Nasional

Strategi Menarik dari Masyarakat Global untuk Menghemat Energi di Tahun 2026

Danang Ismail
×

Strategi Menarik dari Masyarakat Global untuk Menghemat Energi di Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Strategi Menarik dari Masyarakat Global untuk Menghemat Energi di Tahun 2026

Ilustrasi. Foto: Freepik.

yang berkecam di tahun 2026 memaksa banyak negara untuk mencari solusi kreatif agar tetap bisa berjalan normal. Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), masyarakat dunia mulai menunjukkan adaptasi luar biasa dengan berbagai cara unik. Dari berbagi kendaraan hingga beralih ke energi alternatif, setiap negara punya strategi sendiri. Banyak dari solusi ini bisa jadi inspirasi, termasuk untuk Indonesia.

Negara-negara seperti Peru, , hingga Kenya menunjukkan bahwa krisis bisa memicu inovasi. Tidak hanya pemerintah yang bergerak, tapi masyarakat juga ikut berperan aktif. Mereka mengubah kebiasaan sehari-hari, pola transportasi, bahkan cara bekerja. Di balik setiap langkah ada niat untuk menghemat energi dan mengurangi ketergantungan pada BBM.

Cara Unik Negara Lain Menghadapi Krisis Energi

Berikut ini adalah enam cara unik yang diambil warga di berbagai belahan dunia untuk menghadapi lonjakan harga energi. Setiap metode punya latar belakang budaya dan kondisi lokal yang berbeda, tapi tujuannya sama: efisiensi dan adaptasi.

1. Peru: Konversi BBM ke Gas

Di Peru, banyak warga yang memilih mengonversi kendaraan mereka dari BBM ke gas alam. Langkah ini dianggap lebih hemat dan praktis, terutama saat harga bahan bakar minyak melonjak. Bengkel kecil pun ikut berperan dengan menawarkan layanan konversi cepat.

Selain itu, masyarakat juga mulai beralih ke sepeda sebagai alternatif transportasi jarak dekat. Perubahan ini tidak hanya menghemat energi, tapi juga memberikan manfaat kesehatan.

2. Filipina: Kendaraan Umum Kolektif

Warga Filipina mulai mengatur ulang sistem transportasi umum dengan pendekatan kolektif. Pengemudi berbagi rute dan penumpang untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Ini adalah solusi yang efektif dan efisien di tengah kenaikan harga BBM.

Di sisi lain, banyak orang beralih ke sepeda atau berjalan kaki untuk kebutuhan sehari-hari. Kebiasaan ini membantu mengurangi pengeluaran dan meningkatkan kesadaran lingkungan.

3. Vietnam: Kendaraan Listrik Kecil

Masyarakat Vietnam mengubah pola perjalanan mereka dengan menggabungkan beberapa aktivitas dalam satu perjalanan. Ini mengurangi frekuensi penggunaan kendaraan dan meminimalkan konsumsi energi.

Selain itu, penggunaan kendaraan listrik kecil seperti sepeda listrik dan skuter listrik semakin populer. Kendaraan ini ramah lingkungan dan cocok untuk mobilitas perkotaan.

4. Sri Lanka: Komunitas Carpool

Warga Sri Lanka membentuk komunitas carpool untuk saling berbagi kendaraan. Mereka juga mengatur jadwal penggunaan kendaraan secara bersama dalam satu lingkungan. Langkah ini mengurangi jumlah kendaraan di jalan dan menghemat bahan bakar.

Inisiatif ini juga memperkuat hubungan sosial antarwarga. Gotong royong menjadi bagian dari solusi krisis energi di sana.

5. Kenya: Beralih ke Motor Hemat BBM

Di Kenya, banyak pengendara memilih yang lebih irit bahan bakar. Transportasi informal seperti bajaj dan angkutan perkotaan juga kembali diminati karena lebih efisien.

Pedagang lokal bahkan menyesuaikan jam agar tidak terlalu bergantung pada yang mahal. Ini adalah contoh adaptasi yang cepat dan realistis.

6. Mesir: Berbagi Tumpangan

Masyarakat Mesir mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Mereka lebih memilih transportasi umum atau berbagi tumpangan dengan tetangga dan rekan kerja.

Langkah ini tidak hanya menghemat BBM, tapi juga mengurangi kemacetan dan polusi udara. Perubahan perilaku ini menunjukkan kesadaran kolektif terhadap krisis energi.

Respons Indonesia Terhadap Lonjakan Harga Energi

Indonesia juga tidak tinggal diam. Pemerintah mendorong kebijakan seperti work from home (WFH) untuk aparatur sipil negara dan sektor tertentu. Ini membantu mengurangi penggunaan kendaraan dan menghemat energi secara keseluruhan.

Masyarakat pun mulai beralih ke motor irit dan sepeda listrik. Banyak yang menggabungkan beberapa kegiatan dalam satu perjalanan untuk meminimalkan pengeluaran. Di pedesaan, pola hidup hemat energi seperti berjalan kaki atau menggunakan transportasi bersama kembali hidup.

Inovasi di Tingkat Komunitas

Di tingkat komunitas, kreativitas muncul dari berbagai kalangan. Pelaku UMKM dan petani mulai mencoba bahan bakar alternatif sederhana. Beberapa menggunakan campuran biofuel skala kecil atau memanfaatkan minyak jelantah sebagai energi alternatif.

Inisiatif ini tidak hanya membantu menghemat energi, tapi juga memberikan nilai ekonomi dari limbah yang tadinya tidak terpakai.

Tabel Perbandingan Solusi Hemat Energi di Berbagai Negara

Negara Solusi Utama Manfaat Utama
Peru Konversi BBM ke gas Hemat biaya, ramah lingkungan
Filipina Kendaraan umum kolektif Efisiensi bahan bakar, kurangi kemacetan
Vietnam Kendaraan listrik kecil Mobilitas ramah lingkungan
Sri Lanka Komunitas carpool Kurangi penggunaan BBM, perkuat sosial
Kenya Beralih ke motor irit Efisiensi biaya operasional
Mesir Berbagi tumpangan Hemat energi, kurangi polusi

Kesimpulan

Respons masyarakat dunia terhadap krisis energi menunjukkan bahwa adaptasi bisa dilakukan dengan kreativitas dan gotong royong. Dari solusi teknologi hingga perubahan perilaku, setiap langkah memiliki dampak nyata.

Indonesia punya besar untuk mengadopsi dan mengembangkan solusi serupa. Dengan pendekatan yang tepat, krisis bisa menjadi untuk membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan situasi di masing-masing negara. Data dan kondisi lokal mungkin berbeda dari waktu ke waktu.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.