Di tengah dorongan percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan nasional, Brantas Abipraya terus menggebut proyek Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya adalah proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 yang tengah dikerjakan dengan target selesai Juni 2026. Kunjungan rutin Direktur Utama Agung Fajarwanto ke lokasi proyek menunjukkan betapa seriusnya komitmen perusahaan dalam memastikan kualitas dan keselamatan kerja tetap terjaga.
Langkah ini sejalan dengan agenda nasional Asta Cita yang menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Dengan membangun sekolah-sekolah modern dan inklusif, Brantas Abipraya tidak hanya menyediakan ruang belajar, tapi juga menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung kenyamanan dan efisiensi penggunaan lahan.
Fokus pada Kualitas dan Keberlanjutan
Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 2 mencakup berbagai fasilitas pendukung yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah. Dengan luas lahan 58.100 meter persegi, proyek ini menjadi salah satu yang paling representatif dalam upaya pemerataan akses pendidikan berkualitas.
1. Rancangan Fasilitas Terpadu
Seluruh bangunan dirancang dua lantai untuk memaksimalkan fungsi ruang dan efisiensi lahan. Fasilitas yang dibangun meliputi:
- Gedung sekolah untuk SD, SMP, dan SMA
- Asrama pelajar
- Hunian vertikal untuk guru
- Gedung serbaguna
- Kantin dan dapur
- Lapangan mini soccer
- Lapangan upacara
- Bangunan utilitas MEP
2. Penerapan Standar Mutu dan K3
Dalam setiap tahapan pembangunan, Brantas Abipraya menerapkan standar mutu tinggi serta protokol keselamatan kerja yang ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga aman dan layak digunakan dalam jangka panjang.
3. Pengawasan Rutin dari Manajemen
Kunjungan Management Walkthrough oleh Direktur Utama merupakan bagian dari pengawasan berkala guna memastikan progres pekerjaan sesuai target dan kualitas tetap terjaga. Ini juga menjadi wujud komitmen Brantas Abipraya dalam mendukung program pemerintah dalam peningkatan infrastruktur pendidikan nasional.
Peran Strategis dalam Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat adalah salah satu langkah strategis untuk mencapai kemiskinan nol persen. Pendidikan menjadi instrumen utama dalam memutus mata rantai kemiskinan, dan infrastruktur pendidikan yang memadai adalah fondasi awal yang sangat penting.
Melalui proyek ini, Brantas Abipraya tidak hanya membangun gedung, tapi juga menciptakan ruang bagi masa depan generasi bangsa. Dengan menyediakan fasilitas pendidikan yang merata dan berkualitas, diharapkan lebih banyak anak Indonesia yang memiliki akses untuk berkembang dan berkontribusi.
Penyebaran Proyek Sekolah Rakyat di Berbagai Wilayah
Brantas Abipraya saat ini terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di beberapa wilayah strategis, di antaranya:
| Wilayah | Status Proyek |
|---|---|
| Sulawesi Tenggara | Dalam Pengerjaan |
| Kalimantan Selatan | Dalam Pengerjaan |
| Lampung | Dalam Pengerjaan |
| Jawa Barat | Dalam Pengerjaan |
| Jawa Timur | Dalam Pengerjaan |
| Sulawesi Utara | Dalam Pengerjaan |
Proyek-proyek ini merupakan bagian dari target nasional pembangunan 200 unit Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap lokasi dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan pendidikan lokal serta potensi pengembangan di masa depan.
Efisiensi Lahan dan Desain Modern
Desain bangunan Sekolah Rakyat Jatim 2 mengedepankan konsep terpadu dan inklusif. Dengan memanfaatkan lahan secara maksimal, setiap ruang dirancang untuk mendukung aktivitas belajar mengajar yang efektif dan nyaman. Konsep dua lantai tidak hanya menghemat lahan, tapi juga menciptakan ruang yang lebih terstruktur dan mudah diakses.
1. Penggunaan Ruang Multifungsi
Beberapa bangunan dirancang sebagai ruang multifungsi, seperti gedung serbaguna yang bisa digunakan untuk kegiatan akademik maupun non-akademik. Ini meningkatkan efisiensi penggunaan ruang dan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan sekolah.
2. Fasilitas Pendukung yang Lengkap
Selain ruang kelas, proyek ini juga menyediakan asrama pelajar dan hunian vertikal untuk guru. Hal ini memungkinkan siswa dari daerah terpencil dapat tinggal di asrama dan fokus belajar, sementara guru memiliki akses mudah ke lingkungan sekolah.
3. Infrastruktur Utilitas MEP
Bangunan utilitas MEP (Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing) dirancang untuk mendukung operasional sekolah secara berkelanjutan. Sistem ini mencakup kelistrikan, air bersih, sanitasi, hingga pendingin ruangan yang efisien.
Dukungan terhadap Agenda Nasional
Pembangunan Sekolah Rakyat ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan pembangunan dari daerah. Dengan menghadirkan infrastruktur pendidikan yang merata, Brantas Abipraya turut mempercepat pencapaian tujuan pembangunan nasional.
Melalui pendekatan yang holistik, bukan hanya fisik bangunan yang menjadi fokus, tetapi juga aksesibilitas, kenyamanan, dan keberlanjutan penggunaan fasilitas. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan global.
Penutup
Brantas Abipraya terus berkomitmen dalam membangun infrastruktur pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkelanjutan. Dengan mengedepankan standar tinggi dalam setiap proyek, perusahaan ini menjadi salah satu garda depan dalam mendukung agenda pendidikan nasional.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan proyek dan kebijakan pemerintah.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













