Permata Bank (BNLI) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 16,6% secara tahunan pada kuartal I-2026, mencapai Rp 920 miliar. Angka ini menunjukkan kinerja yang solid di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Pertumbuhan laba ini didukung oleh peningkatan pendapatan non-bunga sebesar 11,9% YoY serta strategi penyaluran kredit yang selektif namun berkelanjutan. Strategi tersebut membantu menjaga keseimbangan antara risiko dan pertumbuhan.
Kinerja Keuangan Permata Bank di Kuartal I-2026
- Laba bersih mencapai Rp 920 miliar, naik 16,6% YoY
- Pendapatan non-bunga tumbuh 11,9% YoY
- Total penyaluran kredit naik 2,8% YoY menjadi Rp 161 triliun
Peningkatan kinerja ini mencerminkan ketahanan bisnis Permata Bank yang terus memperkuat posisi permodalan dan likuiditasnya. Disiplin dalam pengelolaan risiko menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga stabilitas kinerja.
Penyaluran Kredit dan Likuiditas
Permata Bank menunjukkan pertumbuhan kredit yang sehat, terutama dari segmen korporasi dan komersial. Segmen korporasi tumbuh 6,5% YoY mencapai Rp 98,2 triliun, sementara segmen komersial naik 1,8% YoY menjadi Rp 19,7 triliun.
Rasio loan to deposit (LDR) juga mengalami peningkatan menjadi 87,1%, dari sebelumnya 83,2%. Ini menunjukkan bahwa bank mampu menjaga keseimbangan antara penyaluran kredit dan dana yang diterima dari nasabah.
Selain itu, rasio dana murah (CASA) naik menjadi 65,5% dari 58,6% di periode yang sama tahun lalu. Peningkatan CASA menunjukkan bahwa bank semakin efisien dalam mengelola dana murah dari nasabah.
Kualitas Aset dan Permodalan
Kualitas aset Permata Bank tetap terjaga dengan baik. Rasio NPL (non-performing loan) berada di level 2,2%, dan LAR (loan at risk) di 6,4%. Angka ini relatif rendah dan menunjukkan pengelolaan risiko kredit yang ketat.
Pencadangan terhadap risiko kredit juga kuat, dengan NPL coverage mencapai 355,7% dan LAR coverage sebesar 120,6%. Ini memberikan buffer yang cukup besar untuk mengantisipasi potensi risiko di masa depan.
Dari sisi permodalan, CAR Permata Bank mencapai 33,9% dan CET-1 sebesar 25,9%. Angka ini jauh di atas ketentuan minimum regulator dan menjadi salah satu yang tertinggi di kalangan bank besar Indonesia.
Kinerja Bank Syariah
Permata Bank Syariah juga mencatatkan kinerja positif dengan laba operasional sebelum provisi sebesar Rp 198,4 miliar, naik 5,3% YoY. Ini menunjukkan bahwa unit usaha syariah terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keseluruhan.
Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan permintaan terhadap layanan perbankan syariah yang semakin meningkat di tengah masyarakat Indonesia.
Strategi Ke Depan
Permata Bank berkomitmen untuk terus memperkuat kapabilitas digital dan meningkatkan kualitas SDM. Langkah ini diambil untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen.
Bank juga aktif membangun kemitraan strategis dan mengembangkan ekosistem bisnis melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya adalah dukungan terhadap kegiatan budaya seperti Adeging Mangkunegaran ke-269.
Program-program ini tidak hanya memperkuat branding, tetapi juga memperdalam hubungan dengan nasabah serta membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih luas.
Tabel Kinerja Utama Permata Bank Kuartal I-2026
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp 920 miliar | Naik 16,6% YoY |
| Pendapatan Non-Bunga | Naik 11,9% YoY | Sumber pendapatan diversifikasi |
| Total Kredit | Rp 161 triliun | Naik 2,8% YoY |
| LDR | 87,1% | Dari 83,2% |
| CASA Ratio | 65,5% | Dari 58,6% |
| NPL Gross | 2,2% | Terjaga |
| CAR | 33,9% | Tinggi dan aman |
| LCR | 267,4% | Jauh di atas minimum |
| NSFR | 122,9% | Stabil |
Disclaimer: Data di atas bersifat sementara dan dapat berubah seiring laporan resmi yang akan diterbitkan oleh manajemen perseroan.
Analisis Saham BNLI
Bagi investor, pertumbuhan laba yang konsisten menjadi sinyal positif. Apalagi ditopang oleh rasio permodalan yang tinggi dan likuiditas yang sangat memadai.
Namun, perlu diperhatikan bahwa kinerja saham tidak hanya ditentukan oleh laba bersih, tetapi juga faktor makro ekonomi, regulasi, dan sentimen pasar secara keseluruhan.
Investor yang memantau saham BNLI bisa mempertimbangkan posisi bank ini sebagai pilihan jangka panjang, terutama jika melihat track record konsistensi kinerjanya.
Dividen dan Potensi Investasi
Permata Bank dikenal sebagai bank yang loyal membagikan dividen kepada pemegang saham. Pada tahun 2025, bank ini telah membagikan dividen sebesar Rp 1,26 triliun.
Dengan laba bersih yang terus meningkat, peluang pembagian dividen di masa depan juga terbuka lebar. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor income.
Namun, keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan finansial masing-masing individu.
Permata Bank terus menunjukkan konsistensi dalam menjaga kesehatan keuangan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat dan pengelolaan risiko yang ketat, bank ini siap menghadapi tantangan di masa depan.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













