Tren pembiayaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat bahwa pada Februari 2026, total penyaluran pembiayaan baru untuk kendaraan listrik dan hybrid telah mencapai Rp303 miliar. Angka ini naik lebih dari dua kali lipat dari bulan sebelumnya yang hanya mencatat Rp149 miliar, atau tumbuh 103,4% secara month-to-month.
Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan berbasis listrik dan hybrid. Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, menyebut bahwa kontribusi pembiayaan kendaraan ramah lingkungan terhadap total portofolio CNAF hingga Februari 2026 mencapai 13,8% dari total aset kelolaan yang bernilai Rp1,86 triliun.
Dinamika Pasar Kendaraan Listrik dan Hybrid di CNAF
Kendaraan listrik dan hybrid biasanya menjadi pilihan kedua bagi konsumen yang sudah memiliki kendaraan konvensional. Profil konsumen yang memilih jenis kendaraan ini cenderung memiliki kelayakan finansial yang baik dan risiko kredit yang minim. Mereka juga umumnya sadar akan pentingnya keberlanjutan dan efisiensi energi.
Merek yang paling banyak diminati dalam segmen ini antara lain BYD, Wuling, dan Cherry. Ketiganya menjadi pilihan utama karena menawarkan teknologi yang ramah lingkungan serta performa yang sesuai dengan kebutuhan harian pengguna.
Namun, meskipun permintaan terus meningkat, ada beberapa tantangan yang masih dihadapi industri pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid.
Tantangan dalam Pembiayaan Kendaraan Ramah Lingkungan
-
Kebijakan Pajak Kendaraan
Pemerintah sempat menghapuskan pajak kendaraan listrik, namun dampaknya justru membuat harga jual kendaraan menjadi sedikit lebih tinggi. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan pembiayaan dalam menarik minat konsumen. -
Resale Value yang Rendah
Nilai jual kembali kendaraan listrik dan hybrid masih tergolong rendah. Hal ini membuat perusahaan harus lebih hati-hati dalam mengatur portofolio agar tetap sehat secara finansial. -
Infrastruktur yang Belum Memadai
Minimnya stasiun pengisian kendaraan listrik di berbagai wilayah menjadi penghambat adopsi kendaraan ramah lingkungan secara masif.
Meski begitu, CNAF tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang. Langkah strategis terus diambil untuk menghadapi tantangan tersebut, terutama dalam hal manajemen risiko dan kolaborasi dengan mitra.
Strategi CNAF dalam Menghadapi Tantangan
Untuk menjaga kualitas portofolio dan tetap mendukung pertumbuhan sektor ini, CNAF menerapkan beberapa langkah penting:
-
Penguatan Manajemen Risiko Internal
CNAF memperkuat sistem penilaian risiko kredit agar lebih selektif dan akurat dalam menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid. -
Kolaborasi Strategis dengan Mitra
Kerja sama erat dengan dealer dan ATPM menjadi kunci untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi proses pembiayaan. -
Edukasi Konsumen
CNAF juga aktif melakukan edukasi kepada calon konsumen mengenai manfaat kendaraan ramah lingkungan dan kemudahan dalam proses pembiayaan.
Perbandingan Pembiayaan Kendaraan Konvensional vs Ramah Lingkungan
Hingga Februari 2026, pembiayaan kendaraan ramah lingkungan baru mencapai 30% dari total penyaluran, sedangkan sisanya masih didominasi oleh kendaraan konvensional. Rinciannya sebagai berikut:
| Jenis Kendaraan | Total Pembiayaan (Februari 2026) | Persentase |
|---|---|---|
| Kendaraan Ramah Lingkungan (Listrik & Hybrid) | Rp303 Miliar | 30% |
| Kendaraan Konvensional | Rp714 Miliar | 70% |
Meskipun proporsinya masih lebih rendah, pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan menunjukkan tren positif yang patut diperhitungkan.
Faktor Pendorong Minat Konsumen
Selain faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah dan kondisi geopolitik global, ada beberapa alasan lain yang membuat masyarakat semakin tertarik pada kendaraan listrik dan hybrid:
-
Efisiensi Biaya Operasional
Kendaraan listrik memiliki biaya operasional yang lebih rendah karena tidak membutuhkan BBM dan biaya perawatan yang lebih sedikit. -
Kesadaran Lingkungan
Semakin banyak orang yang memilih kendaraan ramah lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap isu perubahan iklim. -
Alternatif Mobilitas Masa Depan
Ketidakpastian pasokan BBM global membuat masyarakat beralih ke alternatif yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Proyeksi Masa Depan Sektor Pembiayaan Kendaraan Listrik
Melihat tren saat ini, CNAF optimis bahwa kendaraan listrik dan hybrid akan semakin mendominasi pasar otomotif nasional dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi dengan semakin banyaknya model kendaraan yang tersedia dan dukungan kebijakan dari pemerintah.
Namun, tetap diperlukan sinergi antara pembiayaan, produsen, dan infrastruktur agar ekosistem kendaraan ramah lingkungan bisa berkembang secara berkelanjutan.
Kesimpulan
Pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid di CNAF mencatat pertumbuhan yang cukup menjanjikan, meski masih menghadapi beberapa tantangan. Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, CNAF berpotensi menjadi salah satu pemain utama dalam mendukung transisi ke mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Disclaimer: Data di atas bersifat simulasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan perusahaan dan kondisi pasar.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.










