Genre video game nggak pernah berhenti berubah. Tren yang populer hari ini bisa saja mulai pudar dalam hitungan bulan. Tahun 2018 hingga awal 2020-an, battle royale memang jadi raja. Game seperti PUBG, Apex Legends, Fortnite, dan Call of Duty Warzone sukses menarik jutaan pemain. Tapi sekarang, ceritanya beda.
Perlahan tapi pasti, genre battle royale mulai kehilangan pamornya. Bukan berarti mati total, tapi minat pemain jelas turun. Sementara itu, genre sandbox malah naik daun. Banyak developer mulai fokus pada pengalaman bermain yang lebih bebas dan kreatif. Mereka nggak cuma ngeluarin update, tapi juga eksperimen ekosistem kreator, kayak yang dilakukan Fortnite.
Penurunan Battle Royale dan Kenaikan Sandbox
Data dari Newzoo menunjukkan bahwa total waktu bermain game battle royale turun sekitar 27% di tahun 2025. Angka ini cukup mencolok, terutama kalau dibandingkan dengan lonjakan waktu bermain untuk genre sandbox yang naik hingga 36% dalam periode yang sama.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pemain mulai mencari pengalaman yang lebih personal dan bebas. Mereka nggak hanya ingin menang atau kalah dalam pertandingan cepat, tapi ingin eksplorasi, kreativitas, dan kontrol penuh atas dunia permainan.
Game-Game Sandbox yang Lagi Naik Daun
Beberapa game sandbox yang sudah lama dikenal justru makin populer. Judul-judul seperti Minecraft, Roblox, Terraria, Project Zomboid, dan Garry’s Mod memberi ruang luas buat pemain bereksperimen dan membangun dunia sendiri.
-
Minecraft
Masih jadi raja. Dengan update yang terus-menerus dan komunitas kreator yang aktif, Minecraft tetap relevan dan bahkan makin digandrungi. -
Roblox
Platform yang memungkinkan siapa saja jadi developer. Ini jadi magnet besar buat anak muda dan kreator konten. -
Terraria
Meski usianya sudah cukup tua, gameplay-nya yang mirip Minecraft tapi dengan sentuhan RPG klasik bikin pemain betah. -
Project Zomboid
Survival sandbox dengan tingkat realistis tinggi. Banyak pemain suka karena tantangan dan sistem yang kompleks. -
Garry’s Mod
Bukan game dengan tujuan spesifik. Tapi justru karena itu, pemain bisa bikin apapun, dari film pendek hingga simulasi fisika.
Penurunan Game Shooter dan Battle Royale
Bukan cuma battle royale yang sepi, game shooter pada umumnya juga mulai kehilangan daya tarik. Ini bukti bahwa pemain mulai bosan dengan format yang terlalu kompetitif dan repetitif.
-
Apex Legends
Turun 24% dalam waktu bermain sepanjang 2025. Padahal sebelumnya jadi salah satu game battle royale terbaik. -
Fortnite
Penurunan sekitar 29%. Angka ini cukup mengejutkan, mengingat Fortnite pernah jadi fenomena global. -
Call of Duty
Turun 33%. Bukan cuma di mode battle royale, tapi juga di mode multiplayer klasik. -
VALORANT
Turun 15%. Masih bertahan, tapi pertumbuhan pemainnya mulai melambat. -
Rainbow Six Siege
Turun 24%. Game taktis ini memang butuh skill tinggi, tapi mungkin terlalu berat buat pemain kasual. -
Overwatch
Penurunan sekitar 29%. Dengan hadirnya Overwatch 2, ekspektasi tinggi tak diimbangi dengan pengalaman bermain yang memuaskan. -
Destiny 2
Turun paling tajam, sampai 40%. Mungkin karena monetisasi yang terlalu agresif dan kurangnya konten baru yang segar.
Alasan di Balik Perubahan Ini
Ada beberapa faktor yang bikin genre sandbox makin populer dan battle royale mulai ditinggal.
-
Kebebasan Bermain
Sandbox menawarkan pengalaman yang nggak terpaku pada menang-kalah. Pemain bisa eksplorasi, bangun, atau bahkan cerita sendiri. -
Konten yang Terus Bertambah
Banyak game sandbox yang punya komunitas aktif. Update dari developer dan kreator eksternal bikin game tetap fresh. -
Kreativitas Jadi Fokus Utama
Banyak pemain yang sekarang lebih suka bikin konten daripada cuma mengonsumsi. Sandbox memberi ruang buat itu. -
Kelelahan pada Format Kompetitif
Tekanan buat menang terus bikin banyak pemain merasa stres. Sandbox jadi pelarian yang lebih santai dan enjoy. -
Kemajuan Teknologi dan Aksesibilitas
Dengan makin banyaknya perangkat yang bisa main game, genre sandbox yang lebih ringan dan fleksibel jadi pilihan utama.
Tips Buat Developer yang Mau Ikutan Trend Ini
Kalau kamu developer atau publisher yang pengen ikutan tren sandbox, ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan.
-
Bangun Ekosistem Kreatif
Beri alat dan fitur buat kreator eksternal. Ini bisa tingkatkan daya tahan game. -
Jaga Keseimbangan Gameplay
Sandbox bukan berarti ngawur. Tetap butuh sistem yang solid biar pemain nggak bingung. -
Fasilitasi Komunitas
Tempat berbagi karya, kolaborasi, dan diskusi bisa tingkatkan engagement pemain. -
Tawarkan Pengalaman yang Personal
Pemain suka kalau bisa ngelakuin hal unik yang nggak bisa dilakuin di game lain. -
Update Secara Rutin dan Bermakna
Jangan cuma ngeluarin skin atau event musiman. Tapi juga fitur baru yang bener-bener nambah nilai game.
Genre sandbox memang makin jadi pilihan utama. Tapi bukan berarti battle royale mati total. Yang penting, developer bisa baca perubahan dan adaptasi dengan cepat. Karena di dunia game, yang nggak berubah biasanya yang duluan tertinggal.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersumber dari laporan industri Newzoo dan berdasarkan kondisi hingga tahun 2025. Angka dan tren bisa berubah seiring waktu.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













