Pergerakan saham big banks di pasar modal Tanah Air sempat mengalami tekanan selama beberapa pekan terakhir. Namun, pada perdagangan Rabu (11/3/2026), beberapa saham bank besar kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan. BBNI dan BBRI mencatat kenaikan tipis, sementara BBCA dan BMRI justru melemah di akhir sesi.
Sentimen positif mulai bermunculan setelah tekanan dari net sell asing yang tinggi mulai mereda. Investor lokal pun mulai kembali memperhatikan sektor perbankan, terutama bank dengan fundamental kuat dan valuasi menarik. Meski begitu, pergerakan saham tetap fluktuatif dan perlu dicermati secara selektif.
Penguatan dan Pelemahan Saham Big Banks
Pergerakan saham big banks pada Rabu (11/3) cukup beragam. Dua saham menguat, dua lainnya justru melemah. Perbedaan ini menunjukkan bahwa investor masih selektif dalam mengambil posisi.
1. BBNI Menguat Tipis di Akhir Sesi
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi salah satu penguatan terbaik di antara big banks. Sahamnya ditutup di level Rp 4.290 per saham, naik 0,70% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
2. BBRI Ikut Naik, Meski Terbatas
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,56%. Sahamnya ditutup di harga Rp 3.580 per saham. Meski tidak sebesar BBNI, pergerakan ini tetap memberikan sinyal positif.
3. BMRI Melemah di Zona Merah
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) justru tergelincir. Sahamnya ditutup di level Rp 4.880 per saham, turun 0,61%. Padahal, sepanjang sesi saham ini sempat menguat hingga ke level Rp 4.970.
4. BBCA Alami Penurunan Terdalam
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling melemah di antara big banks. Sahamnya terperosok 2,15% ke level Rp 6.825 per saham. Penurunan ini terjadi meski sentimen pasar mulai membaik.
Analisis dan Rekomendasi dari Ahli
Pergerakan saham big banks akhir-akhir ini mulai menarik perhatian analis. Mereka melihat bahwa penguatan yang terjadi bisa menjadi awal dari rebound yang lebih stabil.
1. Andrey Wijaya dari RHB Sekuritas
Andrey menilai bahwa penguatan beberapa hari terakhir bisa menjadi indikasi awal stabilisasi setelah koreksi yang dalam sejak tahun lalu. Koreksi sebelumnya dipicu oleh meningkatnya risk premium global dan arus keluar dana asing.
Ia juga menyebut bahwa sektor perbankan Indonesia masih cukup solid. Pertumbuhan kredit stabil, profitabilitas kuat, dan kualitas aset terjaga. Ini menjadikan saham big banks sebagai pilihan menarik untuk investor domestik.
2. Rekomendasi Saham Big Banks
Andrey merekomendasikan investor untuk mencermati BMRI dan BBRI. Kedua bank BUMN ini memiliki pertumbuhan laba yang solid dan valuasi yang semakin menarik.
3. Iqbal Suyudi dari Edvisor Profina
Iqbal juga melihat potensi pada BMRI dan BBRI. Ia menyarankan investor untuk mulai akumulasi saham ini dengan target price masing-masing di Rp 5.600 dan Rp 4.000.
Selain itu, Iqbal menyarankan mempertimbangkan potensi dividen yield yang tinggi dari saham-saham ini sebagai salah satu faktor dalam pengambilan keputusan investasi.
4. BBCA Tetap Layak untuk Jangka Panjang
Meski mengalami penurunan, Andrey tetap menilai BBCA sebagai pilihan aman bagi investor jangka panjang. Kualitas aset bank ini dianggap kuat dan mampu menahan tekanan pasar.
Potensi Re-rating Jika Sentimen Global Meningkat
Saham big banks berpotensi mengalami re-rating jika sentimen global membaik dan arus dana asing kembali masuk ke pasar Indonesia. Ini bisa menjadi katalis positif bagi kenaikan lebih lanjut.
Perbandingan Kinerja Saham Big Banks (11/3/2026)
| Saham | Harga Penutupan | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| BBNI | Rp 4.290 | +0,70% |
| BBRI | Rp 3.580 | +0,56% |
| BMRI | Rp 4.880 | -0,61% |
| BBCA | Rp 6.825 | -2,15% |
Disclaimer: Data di atas bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.
Kesimpulan
Pergerakan saham big banks pada Rabu (11/3) menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan. Meski tidak semua saham menguat, sentimen positif mulai terlihat. Investor domestik bisa mulai mencermati saham-saham seperti BMRI dan BBRI yang memiliki valuasi menarik dan fundamental kuat. Sementara BBCA tetap menjadi pilihan aman untuk investor jangka panjang.
Namun, tetap perlu diingat bahwa pasar saham memiliki risiko. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis menyeluruh dan pertimbangan terhadap risiko yang bisa ditanggung.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













