi lonjakan harga yang lebih luas, terutama pada komoditas pangan pokok.
Diskusi lebih mendalam dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan terus digelar. Tujuannya untuk mencari sumber pasokan alternatif dan memastikan ketersediaan tetap terjaga.
Strategi Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Menghadapi ketidakpastian pasokan plastik global, pemerintah tidak tinggal diam. Ada beberapa langkah strategis yang diambil untuk meminimalkan dampak ke harga pangan.
1. Pemetaan Kebutuhan Plastik Sektor Pangan
Langkah pertama adalah memetakan kebutuhan plastik untuk sektor pangan secara detail. Ini penting agar alokasi pasokan bisa disesuaikan dengan prioritas komoditas yang paling rentan terhadap kenaikan harga.
2. Peningkatan Sinergi dengan Pelaku Industri
Pemerintah juga memperkuat sinergi dengan pelaku industri hulu hingga hilir. Dalam pertemuan terbaru, para pelaku industri menyatakan bahwa stok plastik nasional masih aman. Namun, tetap akan dipantau secara cermat mengingat ketidakpastian global.
3. Dukungan untuk Industri Kecil
Industri kecil yang bergantung pada kemasan plastik juga menjadi fokus. Pemerintah berkomitmen menjaga suplai agar industri ini tetap kompetitif dan tidak terdampak secara signifikan.
Tantangan Global yang Perlu Diwaspadai
Selain kenaikan harga plastik, ada beberapa tantangan global lainnya yang bisa memengaruhi stabilitas harga pangan nasional. Salah satunya adalah gangguan logistik akibat ketegangan geopolitik.
Waktu pengiriman yang semakin lama bukan hanya menambah biaya, tapi juga mengganggu rantai pasok. Ini bisa memicu kenaikan harga di berbagai sektor, termasuk pangan.
Tabel: Perbandingan Kenaikan Harga Beras dan Gula (April 2026)
| Wilayah | Komoditas | Kenaikan (%) | Harga per kg (Rp) |
|---|---|---|---|
| Nasional | Beras | 0,01 – 0,65 | di bawah HET |
| Luar Papua | Gula | 2,06 | 18.615 |
| Papua | Gula | -1,22 | Turun |
Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar.
Kesimpulan
Kenaikan harga plastik memang menjadi tantangan, tapi dampaknya ke harga pangan pokok seperti beras dan gula masih bisa dikendalikan. Bapanas dan kementerian terkait terus mengawasi perkembangan pasokan dan harga agar tidak terjadi lonjakan yang berlebihan.
Langkah antisipatif seperti koordinasi lintas sektor, pemetaan kebutuhan, dan dukungan ke industri kecil menjadi kunci menjaga stabilitas harga. Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global yang masih tinggi.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi terkini dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan kondisi pasar dan geopolitik global.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













