Di tengah wacana pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara 2026, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) tetap menjaga optimisme terhadap pertumbuhan pembiayaan alat berat. Meski potensi ketidakpastian mulai terlihat di horizon, strategi yang dijalankan Adira Finance justru semakin selektif dan fokus pada sektor yang dinilai memiliki prospek stabil.
Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, menyampaikan bahwa hingga awal 2026, belum ada perubahan signifikan dalam portofolio perusahaan terkait dinamika RKAB tersebut. Namun begitu, kewaspadaan tetap dijaga, terutama menjelang semester kedua yang menjadi periode kritis.
Strategi Pembiayaan Alat Berat di Tengah Ketidakpastian
Wacana pemangkasan RKAB memang belum berdampak langsung terhadap operasional Adira Finance. Namun, perusahaan tidak tinggal diam. Strategi mitigasi risiko terus disempurnakan, terutama dalam pembiayaan alat berat yang menjadi salah satu segmen pertumbuhan.
1. Evaluasi Portofolio secara Berkala
Adira Finance rutin mengevaluasi komposisi portofolio pembiayaan. Dengan basis yang masih relatif kecil—sekitar 1% dari total pembiayaan—pertumbuhan dua digit di segmen alat berat dinilai masih bisa dicapai tanpa mengorbankan kualitas aset.
2. Sinergi dengan Perbankan
Salah satu kekuatan Adira Finance adalah kolaborasi erat dengan sejumlah bank. Melalui sinergi ini, perusahaan bisa mengakses calon debitur yang memiliki rencana bisnis kuat dan teruji. Ini membantu meminimalkan risiko kredit di tengah ketidakpastian industri.
3. Fokus pada Mitigasi Risiko
Meski optimistis, Adira Finance tetap menjaga prinsip selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Khususnya pada segmen roda empat yang belakangan menghadapi tantangan kualitas kredit di industri multifinance.
Data Pembiayaan Alat Berat Adira Finance
Tren pembiayaan alat berat Adira Finance sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan yang cukup menjanjikan. Berikut rinciannya:
| Tahun | Total Pembiayaan Alat Berat | Pertumbuhan Tahunan | Kontribusi terhadap Total Pembiayaan |
|---|---|---|---|
| 2024 | Rp 490 miliar | – | 1% |
| 2025 | Rp 589 miliar | 20% | 1% |
| 2026 | Target Rp 650 miliar | Target 10% | 1,1% |
Disclaimer: Data bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung dinamika industri dan regulasi.
Rencana Pengembangan Segmen Lain
Selain alat berat, Adira Finance juga mengeksplorasi potensi pembiayaan truk fleet. Dengan mengombinasikan dua segmen ini, perusahaan berharap bisa meningkatkan kontribusi pembiayaan industri terhadap total portofolio.
1. Diversifikasi Produk Pembiayaan
Adira Finance terus mengembangkan produk pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Salah satunya adalah pembiayaan truk yang dirancang untuk mendukung operasional logistik dan transportasi.
2. Penguatan Manajemen Risiko
Dengan semakin beragamnya portofolio, penguatan manajemen risiko menjadi fokus utama. Adira Finance memastikan setiap produk baru tetap memenuhi standar kelayakan dan mitigasi risiko yang ketat.
3. Kolaborasi dengan Mitra Strategis
Kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk produsen alat berat dan perusahaan transportasi, menjadi kunci dalam memperluas jangkauan dan efisiensi operasional.
Tantangan dan Peluang di Depan
Wacana RKAB batubara 2026 memang membawa ketidakpastian. Namun, bagi Adira Finance, ini juga menjadi peluang untuk menunjukkan fleksibilitas dan ketahanan bisnis. Perusahaan terus memperkuat fondasi operasional agar tetap bisa tumbuh meski dalam kondisi yang tidak menentu.
1. Adaptasi terhadap Perubahan Regulasi
Adira Finance aktif memantau perkembangan regulasi, terutama yang berkaitan dengan sektor pertambangan dan industri berat. Ini memungkinkan perusahaan untuk cepat menyesuaikan strategi jika terjadi perubahan kebijakan.
2. Peningkatan Efisiensi Operasional
Efisiensi menjadi pilar penting dalam menjaga kesehatan bisnis. Dengan digitalisasi proses dan penguatan sistem kontrol internal, Adira Finance terus meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan kualitas layanan.
3. Pemanfaatan Teknologi dalam Analisis Risiko
Teknologi big data dan analitik digunakan untuk mempercepat proses seleksi debitur. Ini membantu mengurangi risiko kredit dan meningkatkan akurasi penilaian calon penerima pembiayaan.
Kesimpulan
Meski waspada terhadap dampak RKAB batubara 2026, Adira Finance tetap melanjutkan ekspansi pembiayaan alat berat dengan pendekatan yang lebih selektif dan berbasis risiko. Strategi ini tidak hanya menjaga kualitas portofolio, tapi juga membuka peluang pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri yang penuh tantangan.
Dengan kombinasi sinergi perbankan, diversifikasi produk, dan penguatan manajemen risiko, Adira Finance menunjukkan bahwa ketahanan bisnis bisa dicapai meski dalam kondisi yang penuh ketidakpastian.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













