vivo Y21d hadir sebagai salah satu pilihan menarik di segmen entry-level tahun 2026. Meski berada di kelas bawah, ponsel ini menawarkan fitur-fitur unik yang biasanya hanya ditemui pada perangkat kelas atas. Salah satunya adalah sertifikasi ketahanan IP68/IP69 yang memungkinkan pengguna membawanya ke lingkungan ekstrem tanpa khawatir rusak terkena air atau debu.
Performa yang ditawarkan juga cukup solid untuk kelasnya. Ditenagai oleh chipset MediaTek Helio G85, Y21d memberikan keseimbangan antara efisiensi daya dan kemampuan multitasking. Ditambah kapasitas baterai besar mencapai 6500 mAh, menjadikannya pilihan ideal bagi pengguna aktif yang butuh daya tahan lama.
Kelebihan vivo Y21d
1. Ketahanan Ekstrem Berkat Sertifikasi Militer
Salah satu nilai jual utama vivo Y21d adalah sertifikasi MIL-STD-810H. Standar ini menjamin bahwa ponsel mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekstrem seperti suhu ekstrem, getaran, hingga benturan. Ini sangat cocok untuk pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan.
2. Perlindungan Air dan Debu Kelas Atas
Dengan rating IP68/IP69, Y21d bisa bertahan saat terendam air hingga kedalaman 6 meter selama 30 menit. Bahkan pancuran air bertekanan tinggi pun tak akan menyusahkan perangkat ini. Fitur ini jarang ditemukan di kelas entry-level.
3. Baterai Besar 6500 mAh
Daya tahan baterai menjadi salah satu andalan utama. Kapasitas 6500 mAh membuat pengguna bisa menggunakan ponsel seharian penuh bahkan lebih, tanpa harus bolak-balik mengisi daya. Cocok untuk mereka yang sering bepergian atau minim akses ke charger.
4. Layar Cerah hingga 1000 Nits
Meskipun layarnya bukan yang terbesar, kecerahan maksimal hingga 1000 nits membuat tampilan tetap jelas terlihat di bawah sinar matahari langsung. Ini sangat membantu saat digunakan di luar ruangan.
5. Performa Stabil dengan Helio G85
Chipset MediaTek Helio G85 memberikan performa yang stabil untuk kebutuhan dasar seperti browsing, media sosial, hingga gaming ringan. Tidak terlalu cepat, tapi cukup responsif untuk penggunaan sehari-hari.
6. Desain Ringkas dan Nyaman Digenggam
Ukuran bodi 166.1 x 77 x 8.4 mm dan bobot 209 gram membuatnya nyaman digenggam. Meski memiliki baterai besar, dimensinya tetap proporsional dan tidak terasa terlalu berat di tangan.
7. Dual SIM dan MicroSD Slot
Mendukung dua kartu SIM sekaligus plus slot microSD terpisah. Ini sangat praktis bagi pengguna yang ingin memisahkan nomor kerja dan pribadi, sekaligus menyimpan file dalam jumlah besar.
8. Kamera Cukup Baik untuk Kelas Entry-Level
Kamera utama 50 MP dan kamera selfie 8 MP sudah cukup untuk dokumentasi harian. Hasil foto terlihat tajam di siang hari, meski kualitasnya tentu tidak sebanding dengan kamera flagship.
9. Harga Terjangkau di Kelasnya
Sebagai ponsel entry-level dengan fitur premium, harga vivo Y21d sangat kompetitif. Cocok bagi pengguna yang ingin mendapatkan fitur tangguh tanpa merogoh kocek terlalu dalam.
10. Sistem Pendingin yang Efektif
Sistem pendinginan yang baik membantu menjaga suhu perangkat tetap stabil saat digunakan dalam waktu lama. Ini mengurangi risiko overheating saat multitasking atau main game.
11. Antarmuka Funtouch OS yang Familiar
Menggunakan antarmuka Funtouch OS berbasis Android 13, pengguna mendapat pengalaman antarmuka yang familiar dan mudah digunakan. Banyak fitur personalisasi yang tersedia.
Kekurangan vivo Y21d
1. Material Belakang Plastik
Bagian belakang menggunakan material plastik, yang terkesan kurang premium dibandingkan kaca atau metal. Ini juga rentan terhadap goresan dan sidik jari.
2. Layar HD+ dengan Refresh Rate 60Hz
Layar hanya menawarkan resolusi HD+ dan refresh rate 60Hz. Untuk standar 2026, ini tergolong biasa-biasa saja, terutama jika dibandingkan dengan perangkat sekelas yang sudah menggunakan 90Hz atau 120Hz.
3. Performa Tidak Cocok untuk Gaming Berat
Helio G85 memang stabil, tapi tidak dirancang untuk gaming berat. Pengalaman bermain game grafis tinggi akan terasa kurang optimal karena frame rate yang tidak konsisten.
4. Speaker Mono
Speaker hanya mono, yang membuat pengalaman audio kurang imersif saat menonton video atau bermain game. Kehadiran speaker stereo pasti akan meningkatkan kualitas suara.
5. Tidak Ada Port USB-C
Port pengisian masih menggunakan microUSB, bukan USB-C. Ini sedikit merepotkan karena konektivitas data dan pengisian daya tidak secepat standar modern.
6. RAM Hanya 4GB
RAM sebesar 4GB sudah cukup untuk multitasking ringan, tapi akan terasa sempit saat digunakan untuk aplikasi berat atau banyak tab browser terbuka sekaligus.
7. Kamera Kurang Oke di Kondisi Rendah
Di malam hari atau cahaya redup, hasil foto dari kamera utama terlihat noise dan kurang detail. Ini wajar untuk kamera entry-level, tapi tetap saja menjadi batasan.
8. Tidak Ada Sensor Sidik Jari di Layar
Sensor sidik jari hanya tersedia di bagian belakang. Di era 2026, sensor di layar sudah umum, sehingga ini terasa sedikit ketinggalan zaman.
9. Tidak Mendukung Pengisian Cepat
Meski baterainya besar, teknologi pengisian daya masih konvensional. Waktu pengisian cenderung lama, terutama jika dibandingkan dengan ponsel entry-level lain yang sudah mendukung fast charging.
10. Tidak Ada NFC
Fitur NFC yang kini menjadi standar di banyak ponsel tidak tersedia di Y21d. Ini akan merepotkan pengguna yang sering menggunakan dompet digital atau tap-to-pay.
11. Update Software Terbatas
Sebagai ponsel entry-level, masa support pembaruan sistem cenderung lebih singkat. Pengguna mungkin tidak mendapat update Android terbaru dalam jangka waktu lama.
Kesimpulan
vivo Y21d adalah ponsel entry-level yang mengejutkan. Dengan sertifikasi ketahanan tinggi dan baterai besar, ia menawarkan nilai lebih dibandingkan kompetitor sekelas. Namun, beberapa kekurangan seperti layar biasa dan tidak adanya fitur modern seperti NFC atau USB-C bisa menjadi pertimbangan.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Chipset | MediaTek Helio G85 |
| RAM | 4 GB |
| ROM | 64/128 GB |
| Baterai | 6500 mAh |
| Kamera Utama | 50 MP |
| Kamera Depan | 8 MP |
| Layar | 6.51 inci, HD+, 60Hz |
| Sertifikasi | IP68/IP69, MIL-STD-810H |
Disclaimer: Informasi spesifikasi dan harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung wilayah dan kebijakan vendor setempat.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













