Memperingati Hari Kartini 2026, PT Pertamina (Persero) kembali menyalurkan lebih dari 118 ribu paket sembako kepada masyarakat prasejahtera di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, perusahaan juga menggelar edukasi penggunaan energi bijak sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial dan edukatif di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, pada Selasa, 21 April 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Pertamina dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, sekaligus mendukung pemberdayaan perempuan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Dalam momentum yang sarat makna ini, Pertamina tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang pentingnya pengelolaan energi yang efisien dan berkelanjutan.
Penguatan Ekonomi Keluarga Lewat Bantuan Sembako
Pertamina membagikan bantuan sembako sebagai upaya langsung untuk meringankan beban ekonomi keluarga rentan. Program ini dirancang agar manfaatnya dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama di tengah tekanan ekonomi pasca-pandemi dan kenaikan harga komoditas global.
1. Jumlah dan Komposisi Paket Sembako
Penyaluran bantuan sembako mencakup lebih dari 118 ribu paket yang disalurkan dari Februari hingga April 2026. Setiap paket berisi kebutuhan pokok yang dipilih berdasarkan kebutuhan dasar keluarga. Komposisi paketnya antara lain:
| Komoditas | Jumlah Tersalur |
|---|---|
| Beras | 576.000 kg |
| Gula Pasir | 127.000 kg |
| Minyak Goreng | 130.000 liter |
| Tepung Terigu | 1.000 kg |
| Biskuit, Kopi, Susu, Sarden, Kecap | 57.000 box |
2. Penyaluran dan Kolaborasi
Penyaluran dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga sosial, keagamaan, dan yayasan. Kolaborasi ini memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
3. Penentuan Penerima Manfaat
Penerima manfaat ditentukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Proses ini memastikan bahwa bantuan tidak hanya tepat jumlah, tetapi juga tepat sasaran. Pendekatan ini meningkatkan efektivitas program dan mengurangi potensi kesenjangan distribusi.
Edukasi Energi Bijak sebagai Upaya Pemberdayaan
Selain bantuan sembako, Pertamina juga memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan energi secara bijak. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendorong pola hidup berkelanjutan.
1. Pentingnya Penggunaan Energi Efisien
Penggunaan energi yang bijak tidak hanya menghemat pengeluaran rumah tangga, tetapi juga berkontribusi pada upaya pengurangan emisi karbon. Pertamina melalui kegiatan ini ingin menanamkan kesadaran bahwa perubahan kecil di rumah tangga bisa memberi dampak besar bagi lingkungan.
2. Peran Perempuan dalam Manajemen Energi Rumah Tangga
Perempuan memiliki peran penting dalam pengelolaan kebutuhan rumah tangga, termasuk penggunaan energi. Melalui edukasi ini, Pertamina berharap perempuan bisa menjadi agen perubahan dalam mendorong pola hidup lebih efisien dan ramah lingkungan.
3. Penyuluhan dan Pendampingan
Kegiatan edukasi dilakukan melalui penyuluhan langsung dan pendampingan di lokasi. Materi yang disampaikan mencakup cara menghemat listrik, penggunaan energi terbarukan, serta tips pengelolaan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Program bantuan sembako dan edukasi energi ini tidak hanya memberi manfaat langsung, tetapi juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pertamina berkomitmen untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui berbagai inisiatif yang berdampak langsung pada masyarakat.
1. SDGs yang Terdampak
Program ini menyasar beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain:
- SDG 1: No Poverty – Mengurangi kemiskinan melalui penguatan ekonomi keluarga.
- SDG 2: Zero Hunger – Meningkatkan akses terhadap pangan layak melalui bantuan sembako.
- SDG 7: Affordable and Clean Energy – Mendorong penggunaan energi yang efisien dan terjangkau.
- SDG 13: Climate Action – Mengedukasi masyarakat untuk berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim.
2. Penerapan Prinsip ESG
Pertamina menjalankan program ini dengan menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG). Ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif.
Kolaborasi dan Dampak Jangka Panjang
Penyaluran sembako dan edukasi energi ini dilakukan dalam kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas jangkauan program, tetapi juga memperkuat sinergi antara sektor publik dan swasta dalam menciptakan dampak berkelanjutan.
1. Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah memainkan peran penting dalam menentukan sasaran bantuan dan memastikan distribusi berjalan efektif. Pendekatan ini memungkinkan program lebih responsif terhadap kebutuhan lokal.
2. Dukungan Lembaga Sosial dan Keagamaan
Lembaga sosial dan keagamaan menjadi mitra penting dalam menjangkau masyarakat. Kepercayaan dan jaringan yang dimiliki lembaga ini mempercepat proses distribusi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program.
3. Pengembangan Model Program Berkelanjutan
Pertamina terus mengembangkan model program yang berkelanjutan. Dengan evaluasi berkala, program ini bisa disesuaikan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan global.
Harapan dan Pesan Mendalam dari Hari Kartini
Momen Hari Kartini memberi ruang bagi Pertamina untuk mengingatkan kembali pentingnya peran perempuan dalam membangun keluarga yang kuat dan masyarakat yang mandiri. Program ini menjadi simbol bahwa kepedulian sosial bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti bantuan sembako dan edukasi sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Pertamina tidak hanya menjadi penyedia energi, tetapi juga mitra masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, program ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi korporasi lain untuk turut serta dalam membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang tersedia hingga April 2026. Jumlah dan komposisi paket sembako serta jangkauan program dapat berubah tergantung pada kondisi lapangan dan kebijakan yang berlaku.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













