Minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi terus meningkat. Data dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menunjukkan jumlah nasabah bank emas atau bullion bank kini mencapai 5,7 juta. Angka ini naik signifikan dari 3,2 juta nasabah yang tercatat pada Februari 2025.
Lonjakan ini tidak terlepas dari kondisi geopolitik global yang belum stabil serta ketidakpastian pasar keuangan. Emas menjadi pilihan utama karena sifatnya yang dianggap aman (safe haven) di tengah gejolak ekonomi dan perang yang berkepanjangan di berbagai belahan dunia.
Emas Makin Populer, Nasabah Bullion Bank Tembus 5,7 Juta
Peningkatan jumlah nasabah bullion bank tidak hanya mencerminkan tren investasi, tapi juga kepercayaan masyarakat terhadap instrumen ini sebagai penyimpan nilai jangka panjang. Dua lembaga keuangan yang mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyelenggarakan layanan ini adalah PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan PT Pegadaian.
Pada awal tahun 2026, BSI mencatat pertumbuhan nasabah sebesar 44%. Sementara itu, volume emas yang digadaikan di Pegadaian juga melonjak dari 94 ton menjadi 144,7 ton. Angka ini menunjukkan semakin banyaknya masyarakat yang memanfaatkan emas sebagai jaminan pinjaman.
1. Faktor Pendorong Minat Investasi Emas
Beberapa alasan membuat emas tetap diminati sebagai instrumen investasi. Pertama, stabilitas nilainya di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kedua, kemudahan akses melalui layanan digital dari bullion bank yang memungkinkan transaksi beli-jual emas secara praktis.
2. Inflasi dan Gejolak Global Dorong Permintaan Emas
Airlangga juga menyebut bahwa inflasi menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat beralih ke emas. Saat daya beli uang menurun, emas dianggap sebagai alternatif yang lebih stabil. Ditambah lagi, harga emas saat ini mencapai sekitar US$ 5.000 per ons troi, naik dari US$ 3.000 saat peluncuran bullion bank.
Perbandingan Data Nasabah dan Volume Emas di BSI dan Pegadaian
Berikut adalah perbandingan data antara Bank Syariah Indonesia dan Pegadaian terkait perkembangan investasi dan pemanfaatan emas:
| Institusi | Jumlah Nasabah (Februari 2025) | Jumlah Nasabah (Maret 2026) | Volume Emas Digunakan |
|---|---|---|---|
| BSI | – | Naik 44% | 22 ton |
| Pegadaian | 3,2 juta | 5,7 juta | 144,7 ton |
3. Strategi Literasi Keuangan untuk Dukung Investasi Emas
Pemerintah dan lembaga keuangan terus mendorong literasi keuangan agar masyarakat lebih paham cara berinvestasi dengan bijak. Salah satunya melalui program edukasi yang diselenggarakan secara masif di berbagai daerah.
4. Emas Digital vs Emas Fisik: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Emas fisik masih menjadi pilihan banyak orang karena sifatnya yang nyata dan mudah disimpan. Namun, emas digital jauh lebih praktis dan likuid. Investor bisa membeli dan menjual kapan saja melalui aplikasi.
5. Tips Investasi Emas untuk Pemula
Bagi yang baru pertama kali ingin berinvestasi emas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak salah langkah.
- Pilih lembaga resmi seperti bank atau perusahaan yang sudah terdaftar di OJK
- Pahami mekanisme beli-jual serta biaya transaksi yang dikenakan
- Mulai dengan nominal kecil untuk memahami fluktuasi harga
- Gunakan aplikasi resmi untuk memantau harga emas secara real time
Perkiraan Harga Emas di Tahun 2026
Harga emas diprediksi akan tetap fluktuatif sepanjang tahun ini. Namun, sejumlah analis memperkirakan harga bisa mencapai US$ 5.500 hingga US$ 6.000 per ons troi menjelang akhir tahun. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:
- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah
- Kebijakan moneter bank sentral global
- Permintaan emas dari negara berkembang
6. Risiko dan Keuntungan Investasi Emas
Investasi emas memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menanamkan dana.
Keuntungan:
- Nilai tahan terhadap inflasi
- Likuiditas tinggi
- Mudah disimpan dan ditransaksikan
Risiko:
- Tidak menghasilkan dividen
- Harga bisa turun dalam jangka pendek
- Biaya penyimpanan fisik (jika memilih emas batangan)
Disclaimer
Data dan prediksi dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi terkini hingga Maret 2026. Harga emas dan jumlah nasabah bullion bank dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan pemerintah.
Emas tetap menjadi pilihan investasi utama di tengah ketidakpastian ekonomi. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memanfaatkan layanan bullion bank, literasi keuangan menjadi kunci agar setiap individu bisa mengelola investasinya secara bijak dan berkelanjutan.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













