Puncak arus balik Lebaran 2026 di jalur Ketapang-Gilimanuk mulai terasa sejak Minggu pagi. Ribuan kendaraan pemudik bergerak menuju Pelabuhan Ketapang, membentuk antrean panjang yang terus bergerak meski dalam kondisi padat. Meski demikian, layanan penyeberangan tetap berjalan terkendali berkat antisipasi dari PT ASDP (Persero).
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, memastikan seluruh armada dan personel siaga penuh selama puncak arus balik. Koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat agar mobilitas masyarakat tetap lancar. Antrean kendaraan yang panjang tak menyurutkan upaya pelayanan optimal di lapangan.
Data Arus Balik Lebaran 2026
Lonjakan arus balik mulai terlihat sejak H+1 hingga H+6. Pada H+6, jumlah kendaraan mencapai 15.781 unit dengan total penumpang 49.523 orang. Angka ini menjadi indikator bahwa puncak arus balik memang sedang berlangsung.
Rincian Kendaraan dan Penumpang (Hingga H+6)
| Jenis Kendaraan | Jumlah Unit |
|---|---|
| Sepeda Motor | 58.000 |
| Mobil Pribadi | 35.000 |
| Truk Logistik | 12.000 |
| Bus | 8.000 |
| Total | 113.000 |
Reservasi tiket melalui Ferizy juga menunjukkan tren signifikan. Dari 148.054 unit kendaraan yang telah memesan tiket sejak H-10 hingga H+10, sebanyak 135.256 unit telah terlayani. Sementara itu, sekitar 12.798 unit masih dalam perjalanan menuju pelabuhan.
Strategi Operasional ASDP Saat Puncak Arus Balik
ASDP menerapkan sejumlah strategi agar pelayanan tetap berjalan lancar meski di tengah lonjakan penumpang. Mulai dari pengaturan armada hingga pembagian zona antrean, semuanya dirancang untuk menjaga kenyamanan pengguna jasa.
1. Prioritas Layanan Kendaraan
ASDP memberikan prioritas kepada kendaraan pemudik seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus. Langkah ini diambil agar keluarga yang pulang bisa tiba lebih cepat dan nyaman. Sementara kendaraan logistik dilayani secara fleksibel sesuai kondisi lapangan.
2. Penggunaan Zona Buffer
Untuk menghindari kepadatan berlebih di pelabuhan, kendaraan logistik dialihkan ke zona buffer yang telah disiapkan. Lokasi-lokasi ini mencakup:
- Bulusan
- Terminal Sri Tanjung
- Area PT Pusri
- Grand Watudodol
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa pengalihan ini bersifat sementara. Begitu kondisi arus mulai landai, kendaraan logistik akan dilayani kembali secara bertahap.
3. Optimalisasi Armada
Hingga 32 kapal dioperasikan selama puncak arus balik. Dari jumlah tersebut, 18 kapal menerapkan sistem Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat rotasi pelayanan. Dengan skema ini, kapal tidak perlu menunggu penuh sebelum berangkat kembali.
Kondisi Lapangan Saat Arus Balik
Di lapangan, suasana pelabuhan terasa sangat hidup. Keluarga dengan segala perlengkapan mudik, anak-anak yang tertidur di mobil, hingga sopir truk yang sabar menunggu giliran, semuanya menjadi bagian dari dinamika arus balik.
Meski tingkat keterisian pelabuhan mencapai sekitar 90 persen, antrean kendaraan tetap bergerak. Petugas lapangan terus memantau dan mengatur alur kendaraan agar tidak terjadi penumpukan.
Data Produksi 12 Jam (29 Maret 2026, 00.00–12.00 WIB)
| Jenis Kendaraan | Jumlah Unit |
|---|---|
| Sepeda Motor | 3.438 |
| Mobil Pribadi | 2.024 |
| Truk Logistik | 667 |
| Bus | 272 |
| Total | 6.401 |
Sejak 22 Maret hingga 29 Maret 2026 pukul 12.00 WIB, total kendaraan yang telah kembali ke Bali mencapai 97.683 unit atau sekitar 59 persen dari total reservasi. Sementara jumlah penumpang yang telah tiba mencapai 314.491 orang atau 61 persen.
Rekomendasi untuk Pengguna Jasa
Meski layanan berjalan terkendali, pengguna jasa tetap disarankan untuk mempersiapkan perjalanan secara matang. Ini penting agar tidak terjebak dalam antrean yang lebih panjang dari perkiraan.
ASDP juga mengingatkan beberapa hal penting selama perjalanan:
- Gunakan tiket resmi melalui Ferizy untuk menghindari calo
- Datang sesuai jadwal keberangkatan yang tertera di tiket
- Jaga kondisi fisik dan bawa perlengkapan cukup selama perjalanan
- Patuhi petunjuk petugas di lapangan
Kesimpulan
Arus balik Lebaran 2026 memang menjadi ujian berat bagi operator transportasi penyeberangan. Namun, dengan strategi yang matang dan koordinasi yang baik, ASDP mampu menjaga layanan tetap berjalan lancar. Meski antrean panjang terlihat, kondisi tetap dalam kendali dan pengguna jasa tetap terlayani dengan baik.
Disclaimer: Data yang disajikan bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi lapangan dan kebijakan operasional ASDP.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













