Penghargaan bergengsi kembali memperkuat posisi PT Pertamina Patra Niaga sebagai perusahaan energi yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Salah satu unit usahanya di Jawa Bagian Barat sukses meraih Peringkat Emas dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Tak hanya itu, capaian ini juga sejalan dengan upaya transformasi ekonomi lokal yang diinisiasi melalui program unggulan bernama Kerak Telor. Inisiatif ini dijalankan oleh Integrated Terminal Jakarta dan berhasil membawa manfaat langsung maupun tidak langsung kepada ratusan warga setempat. Program ini menjadi salah satu alasan utama mengapa unit tersebut dinobatkan sebagai salah satu dari 39 perusahaan terbaik dari total 164 kandidat Proper tahun ini.
Capaian Lingkungan dan Sosial yang Menginspirasi
Pencapaian Proper Emas bukanlah hal yang mudah. Program ini menilai kinerja perusahaan berdasarkan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, inovasi, serta kontribusi nyata terhadap masyarakat. Dalam ajang yang digelar pada 7 April 2026 lalu, Menteri Lingkungan Hidup Hani Faisol Nurofiq secara langsung menyerahkan penghargaan kepada Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra.
Selain Proper Emas, tujuh unit operasi lainnya juga meraih Peringkat Hijau. Unit-unit tersebut meliputi Soekarno Hatta Terminal & Hydrant Installation (SHAFTHI), Aviation Fuel Terminal (AFT) Husein, Fuel Terminal (FT) Cikampek, IT Balongan, FT Bandung, FT Tanjung Gerem, dan FT Tasikmalaya. Prestasi ini menunjukkan bahwa seluruh jaringan operasional Pertamina Patra Niaga di Jawa Bagian Barat terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan lingkungan.
1. Program Kerak Telor: Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Lingkungan
Program Kerak Telor merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan oleh Integrated Terminal Jakarta. Program ini fokus pada pemanfaatan limbah cangkang telur menjadi media tanam, sekaligus mengembangkan usaha mikro berbasis olahan pangan.
Target utama program ini adalah kelompok rentan seperti ibu rumah tangga dan lansia di Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejak diluncurkan, program ini telah memberikan manfaat langsung kepada 26 orang dan manfaat tidak langsung kepada 1.225 orang.
Produk yang dihasilkan antara lain almond crispy, peanut cookies, dan chocolate soft cookies. Semua produk ini dikembangkan melalui pendekatan ekonomi kreatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
2. Tahapan Pengembangan Program yang Terstruktur
Pengembangan program Kerak Telor dilakukan secara bertahap untuk memastikan keberlanjutan dan dampak jangka panjang.
- 2024: Pelatihan tata boga sebagai dasar pengembangan produk.
- 2025: Pelatihan pembukuan, pemasaran, dan pengurusan legalitas usaha seperti sertifikasi halal.
- 2026: Fokus pada inovasi produk UMKM dan penguatan kolaborasi pemasaran.
Tahapan ini memungkinkan peserta untuk tidak hanya memahami produksi, tetapi juga manajemen usaha secara menyeluruh.
3. Dampak Ekonomi dan Lingkungan
Dari sisi ekonomi, program ini berhasil meningkatkan omzet kelompok hingga 34%. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis keterampilan dan pemberdayaan benar-benar memberikan hasil nyata.
Sementara dari sisi lingkungan, program ini juga mencatat pencapaian luar biasa. Sebanyak 1.218 kilogram cangkang telur berhasil diolah menjadi media tanam. Ini adalah contoh konkret bagaimana limbah bisa diubah menjadi nilai ekonomi dan manfaat lingkungan.
Perluasan Program dan Rencana Ke Depan
Capaian ini menjadi motivasi bagi Pertamina Patra Niaga untuk memperluas dampak program ke wilayah lain. Executive General Manager Regional JBB, Freddy Anwar, menyatakan bahwa keberhasilan ini akan dijadikan sebagai dasar pengembangan program serupa di lokasi operasi lainnya.
Pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat. Ini menjadikan program seperti Kerak Telor sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda keberlanjutan.
Tabel: Ringkasan Capaian Program Kerak Telor
| Aspek | Capaian |
|---|---|
| Manfaat langsung | 26 orang |
| Manfaat tidak langsung | 1.225 orang |
| Peningkatan omzet kelompok | 34% |
| Limbah cangkang telur terolah | 1.218 kg |
| Produk unggulan | Almond crispy, peanut cookies, chocolate soft cookies |
Penutup
Penghargaan Proper Emas yang diraih oleh Pertamina Patra Niaga bukan hanya soal pencapaian lingkungan semata. Ini adalah cerminan dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan nilai-nilai sosial dan lingkungan ke dalam operasional bisnisnya. Program seperti Kerak Telor menunjukkan bahwa energi tidak hanya datang dari bahan bakar, tetapi juga dari semangat kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan.
Disclaimer: Data dan capaian dalam artikel ini bersifat valid pada tahun 2026 dan dapat berubah seiring perkembangan program serta kebijakan perusahaan.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













