Finansial

Emas Kembali Menjadi Favorit, Pembiayaan dari Bank Syariah Mengalami Peningkatan Signifikan di Awal Tahun 2026

Fadhly Ramadan
×

Emas Kembali Menjadi Favorit, Pembiayaan dari Bank Syariah Mengalami Peningkatan Signifikan di Awal Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Emas Kembali Menjadi Favorit, Pembiayaan dari Bank Syariah Mengalami Peningkatan Signifikan di Awal Tahun 2026

Permintaan atas produk pembiayaan emas di bank syariah terus menunjukkan tren positif sepanjang awal tahun 2026. Dinamika pasar global dan ketegangan geopolitik membuat banyak orang beralih ke aset yang dianggap lebih stabil, seperti emas. Tren ini didukung oleh pertumbuhan jumlah nasabah serta volume transaksi pembiayaan emas secara cicilan maupun gadai.

Harga emas sendiri pada April 2026 mencatat kenaikan cukup signifikan. Berdasarkan data dari , harga emas mencapai Rp 2.922.000 per gram, naik Rp 20.000 dari sebelumnya. Lonjakan ini tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berinvestasi lewat skema syariah. Malah justru sebaliknya, permintaan meningkat karena emas tetap dianggap instrumen likuid dan aman di tengah ketidakpastian ekonomi.

Pertumbuhan Pembiayaan Emas di Bank-Bank Syariah

Pergerakan bisnis pembiayaan emas di sektor perbankan syariah terlihat sangat menjanjikan. Beberapa bank pelopor seperti Bank Syariah (BSI) dan BCA Syariah mencatatkan angka pertumbuhan dua digit, bahkan hingga ratusan persen dalam setahun.

1. Bank Syariah Indonesia (BSI) Raih Capaian Impresif

BSI sebagai salah satu bank syariah terbesat di Tanah Air mencatatkan pertumbuhan pembiayaan emas yang solid. yang dikelola BSI hingga Februari 2026 mencapai 22,5 ton. Pertumbuhan pembiayaan mencatatkan kenaikan 17,68% year-on-year (yoy), sedangkan pembiayaan naik 19,96% yoy.

2. Nasabah Emas BSI Naik Lebih dari 400%

Wisnu Sunandar, Corporate Secretary BSI, menyampaikan bahwa jumlah nasabah produk emas di BSI meningkat drastis. “Jumlah nasabah meningkat lebih dari 400% tahunan,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang tertarik memiliki emas melalui sistem syariah yang praktis dan inklusif.

3. Platform Digital Dorong Aksesibilitas Emas

BSI juga memanfaatkan digital untuk mempermudah akses masyarakat terhadap emas. Lewat dan platform online mereka, siapa pun bisa membeli emas dengan nominal kecil, menjadikannya alat investasi yang ramah bagi kalangan menengah ke bawah.

Performa BCA Syariah Tak Kalah Menjanjikan

Selain BSI, BCA Syariah juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik dalam bisnis pembiayaan emas. Direktur BCA Syariah, Pranata, menyebutkan bahwa meskipun harga emas sempat turun dibanding awal tahun, pembiayaan emas tetap menunjukkan performa kuat.

1. Salurkan Pembiayaan Emas Sebesar Rp 791 Miliar

Pada Maret 2026, BCA Syariah berhasil menyalurkan pembiayaan emas senilai Rp 791 miliar. Angka ini meningkat luar biasa, yaitu sebesar 253% secara tahunan. Lonjakan ini menunjukkan bahwa produk pembiayaan emas BCA Syariah semakin diminati masyarakat.

2. Aplikasi Bsya Tingkatkan Efisiensi Layanan

Faktor pendukung utama pertumbuhan ini adalah kemudahan akses melalui aplikasi "Bsya". Aplikasi ini dirancang agar nasabah bisa melakukan transaksi emas dengan cepat, aman, dan nyaman. Pranata optimistis pertumbuhan ini akan terus berlanjut seiring peningkatan layanan digital.

Mengapa Emas Masih Favorit di Tengah Ketidakpastian?

Investasi emas selalu menjadi pilihan utama saat situasi ekonomi tidak menentu. Di tahun 2026, gejolak global seperti ketegangan Timur Tengah dan fluktuasi harga komoditas dunia membuat investor lebih waspada. Emas hadir sebagai safe haven asset yang bisa melindungi nilai kekayaan.

1. Likuiditas Tinggi

Emas mudah dijual dan dibeli kapan saja. Nilainya yang stabil dan diterima secara global menjadikannya instrumen investasi yang sangat likuid.

2. Imbal Hasil Menarik

Meskipun tidak secepat instrumen berisiko tinggi, emas memberikan return yang konsisten dalam jangka panjang. Ditambah lagi, jika dibeli melalui skema pembiayaan syariah, prosesnya lebih transparan dan sesuai prinsip kehati-hatian.

3. Cocok untuk Diversifikasi Portofolio

Bagi investor yang ingin meminimalkan risiko, emas adalah pilihan tepat untuk diversifikasi portofolio. Terlebih jika dibarengi dengan instrumen lain seperti reksa dana atau saham syariah.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meski pertumbuhan pembiayaan emas di bank syariah terus positif, tetap ada tantangan yang harus diwaspadai. Fluktuasi harga global, regulasi yang ketat, serta persaingan dengan produk investasi lain bisa menjadi penghalang.

Namun, dengan dan edukasi keuangan yang terus digalakkan, bank-bank syariah optimistis bisa terus menumbuhkan minat masyarakat. Apalagi, saat ini semakin banyak generasi muda yang sadar pentingnya investasi sejak dini.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari laporan bank syariah dan situs Logam Mulia per April 2026. Harga emas dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dinamika dan faktor makro lainnya. Informasi ini dimaksudkan sebagai referensi umum dan bukan sebagai saran investasi finansial.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.